Murah Meriah, Serabi di Lembang Ini Jadi Rekomendasi Wisata Kuliner Malam
Kedai surabi ini sudah eksis sejak tahun 21 tahun lalu.
Ada banyak kuliner khas malam yang bisa dinikmati saat berwisata ke wilayah Lembang di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kue surabi, jadi salah satunya.
Makanan tradisional Sunda ini memang jadi daya tarik bagi setiap masyarakat yang berkunjung. Memiliki tekstur lembut dengan ragam toping, kue surabi yang disajikan hangat mampu mengusir hawa dingin di destinasi pegunungan itu.
Untuk menikmati jajanan ini, pengunjung bisa menikmatinya di kedai Surabi Haneut, Jalan Lembang – Tangkuban parahu, Kecamatan Lembang dengan harga yang tentunya ramah di kantong. Berikut selengkapnya.
Ada Varian Asin sampai Manis
©2023 YouTube Liputan6/Merdeka.com
Seperti kebanyakan surabi Sunda, kedai ini menjual dua jenis kue surabi dengan rasa asin dan manis. Namun jangan salah, dari masing-masing jenis itu, pengunjung bisa memilih berbagai varian toping seperti ayam suwir, telur, oncom dan original gurih.
Untuk yang manis, beberapa varian juga dijual di sini, seperti keju, susu sampai durian yang sangat legit. Keseluruhannya begitu pas menyatu dengan bahan surabi dari tepung beras dan santan kelapa yang lumer di mulut.
“Saya di sini sukanya yang varian rasa keju-durian soalnya rasanya pas dan cocok dengan lidah saya” kata salah satu wisatawan asal Bogor, Zahra, mengutip YouTube Liputan6
Bisa Lihat Pembuatannya Langsung
Selain mencicipi rasanya, penikmat juga bisa secara langsung melihat proses pemasakannya yang masih dilakukan secara tradisional. Di sini, proses pembuatannya masih menggunakan cetakan dari tanah liat dan dimasak menggunakan arang.
Aroma lezat pun begitu terasa di sekitar area kedai tersebut. Kondisi ini membuat para pengunjung yang datang ingin terus mencicipi kue berbahan sederhana itu.
Zahra menambahkan, cita rasa surabi di kedai Surabi Haneut Lembang ini berbeda dari yang lain, karena tidak terlalu manis cocok berpadu dengan bahan utamanya.
“Kalau di sini, rasanya lebih ke nggak terlalu manis, sama pas aja (ketika dimakan)” katanya lagi
Selain surabi, minuman tradisional bandrek juga cocok dinikmati bersama surabi untuk mengusir hawa dingin Lembang.
Sudah Berjualan Sejak 21 Tahun Lalu
©2023 YouTube Liputan6/Merdeka.com
Sementara itu menurut sang pemilik, kedai surabinya sudah eksis sejak tahun 2000 silam. Proses pemasakannya serta bahan bakarnya yang menggunakan arang juga sudah digunakan sejak pertama didirikan.
Saat musim liburan seperti sekarang ini, sebanyak enam kilogram adonan mampu dihabiskan untuk pembuatan surabi. Sedangkan di hari biasa, penjualan hanya mencapai setengahnya, yakni 3,5 kilogram.
“Kalau liburan begini bisa sampai enam kilogram adonan, kalau di luar musim liburan ya hanya 3,5 kilogram. Kalau berapa buah surabi yang berhasil terjual, saya tidak hitung” kata pemilik warung Saepudin Siregar
Saepudin pun menjamin surabinya tetap berkualitas dengan harga yang tidak menguras kantong alias murah meriah. Untuk satu buahnya, ia banderol mulai dari Rp3 ribu sampai Rp 5 ribu, tergantung varian topingnya.