Niat Sholat Qobliyah Isya Lengkap Arab Latin beserta Tata Caranya
Di waktu isya' pun juga terdapat sholat ba'diyah isya' yang dapat dikerjakan. Selain itu, ada pula qobliyah isya', meskipun sholat sunnah ini jarang dikerjakan karena tergolong sholat sunnah ghoiru muakkad, yang tidak begitu ditekankan.
Niat sholat qobliyah isya wajib diketahui umat muslim. Selain sholat 5 waktu itu, masih ada sholat-sholat lain yang digolongkan sebagai ibadah sunnah, yang dapat kita kerjakan. Salah satu sholat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan adalah sholat rawatib.
Sholat rawatib adalah sholat yang mengiringi ibadah sholat wajib kita. Sholat rawatib yang dikerjakan sebelum sholat wajib disebut qobliyah, sedangkan yang dikerjakan sebelum sholat wajib disebut ba'diyah. Tujuan dari mengerjakan sholat qobliyah dan rawatib ini adalah untuk mempersiapkan jiwa sebelum sholat wajib dan menutup kekurangan dari sholat wajib yang telah dikerjakan.
BACA JUGA: Tata Cara Sholat Sunnah Lengkap Dengan Niat Dan Ketahui Manfaatnya
Semua sholat wajib memiliki pengiring sholat rawatib, yang berupa sunnah qobliyah, ba'diyah, atau keduanya. Di waktu isya' pun juga terdapat sholat ba'diyah isya' yang dapat dikerjakan. Selain itu, ada pula qobliyah isya', meskipun sholat sunnah ini jarang dikerjakan karena tergolong sholat sunnah ghoiru muakkad, yang tidak begitu ditekankan.
Meski tidak sepopuler sholat sunnah ba'diyah isya', tidak ada salahnya juga jika kita mengerjakan qobliyah isya' sesekali. Namun karena jarang dikerjakan, mungkin Anda lupa atau belum tahu bagaimana bacaan niat sholat qobliyah isya. Maka dari itu, kami akan menyampaikan bagaimana bacaan niat sholat qobliyah isya beserta tata caranya dalam artikel kali ini.
Niat Sholat Qobliyah Isya
Penting untuk mengetahui niat sholat qobliyah isya sebelum mengerjakan amalan tersebut. Dilansir dari brilio.net, berikut adalah bacaan niat sholat qobliyah isya yang bisa Anda baca:
اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal isyaa'i rok'ataini qabliyyatan mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala
Arti niat sholat qobliyah isya:
"Aku niat melakukan shalat sunat sebelum Isya dua rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta'ala."
Tata Cara Sholat Qobliyah Isya
Untuk tata cara sholat qobliyah isya, sebenarnya sama seperti ketika mengerjakan sholat sunnah qobliyah lainnya, atau seperti sholat sunnah dua rakaat lainnya. Yang membedakan hanyalah niat sholat qobliyah isya.
Berikut tata cara sholat qobliyah isya:
1. Niat sholat sunnah qobliyah isya
2. Takbiratul Ihram
3. Membaca Doa Iftitah
4. Membaca Surat Al Fatihah
5. Membaca Surat Pendek
6. Rukuk
7. Bangkit dari Rukuk, lalu Iktidal
8. Sujud Pertama
9. Duduk di Antara Dua Sujud
10. Sujud Kedua
11. Tahiyat Akhir dengan Duduk Iftirasy (setelah rakaat kedua)
12. Mengucap Salam
Tentang Sholat Qobliyah Isya
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa sholat rawatib adalah sholat yang mengiringi sholat wajib, ada yang dikerjakan sebelum sholat wajib, setelah sholat wajib, atau keduanya seperti pada sholat dhuhur.
Sholat qobliyah isya sendiri sebenarnya tidak termasuk sholat rawatib 12 rakaat yang disebutkan dalam hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dikutip dari rumaysho.com, hadis tersebut berasal dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas rakaat tersebut adalah empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat sesudah zhuhur, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum shubuh.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, An-Nasa’i).
Dalam hadis tersebut disebutkan ada lima sholat rawatib yang jika dikerjakan rutin akan dijanjikan rumah di surga. Lima sholat rawatib tersebut adalah 2 raakat sebelum sholat subuh, 4 rakaat sebelum sholat dhuhur, 2 rakaat sesudah sholat dhuhur, 2 rakaat sesudah sholat maghrib, dan 2 rakaat sesudah sholat isya.
Tapi, meski tidak disebutkan dalam hadis tersebut, ada hadis lain yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengerjakan sholat sunnah sebelum melaksanakan sholat isya.
Hadis pertama dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Aku melaksanakan shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dua rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah Jumat, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari dan Muslim].
Kemudian hadis berikutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan adanya sholat di setiap dua azan. Dari ‘Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Di antara setiap dua azan terdapat shalat, di antara setiap dua azan terdapat shalat, di antara setiap dua azan terdapat shalat.” Beliau berkata pada yang ketiga kalinya, “Bagi siapa yang ingin.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari dan Muslim].
Yang dimaksud dua azan dalam hadis tersebut adalah azan dan iqamah.
(mdk/ank)