LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Mengenal Si Perut Laper, Aplikasi Pemprov Jabar yang Membantu Para Petani

Berkaca dari kuatnya komoditas pertanian dan pangan, Pemprov Jabar berupaya berinovasi dengan mengeluarkan teknologi pertanian berbasis sistem informasi peta bernama Si Perut Laper (Sistem Informasi Peta Peruntukan Lahan Perkebunan).

2020-06-23 19:32:00
Jabar
Advertisement

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan bahwa selama masa pandemi Covid-19, hanya sedikit sektor yang mampu bertahan, di antaranya adalah sektor pangan dan pertanian. Hal tersebut terlihat dari persentase penurunan pertumbuhan ekonomi sektor ini yang hanya 0,9%.

Hal tersebut berbeda jauh dengan sektor jasa dan manufaktur yang mengalami persentase penurunan pertumbuhan ekonomi hingga 7,2% menjadi 2,4%.

"Sektor pangan dan pertanian terkoreksinya tidak terlalu besar, hanya turun 0,9 persen," ujar Ridwan Kamil saat menjadi narasumber webinar bertema 'Sistem Pangan Berkelanjutan Jabar di Era Kebiasaan Baru' dari Gedung Pakuan, Kota Bandung Jumat (19/6) seperti dilansir dari Liputan6.com.

Advertisement

Berkaca dari kuatnya komoditas pertanian dan pangan tersebut, Pemprov Jabar berupaya berinovasi dengan mengeluarkan teknologi pertanian berbasis sistem informasi peta bernama Si Perut Laper (Sistem Informasi Peta Peruntukan Lahan Perkebunan).

Menghindari Kesalahan Pemanfaatan Lahan

Advertisement

©2020 Merdeka.com

Dilansir dari menpan.go.id, sesuai dengan namanya, teknologi tersebut berupaya membantu para petani atau masyarakat yang memiliki minat bertani dalam membaca potensi lahan melalui pemetaan digital. Hal ini dapat mengurangi dampak ketidaksesuaian antara lahan dengan komoditas yang ditanam.

“Dengan sistem ini petani bisa memastikan kondisi lahan seperti cuaca, kemiringan, dan jenis komoditas yang pas untuk masyarakat. Tidak hanya membuat lahan bisa produktif dan menyelamatkan lingkungan, tapi juga warga desa tidak perlu lagi untuk hijrah ke kota,” ujar Ridwan Kamil.

Ikut Membantu Memperbaiki Lahan

Salah satu keunggulan dari Si Perut Laper adalah mampu membantu memperbaiki lahan yang rusak. Para petani bisa membuat lahan menjadi lebih produktif sehingga bisa menyelamatkan lingkungan dari ancaman bencana seperti longsor.

“SDGs-nya ada tiga: ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sebelumnya tanah nganggur, sekarang bermanfaat. Dulu warganya tidak ada kerjaan, sekarang sibuk di kebun, dan lingkungan yang rusak, kini jadi lebih baik,” jelasnya.

Cara Kerja Si Perut Laper

©2020 Merdeka.com

Inovasi yang telah dikembangkan sejak pertengahan 2016 ini memberi rekomendasi budidaya komoditas perkebunan pada lokasi lahan tertentu melalui analisis tumpang tindih peta (overlapping maps) yang meliputi topografi, jenis tanah, geologi, dan klimatografi.

Tidak hanya itu, Si Perut Laper juga memberikan informasi tentang faktor-faktor pembatas yang dimiliki lahan, seperti kemiringan lereng, tekstur tanah, ketersediaan oksigen, retensi hara, temperatur udara, dan curah hujan. Hal ini diperlukan untuk mendorong perkebunan berkelanjutan melalui perlindungan lahan dan pelestarian lingkungan hidup.

Memaksimalkan Ketahanan Pangan Pasca Pandemi Covid-19

©2020 Merdeka.com

Menurut Emil, setelah berakhirnya masa pandemi Covid-19, pihaknya akan memanfaatkan Si Perut Laper dalam memaksimalkan sektor pertanian dan ketahanan pangan sebagai salah satu unggulan Jabar menuju provinsi swasembada di masa depan melalui teknologi digital.

Dari situ, Jabar bisa mengurangi impor pangan secara bertahap. Kemudian, perdagangan antar daerah juga bisa lebih dikendalikan dengan tidak bergantung pada mekanisme pasar.

"Ketahanan pangan ini juga berpengaruh terhadap inflasi yang kuncinya adalah jaminan pasokan dan mata rantai diperbaiki. Jangan sampai orang Bogor beli telur di Jakarta padahal telurnya berasal dari Sukabumi," kata Emil.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.