Pendakian Gunung Pangrango Kembali Ditutup, Ternyata Ini Alasannya
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cipanas, Cianjur, Jawa Barat kembali ditutup setelah sebelumnya sempat dibuka di masa adaptasi kebiasaan baru.
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cipanas, Cianjur, Jawa Barat kembali ditutup setelah sebelumnya sempat dibuka di masa adaptasi kebiasaan baru.
Penutupan kembali jalur pendakian itu dilakukan untuk keperluan evaluasi. Pasalnya, banyak pendaki yang disebut melanggar penerapan protokol kesehatan, seperti dilansir Antara (12/9/2020).
Pengelola TNGGP memberikan dua pilihan untuk pendaki yang sudah mendaftar secara daring sejak sepekan terakhir, yakni dengan pengembalian uang secara utuh atau penjadwalan ulang setelah pendakian kembali dibuka.
Sudah Bayar Uang Administrasi
©2020 Merdeka.com/gedepangrango.org
Jumlah pendaki yang mendaftar untuk melakukan pendakian pada 11 September hingga 9 Oktober 2020 sesuai dengan kuota yang ditetapkan petugas. Mereka juga telah membayar uang administrasi. Seperti disampaikan Humas TNGGP Poppy Oktadiani saat dihubungi di Cianjur, Sabtu (12/9).
"Namun pendakian terhitung sejak Jumat (11/9) kembali ditutup untuk melakukan evaluasi baik terkait kuota pendaki dan penerapan protokol kesehatan yang banyak dilanggar pendaki meskipun petugas sudah memberikan peringatan," ujarnya.
Belum Dipastikan
©2020 Merdeka.com/gedepangrango.org
Sementara itu, jadwal pembukaan kembali TNGGP belum bisa dipastikan. Para pendaki yang sudah mendaftar bisa menghubungi “call center” TNGGP untuk menindaklanjuti keputusan kembali ditutupnya jalur pendakian Gunung Pangrango.
"Kami masih melakukan pendataan, saat ini masih dilakukan pendataan berapa yang meminta pengembalian uang atau penjadwalan ulang. Kami belum bisa memastikan sampai kapan penutupan akan dilakukan atau kembali dibuka," lanjutnya.
Belum Maksimal
©2020 Merdeka.com/gedepangrango.org
Sebelumnya, marak beredar video di media sosial terkait membludaknya pendaki TNGGP yang disebut mencapai ribuan orang, sehingga dinilai melanggar protokol kesehatan.
Sebagai tindak lanjut itu, pendakian ke Gunung Gede-Pangrango kembali ditutup berdasarkan SK Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, terhitung Jumat, 11 September 2020 karena berbagai pertimbangan seperti jumlah kuota dan penerapan protokol kesehatan yang tidak maksimal.
"Balai Besar TNGP diminta untuk segera melakukan evaluasi terkait pendakian, termasuk mencegah dan memastikan tidak ada pendaki ilegal. Evaluasi dilakukan dengan melibatkan Satgas COVID-19 Cianjur. Setelah evaluasi selesai kemungkinan pendakian dapat kembali dibuka," jelas Humas TNGGP.
Ia juga menjelaskan, dibukanya jalur pendakian TNGGP beberapa pekan terakhir tidak ada kuota pendaki yang dilanggar. Menurutnya, dari tiga pintu masuk pendakian masing-masing dibatasi hanya menerima 200 orang pendaki. Sehingga dalam sehari total pendaki berjumlah 600 orang.