Pemkab Sumedang Ajak Warganya untuk Mancing di Sungai, Ini Alasannya
Menurut Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Sumedang, Rudi Hadian, kegiatan memancing dahulu sempat menjadi tren di kalangan warga. Sayangnya saat ini mancing di sungai sudah tidak seramai dahulu.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat mengajak masyarakat di wilayahnya untuk memancing di sungai. Informasi ini disampaikan di laman resmi mereka pada Rabu (22/2).
Menurut Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Sumedang, Rudi Hadian, kegiatan memancing dahulu sempat menjadi tren di kalangan warga. Sayangnya saat ini mancing di sungai sudah tidak seramai dahulu.
"Kebiasaan menangkap ikan di sungai dengan cara tradisional sudah jarang,” kata dia Rudi. Pemkab Sumedang akhirnya menyarankan warganya untuk kembali memancing di sungai.
Mancing di Sungai untuk Tingkatkan Kebiasaan Makan Ikan
Warga Sumedang memancing ikan di sungai ©2023 Dokumentasi Pemkab Sumedang/ Merdeka.com
Menurut Rudi, kegiatan mancing di sungai bisa dilakukan untuk membangkitkan budaya makan ikan. Pemerintah setempat disebut sudah menyebar banyak ikan di sungai-sungai, sehingga ketersediaannya melimpah.
Walau demikian, ia mengajak warga Sumedang untuk memancing ikan di sungai dengan cara yang benar agar tidak merusak ekosistem yang ada. Apabila caranya tepat, kondisi mutual bisa didapatkan karena ikan yang sehat bisa dimasak untuk menu makan keluarga.
“Ini harus kembali dikembangkan, sebagai salah upaya meningkatkan tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Sumedang," lanjutnya.
Bantu Penuhi Gizi Keluarga
Ikan bisa diambil dengan berbagai cara, termasuk yang tradisional seperti memancing, dan terpenting tidak melakukan cara-cara yang merusak seperti menyetrum.
Pihak Diskanak gencar menebar ikan mulai dari bendungan, perairan-perairan sampai sungai sehingga mudah dijangkau masyarakat. Warga bisa mengambilnya untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga dengan cara yang murah.
"Silakan diambil untuk pemenuhan kebutuhan gizi keluarga namun dengan cara cara tradisional seperti dipancing atau ketcrik dan jangan sampai di setrum," katanya.
Banyaknya ikan yang disebar diharapkan mampu mengangkat kebutuhan gizi keluarga, sehingga warga tak perlu membelinya ke pusat perbelanjaan.
Menjaga Kelestarian Sumber Mata Air
Sementara, pemeliharaan ekosistem juga dilakukan oleh Dinas Lingkungan dan Kehutanan (DLHK) bidang kehutanan. Mereka menanam banyak pohon di areal perbukitan Gunung Palasari seperti beringin, loa dan kiara.
Dikonfirmasi Kabid Kehutanan DLHK Sumedang, Wawan Hermawan jumlah bibit yang ditanam saat ini mencapai 100 pohon. Penanamannya dipusatkan di titik-titik lahan kosong kawasan Palasari.
Pohon-pohon yang ditanam juga memiliki jenis menyerap air, sebagai upaya menjaga ketersediaan air bersih di sana. Ini akan menjaga fungsi Gunung Palasari sebagai tempat resapan air.
"Penanaman pohon ditujukan agar ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat di sekitar Gunung Palasari tetap terjaga dan tersedia," ujarnya.