Menjajal Cita Rasa Ladu dan Ceprus, Kudapan Legendaris Garut yang Tak Boleh Terlewat
Sama seperti dodol, ladu dan ceprus memiliki cita rasa yang manis dan cocok dimakan di waktu santai. Kenikmatannya akan semakin lengkap ketika ditemani dengan secangkir teh tawar, maupun kopi pahit.
Ladu dan Ceprus menjadi kudapan khas Garut yang terkenal. Makanan ini ada sejak puluhan tahun silam, hingga menjadi legenda di sana. Setiap masa liburan, keduanya kerap menjadi incaran dari para wisatawan.
Sama seperti dodol, ladu dan ceprus memiliki cita rasa yang manis dan cocok dimakan di waktu santai. Kenikmatannya akan semakin lengkap ketika ditemani dengan secangkir teh tawar, maupun kopi pahit.
Kuliner khas ini bisa menjadi alternatif oleh-oleh selain dodol yang tak boleh dilewatkan saat bertandang ke kota berjuluk Swiss van Java itu. Berikut selengkapnya.
Berasal dari Garut Selatan
Proses pembuatan kudapan Ladu ©2023 YouTube Garut Turunan Kidul/Merdeka.com
Mengutip laman Budaya Indonesia, Selasa (24/1), ladu dan ceprus merupakan kekayaan kuliner di wilayah Garut Selatan. Kedua makanan ini berbeda, namun sama-sama memiliki cita rasa yang manis dan legit.
Ceprus diketahui terbuat dari singkong utuh yang dibakar dan diberi cairan gula merah/aren cair (kinca). Menurut masyarakat, saat ini makan ceprus terbilang langka, karena sudah sedikit yang menyajikan.
Bagi masyarakat setempat, makanan ini tidak hanya istimewa disajikan sebagai kudapan melainkan sebagai sajian saat hajatan. Saat masuk ke mulut, ceprus rasanya manis, gurih, legit dan juga lembut. Agar mudah dimakan, ceprus juga dipotong-potong menyerupai dadu, lalu dibakar dan disajikan selagi hangat menggunakan gula aren cair.
Ladu yang Kasar Namun Nagih
Setelah ceprus, ladu menjadi makanan yang disukai oleh masyarakat terutama di wilayah Garut Selatan. Kudapan ini begitu unik, lantaran bertekstur kasar. Walau begitu, dia lembut di dalam dan lumer.
Mengutip Liputan6, ladu biasanya dibuat dari beras ketan, kemudian dicampurkan dengan kelapa, dan gula merah.
Menurut sejarahnya makanan ini sudah ada sejak tahun 1930 an. Saat itu kalangan ibu rumah tangga banyak membuatnya untuk disajikan dalam menyambut tamu. Ladu pun sukses membuat para penikmatnya jatuh cinta.
Untuk saat ini, sudah tidak banyak warga yang membuatnya. Namun wisatawan tidak perlu khawatir, karena ladu bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional, terutama di wilayah Malangbong.
Membuat Ladu khas Garut
Untuk membuat ladu, hal pertama yang harus dipersiapkan adalah kelapa yang sudah cukup tua dan airnya sedikit. Kelapa kemudian diparut.
Selanjutnya siapkan bahan lain berupa beras ketan yang telah direndam lalu dikeringkan, untuk selanjutnya disangrai. Setelah itu beras digiling menjadi tepung, dan dicampurkan ke dalam adonan kinca yang terdiri gula merah cair, kelapa parut dan gula pasir.
Seluruh bahan lalu diaduk hingga merata dan tidak menggumpal. Proses mengaduk terus dilakukan sampai adonan menjadi sedikit mengeras namun tetap lembut. Bagian terakhir, ladu kemudian dibentuk bulat memanjang dan dipotong sesuai kebutuhan untuk diedarkan maupun disantap.