Niat Mandi Wajib Mani Laki-laki dan Perempuan beserta Tata Caranya
Mandi wajib hukumnya adalah wajib bagi seseorang yang terkena hadas besar. Jika tidak bersuci dengan mandi wajib, maka dapat menghalangi dirinya untuk melakukan ibadah seperti sholat, membaca Al Quran, hingga thowaf.
Sebagai umat Islam, kita sangat dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan diri. Apalagi ketika hendak melaksanakan suatu ibadah, maka tindakan membersihkan diri atau bersuci ini menjadi wajib hukumnya.
Dalam Islam, bersuci juga disebut sebagai thaharah. Tujuannya adalah untuk menghilangkan hadas dan najis yang dapat mencegah sahnya salat seseorang. Salah satu bentuk thaharah yang sering kita lakukan adalah wudu sebelum melaksanakan salat.
Baca juga: Aturan Mandi Wajib Pria yang Benar Menurut Islam
Namun ada beberapa kondisi yang tidak cukup disucikan hanya dengan berwudu. Misalnya ketika keluarnya mani atau setelah melakukan hubungan badan antara suami-istri, maka diwajibkan untuk bersuci dengan melakukan mandi wajib.
Mandi wajib hukumnya adalah wajib bagi seseorang yang terkena hadas besar. Jika tidak bersuci dengan mandi wajib, maka dapat menghalangi dirinya untuk melakukan ibadah seperti salat, membaca Al Quran, hingga thowaf.
Dalam artikel berikut, kami akan menyampaikan bagaimana niat mandi wajib mani laki-laki dan perempuan beserta dengan tata cara pengerjaannya yang wajib diketahui.
Niat Mandi Wajib Mani
Dilansir dari situs web rumaysho.com, mani adalah cairan yang keluar saat seseorang bermimpi basah atau berhubungan badan. Ciri-ciri mani sendiri adalah memiliki warna keruh, memiliki bau yang khas, keluar dengan syahwat, dan membuat lemas. Dan ketika seseorang yang telah mengeluarkan mani hendak beribadah, diwajibkan untuk mandi wajib dan membaca niat mandi wajib mani terlebih dulu.
Mani tidak hanya dikeluarkan oleh laki-laki saja, namun perempuan pun juga dapat mengeluarkan cairan mani. Oleh karena itu, perempuan juga diwajibkan mandi wajib dan membaca niat mandi wajib mani ketika ketika mengeluarkan mani.
Berikut ini adalah bacaan niat mandi wajib mani,
Bismillahirahmanirahim nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbar minal janabati fardlon lillahi ta'ala
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta'ala.”
Niat mandi wajib mani juga menjadi salah satu syarat dari mandi wajib.
Syarat Mandi Wajib
Sebelum mengetahui bagaimana tata cara mandi wajib, ada baiknya kita juga memahami apa saja syarat-syaratnya terlebih dahulu.
Adapun syarat-syarat dari mandi wajib adalah sebagai berikut:
- Niat dalam hati
- Beragama Islam
- Berakal sehat
- Air yang digunakan suci dan mubah
- Tidak ada hal-hal yang menghalangi sampainya air ke kulit
- Telah berhentinya hal-hal yang mewajibkan mandi
Tata Cara Mandi Wajib
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, laki-laki perlu menyela pangkal rambut ketika mandi wajib. Namun, bagian ini tidak perlu dilakukan bagi perempuan.
Berikut ini adalah tata cara mandi wajib yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam menurut salah satu hadis,
"Dari Aisyah dia berkata, "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan. Beliau menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian membasuh kemaluan dan berwudu dengan wudhu untuk salat. Kemudian beliau menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata. Setelah selesai, beliau membasuh kepala sebanyak tiga kali, lalu beliau membasuh seluruh tubuh dan akhirnya membasuh kedua kaki." (HR. Bukhari dan Muslim).
Jika hadis tersebut dirunutkan, berikut cara mandi besar:
- Basuh kedua tangan
- Tuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian basuh kemaluan.
- Berwudhu seperti tata cara wudu untuk salat.
- Siram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata.
- Basuh kepala sebanyak tiga kali.
- Basuh seluruh tubuh.
- Basuh kedua kaki.
Kemudian tata cara mandi wajib bagi perempuan, selain tidak perlu menyela pangkal rambut, mereka juga tidak perlu membuka jalinan rambutnya. Hal ini telah dijelaskan dalam salah satu hadis yang artinya,
"Ummu Salamah bertanya kepada Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam, "Aku berkata, wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku ini perempuan yang sangat kuat jalinan rambut kepalanya, apakah aku boleh mengurainya ketika mandi junub? Maka Rasulullah menjawab, Jangan, sebetulnya cukup bagimu mengguyurkan air pada kepalamu 3 kali guyuran." (HR. Muslim).
Berikut adalah cara mandi besar untuk perempuan:
- Bacalah niat mandi wajib atau mandi junub terlebih dahulu.
- Bersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali, kemudian lanjutkan dengan membersihkan dubur dan alat kemaluan.
- Bersihkan kemaluan berikut kotoran yang menempel di sekitarnya dengan tangan kiri.
- Setelah membersihkan kemaluan, cuci tangan dengan menggosok-gosoknya dengan tanah atau sabun.
- Lakukan gerakan wudu yang sempurna seperti ketika kita akan salat, dimulai dari membasuh tangan sampai membasuh kaki.
- Bilas kepala dengan mengguyurkan air sebanyak 3 kali.
- Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air. Dimulai dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri. Pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut dibersihkan.