LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Mengenal Sabeni, Jawara Silat Asal Betawi yang Mirip Karakter IP Man

Jakarta memang gudangnya tokoh pencak silat tradisional khas Betawi, mulai dari si Pitung, si Jampang hingga yang menarik Sabeni. Sabeni sendiri merupakan jawara silat yang memiliki jurus khusus dan memukau tentara Jepang hingga ditunjuk menjadi pelatih para pasukan Jepang.

2020-04-19 11:04:00
Jabar
Advertisement

Jika kita kembali ke masa lampau dan mengingat kota Jakarta, pasti yang terpikir oleh kita adalah jagoan silatnya. Jakarta memang terkenal sebagai tempat dari beragam tokoh bela diri tradisional khas Indonesia. Seperti si Pitung, lalu ada juga Si Jampang dan terakhir adalah Sabeni.

Sabeni sendiri merupakan jagoan silat yang berasal dari Kawasan Tenabang (sekarang Tanah Abang) Jakarta dan lahir pada tahun 1860 -1945. Ia terkenal seantero Jakarta karena mengenalkan jenis silat baru bernama silat Sabeni. Namanya kemudian dijadikan nama dari sebuah jalan di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Advertisement

Berhasil Mengalahkan Tokoh-tokoh Besar

Seperti dikutip dari akun Sabenitenabang.com, pada saat itu Sabeni menjadi terkenal karena berhasil mengalahkan tokoh penguasa di kawasan Kemayoran, Jakarta (lebih dikenal Macan Kemayoran). Saat itu, anak Macan Kemayoran hendak dilamar oleh Sabeni.

Selain berhasil menumbangkan Jawara asal Kemayoran, Sabeni juga mengalahkan Jagoan Beladiri Kuntao asal negeri Tiongkok yang didatangkan langsung oleh Penjajah Belanda.

Hal itu karena pihak Belanda tidak suka dengan kebiasaan Sabeni melatih silat pada anak-anak muda Jakarta pada masa itu.

Advertisement

Memiliki Aliran Silat Khusus

2020 Merdeka.com

Seperti yang dilansir dari Merdeka.com, Sabeni juga diketahui memiliki jenis aliran bela diri khusus, yaitu seni Bela Diri Sabeni. Sesuai dengan namanya, pada saat itu hanya dia yang menguasa seni bela diri tersebut. Ia juga berupaya mengajarkan kepada para pemuda setempat.

Aliran Sabeni sendiri diketahui memiliki banyak cabang setelah diturunkan kepada keturunannya. Dari sana kemudian dibentuk aliran Silat Sabeni Cing Mus.

Aliran Sabeni Cing Mus dikatakan berasal dari nama Mustofa yang menelurkan dan mengajarkan keturunannya hingga masih ada sampai saat ini.

Ada lima jurus yang dipelajari dari Silat Sabeni Cing Mus. Jurus pertama yang merupakan jurus dasar yaitu cara China.

Lalu jurus kelabang nyebrang, empat persegi dan empat lima pancar. Dari ke empat jurus tersebut, jurus pamungkas aliran Cing Mus yaitu jurus selat bumi.

"Jurus selat bumi itu paling lengkap, makin tinggi kita belajar, makin susah," ujarnya.

Selain itu, terdapat pula Jurus unik lainnya yang dikembangkan oleh keturunan ke 7 Almarhum Sabeni, yaitu Jurus Maen Pukulan. Jurus tersebut dikembangkan oleh M. Ali Sabeni.

Ciri khasnya aliran Maen Pukul Sabeni memiliki 15 teknik pukulan. Pertama, Jalan Jurus I, Jalan Jurus Kotek, Jalan Jurus Sikut, Jalan Jurus Tampar Monyet, Jalan Jurus Sendok, Jalan Jurus Pulir, Jalan Jurus China 1 dan China 2, Jalan Jurus Genggang, Jalan Jurus Tangkis Sangkolan/Pukulan Lawan, Jalan Jurus Kelabang Nyebrang, Jalan Jurus Empat Kalima Pancer, Jalan Jurus Longok, Jalan Jurus Merak Ngigel, Jalan Jurus Naga Ngerem dan Jalan Jurus Selat Bumi.

Mirip Kisah IP Man

Ilustrasi Sabeni

sabenitenabang.com 2020 Merdeka.com

Pada saat itu Sabeni mencoba menebus anaknya Syaei yang menjadi tawanan tentara Jepang. Sehingga Sabeni ditahan di Markas Kampetai.

Saat Sabeni ditahan, pemimpin Jepang di Jakarta saat itu mengetahui bahwa Sabeni merupakan jawara silat. Pemimpin terebut mencoba mengetahui kemampuannya dengan mengerahkan jagoan taekwondo dan sumo dan dinyatakan menang.

Kemahiran dalam atraksi bela diri, membuat pemimpin Jepang tertarik. Ia ingin mengajak kerja sama dengan Sabeni untuk melatih tentara jepang di negeri matahari tersebut.

Namun usia Sabeni yang saat itu menginjak 80-an tahun akhirnya Sabeni mengutus salah satu muridnya. Hal ini juga menjadi sejarah, di mana Sabeni menjadi orang Betawi pertama yang mengajarkan silat kepada pasukan Jepang.

"Tetapi karena umur engkong Sabeni yang sudah tua 85 tahun, akhirnya diutusnya salah satu muridnya untuk ke Jepang," ujar Zul, salah satu keturunan Sabeni.

Hal tersebut mirip dengan kisah IP Man di mana pendekar tersebut ditantang oleh ahli Taekwondo dan berhasil mengalahkannya. Setelah itu IP Man dikagumi dan dipercaya untuk melatih pasukan Jepang di negara asalnya.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.