Musim Pancaroba Diprediksi Berlangsung hingga Agustus, BPBD Lebak Ingatkan Ini
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama, peralihan musim tersebut akan ditandai dengan munculnya sejumlah fenomena alam.
Masyarakat di wilayah Kabupaten Lebak, Banten diminta waspada terkait musim pancaroba yang diprediksi akan berlangsung hingga Agustus 2022 mendatang.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama, peralihan musim tersebut akan ditandai dengan munculnya sejumlah fenomena alam.
"Biasanya, masa peralihan dari itu ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir," kata Febby, Rabu (6/4), mengutip ANTARA.
Potensi Bencana Alam dengan Korban Jiwa
Banjir di Lebak
©2020 Merdeka.com/Dwi Prasetya
Febby mengungkapkan, perubahan musim yang berlangsung mulai April ini berpotensi menimbulkan bencana banjir, longsor, pergerakan tanah, angin puting beliung, kebakaran, hingga gelombang tinggi.
Pihaknya memberikan peringatan kepada masyarakat agar bisa mengurangi risiko bencana, termasuk korban jiwa maupun kerusakan material yang cukup besar.
Masyarakat di Daerah Rawan Bencana Diminat Waspada
Febby juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca buruk serta dampaknya
"Kami sudah menyampaikan surat peringatan kewaspadaan kepada relawan kecamatan dan relawan desa siaga guna mengantisipasi bencana alam agar tidak mengakibatkan korban jiwa," katanya menjelaskan.
Saat ini, lanjut Febby, BPBD Lebak mengoptimalkan pelayanan untuk penanganan bencana melalui pendirian posko utama melalui pemberlakuan piket bergantian oleh petugas dan relawan inti.
Selain itu juga disiapkan logistik dan peralatan evakuasi serta tenda pengungsian untuk penanganan setelah bencana alam agar terpenuhi pelayanan kebutuhan dasar.
BPBD Lebak juga berkoordinasi dengan TNI, Polisi, Dishub, Relawan Tagana, PMI, PLN, DPUPR, Kemensos, Ketapang, Basarnas dan BNPB.
"Kami tetap mengutamakan pertolongan dan keselamatan warga jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam," katanya.
Berdasarkan data yang disampaikan BPBD Kabupaten Lebak, sepanjang Januari-Februari 2022 ini tercatat 109 bencana melanda Kabupaten Lebak dengan dampak ratusan rumah rusak dan menimbulkan kerugian sekitar Rp4,4 miliar tanpa adanya korban jiwa.
"Kita berharap musim pancaroba itu tidak menimbulkan bencana alam," pungkasnya.