Pasien Sembuh Covid-19 Terus Meningkat, Tembus 400 Ribu
Tingkat kesembuhan pasien konfirmasi Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Penambahan angkanya setiap harinya cukup signifikan. Tercatat ada penambahan pasien sembuh sebanyak 3.711 orang. Ini berdasarkan data per hari Rabu (18/11/2020).
Tingkat kesembuhan pasien konfirmasi Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Penambahan angkanya setiap harinya cukup signifikan. Tercatat ada penambahan pasien sembuh sebanyak 3.711 orang. Ini berdasarkan data per hari Rabu (18/11/2020).
Penambahan tersebut meningkatkan jumlah kesembuhan kumulatif secara nasional menjadi 402.347 orang. Informasi ini disampaikan oleh Satuan Tugas atau Satgas Covid-19.
Sedangkan pada penambahan pasien terkonfirmasi positif harian juga bertambah sebanyak 4.265 kasus dan kumulatifnya mencapai 478.720 kasus. Kasus aktif Covid-19 per 18 November 2020 berjumlah 60.870. DKI Jakarta masih menjadi urutan tertinggi harian, karena menambahkan sebarannya 1.148 kasus dan kumulatif masih tertinggi sebanyak 121.818 kasus.
Meskipun tingkat kesembuhan tinggi, namun penularan Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat. Dalam hal ini, Satgas Covid-19 ingatkan masyarakat untuk disiplin terapkan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan.
Daerah dengan Tingkat Kesembuhan Covid-19 Tertinggi di Indonesia
DKI Jakarta per 18 November 2020 telah menambahkan kesembuhan harian terbanyak 852 kasus dan kumulatifnya menembus angka 111.855 kasus. Urutan kedua ditempati Jawa Barat menambahkan pasien sembuh sebanyak 777 kasus dan kumulatifnya mencapai 36.222 kasus. Jawa Tengah ketiga tertinggi harian menambahkan 388 kasus dan kumulatifnya menjadi 33.849 kasus.
Sementara, Jawa Timur cukup banyak menambahkan pasien sembuh sebanyak 357 pasien sembuh harian dan kumulatifnya masih kedua tertinggi mencapai 50.901 kasus. Riau masuk 5 besar harian menambahkan pasien sembuh sebanyak 248 kasus dan kumulatifnya 14.702 kasus.
Pemerintah Mengimbau Masyarakat Disiplin 3M
Jelang libur panjang akhir tahun, sejumlah pihak termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan sejumlah pakar kesehatan meminta pemerintah meniadakan libur panjang tahun 2020. Sebab, masa libur panjang diperkirakan akan menjadi penyebab meningkatnya penularan Covid-19.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan keputusan libur panjang akhir tahun memang ditentukan oleh pemerintah. Namun, terkait keputusan itu bergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.
"Keputusan libur panjang, walaupun ditentukan pemerintah, namun prinsipnya sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan 3M, terutama pada masa-masa liburan," tegasnya menjawab pertanyaan media melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, dikutip melalui laman resmi informasi Covid-19 Indonesia, Kamis, (19/11/2020).