LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Niat Sholat Berjamaah untuk Imam dan Makmum, Lengkap dari Subuh sampai Isya

Dalam Islam, kita dianjurkan untuk selalu melafalkan niat sebelum melakukan aktivitas. Begitu pula ketika hendak melaksanakan ibadah sholat, baik sholat 5 waktu atau pun sholat sunnah.

2022-03-23 11:55:00
Jabar
Advertisement

Niat sholat berjamaah wajib diketahui pemeluk agama Islam. Niat sholat berjamaah dilafalkan saat akan melaksanakan sholat berjamaah. Dalam Islam, kita dianjurkan untuk selalu melafalkan niat sebelum melakukan aktivitas. Begitu pula ketika hendak melaksanakan ibadah sholat, baik sholat 5 waktu atau pun sholat sunnah.

Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadis, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

"Umar bin Khaththab radhiyallahu ’anhu berkata, 'Saya mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia telah berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya". (HR. Bukhari & Muslim).

Advertisement

Baca juga: Niat Dan Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Dan Sesudah Sholat Fardhu Ketahui Keutamaannya

Niat adalah amalan hati dan hanya Allah SWT lah yang mengetahui. Karenanya, niat juga masuk ke dalam rukun sholat. Niat tidak perlu keras, dan cukup dilafadzkan dalam hati saat hendak mengawali ibadah sholat apa pun. Termasukniat sholat berjamaah.

Dalam artikel berikut, kami akan sampaikan bacaan niat sholat berjamaah 5 waktu untuk imam dan makmum yang dilansir dari Liputan6.com.

Advertisement

Niat Sholat Berjamaah 5 Waktu

Ketika Anda hendak melaksanakan sholat berjamaah, niat sholat berjamaah yang dilafadzkan perlu menyesuaikan dengan situasi, apakah Anda sedang menjadi imam, atau menjadi makmum. Berikut adalah bacaan niat sholat berjamaah 5 waktu untuk imam dan makmum:

Niat Sholat Berjamaah Subuh
“Ushalli fardhas subhi rak’ataini mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: "Saya berniat sholat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/Ma'mum karena Allah Ta'ala/Imam karena Allah Ta'ala" .

Niat Sholat Berjamaah Zuhur
“Ushalli fardhadz dzuhri arba’a raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: "Saya berniat sholat fardu zuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/Ma'mum karena Allah Ta'ala/Imam karena Allah Ta'ala" .

Niat Sholat Berjamaah Ashar
“Ushalli fardhal ashri arba’a raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: "Saya berniat sholat fardu asar empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/Ma'mum karena Allah Ta'ala/Imam karena Allah Ta'ala" .

Niat Sholat Berjamaah Maghrib
“Ushalli fardhal maghribi salasa’ raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: "Saya berniat sholat fardu magrib tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/Ma'mum karena Allah Ta'ala/Imam karena Allah Ta'ala" .

Niat Sholat Berjamaah Isya
“Ushalli fardhal ‘isyaa-i raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. ”
Artinya: "Saya berniat sholat fardu isya empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/Ma'mum karena Allah Ta'ala/Imam karena Allah Ta'ala" .

Keutamaan Sholat Berjamaah

Mendapatkan Pahala yang Berlipat

Keutamaan sholat berjamaah yang satu ini mungkin adalah yang paling banyak diketahui oleh masyarakat. Tentang pahala yang berlipat saat sholat berjamaah dijelaskan dalam hadis dari ‘Abdullah bin ‘Umar, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Shalat jama’ah lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak 27 derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mendapat Ampunan Dosa

Dikutip dari rumaysho.com, hadis dari ‘Utsman bin ‘Affan yang berkata bahwa dirinya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa berwudhu untuk shalat, lalu dia menyempurnakan wudhunya, kemudian dia berjalan untuk menunaikan shalat wajib yaitu dia melaksanakan shalat bersama manusia atau bersama jama’ah atau melaksanakan shalat di masjid, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim).

Setiap Langkah Menuju Masjid Mendapat Manfaat

Dari Abu Hurairah, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Shalat seseorang dalam jama’ah memiliki nilai lebih 20 sekian derajat daripada shalat seseorang di rumahnya, juga melebihi shalatnya di pasar. Oleh karena itu, jika salah seorang di antara mereka berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mendatangi masjid, tidaklah mendorong melakukan hal ini selain untuk melaksanakan shalat; maka salah satu langkahnya akan meninggikan derajatnya, sedangkan langkah lainnya akan menghapuskan kesalahannya. Ganjaran ini semua diperoleh sampai dia memasuki masjid. Jika dia memasuki masjid, dia berarti dalam keadaan shalat selama dia menunggu shalat. Malaikat pun akan mendo’akan salah seorang di antara mereka selama dia berada di tempat dia shalat. Malaikat tersebut nantinya akan mengatakan: Ya Allah, rahmatilah dia. Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, terimalah taubatnya. Hal ini akan berlangsung selama dia tidak menyakiti orang lain (dengan perkataan atau perbuatannya) dan selama dia dalam keadaan tidak berhadats.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menjalankannya Berarti Mengikuti Sunnah Nabi

Terdapat sebuah atsar dari dari ‘Abdullah bin Mas’ud yang berkata,

“Barangsiapa yang ingin bergembira ketika berjumpa dengan Allah besok dalam keadaan muslim, maka jagalah shalat ini (yakni shalat jama’ah) ketika diseru untuk menghadirinya. Karena Allah telah mensyari’atkan bagi nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam sunanul huda (petunjuk Nabi). Dan shalat jama’ah termasuk sunanul huda (petunjuk Nabi). Seandainya kalian shalat di rumah kalian, sebagaimana orang yang menganggap remeh dengan shalat di rumahnya, maka ini berarti kalian telah meninggalkan sunnah (ajaran) Nabi kalian. Seandainya kalian meninggalkan sunnah Nabi kalian, niscaya kalian akan sesat.” (HR. Muslim).

(mdk/ank)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.