Mengenal Sesar Ciremai, Patahan Aktif yang Kerap Sebabkan Gempa di Kabupaten Kuningan
Penyebab utama dari gempa di Kabupaten Kuningan tersebut berasal dari salah satu patahan aktif bernama Sesar Ciremai. Sesar tersebut diketahui memiliki magnitudo bertarget mencapai 6,5, dengan laju geser sesar 0,1 milimeter per tahun
Selasa malam (17/11) pukul 23.21.36 WIB Kuningan Jawa Barat diguncang gempa tektonik dengan kekuatan 3.1 magnitudo. Menurut data yang dikeluarkan dari situs resmi BMKG, getaran tersebut berpusat pada koordinat episenter 6.90 LS (Lintang Selatan) dan 108.47 BT (Bujur Timur) dengan kedalaman 6 kilometer.
Bahkan getaran tersebut turut dirasakan di delapan kecamatan yakni Kecamatan Kuningan, Darma, Pasawahan, Kadugede, Cigugur, Jalaksana, Japara, hingga Cilimus. Sampai dengan sore ini (Rabu 18/11) belum ada laporan resmi terkait kerusakan yang diakibatkan oleh gempa dangkal tersebut.
Seperti dilansir dari Antara, penyebab utama dari gempa di Kabupaten Kuningan tersebut berasal dari salah satu patahan aktif bernama Sesar Ciremai. Lantas seperti apa karakter dari patahan tersebut. Berikut informasinya.
Patahan Aktif dengan Target Magnitudo Sebesar 6,5
Gunung Ciremai
©Liputan6.com/Panji Prayitno
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menyebutkan salah satu karakter dari sesar ciremai adalah memiliki magnitudo yang bertarget hingga 6,5 sr.
"Sesar Ciremai merupakan sesar aktif. Sesar ini memiliki magnitudo tertarget mencapai 6,5 dengan laju geser sesar 0,1 milimeter per tahun," kata dia di Jakarta, Rabu 18/11.
Selain itu, dia juga mengungkapkan jika sesar ciremai lah yang menyebabkan wilayah Kabupaten Kuningan dan sekitarnya kerap dilanda gempa bumi.
“Sebelumnya, pada 29 September 2019 di wilayah tersebut juga terjadi gempa berkekuatan 2,9 yang mengguncang wilayah Kuningan, Cikijing, Kadugede, Sangkanurip, Kalimanggis dan Bojong. Gempa dirasakan juga pernah terjadi pada 8 Februari 2018 dengan kekuatan 3,1 dan 25 Juni 2019 dengan kekuatan 2,6.” Terangnya
Kerap Getarkan Gunung Ciremai
Dikutip dari kanal Facebook Gunung Ciremai diketahui jika sekitar wilayah tersebut memang kerap diguncang gempa yang diduga berasal dari sesar ciremai. Termasuk gempa tektonik di tahun 1947, 1955 dan 1973 yang sempat menyebabkan erupsi freaktik di gunung terbesar di Jawa Barat tersebut.
Untuk gempa yang dirasakan semalam, getaran yang ditimbulkan oleh sesar ciremai hanya sebesar II MMI, atau guncangan hanya dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan gerakan dari benda-benda ringan yang digantung.
"Episentrum" gempa yang terjadi dangkal (shallow crustal earthquake) dan terdapat di timur Lembang pada jarak 100 kilometer.” Tulis akun tersebut
Hingga Rabu (18/11) hari ini, hasil pengamatan BMKG masih belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan di kawasan gunung ciremai dan sekitarnya sehingga warga diimbau untuk tetap tenang.