Mengenal Nyerere, Tradisi Bermain Sapu Lidi untuk Gambarkan Kerukunan Warga Ciamis
Dalam setiap penampilannya, terdapat seseorang yang memainkan tokoh tinggi besar itu. Mereka memainkannya dengan cara menari, mengikuti iringan musik tradisional Sunda.
Sosok tinggi besar yang berjalan agak gontai menjadi ciri khas dimulainya acara nyerere asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. tradisi ini terbilang unik, karena menggunakan media nyere (sapu lidi dalam bahas Sunda) untuk pertunjukan.
Dalam setiap penampilannya, terdapat seseorang yang memainkan tokoh tinggi besar itu. Mereka memainkannya dengan cara menari, mengikuti iringan musik tradisional Sunda.
Seni nyerere biasanya ditampilkan saat acara-acara tertentu seperti saat pelaksanaan Galuh Ethnic Carnaval 2022, sekaligus hari jadi Kabupaten Ciamis yang ke-380 pada 11 Juni.
Di momen itu, masyarakat Ciamis berkumpul di pusat kota untuk menyaksikan keunikan nyerere. Menurut cerita, tradisi unik ini menggambarkan filosofi warga di sana yang guyub dan rukun dalam bermasyarakat. Berikut selengkapnya.
Simbol Kreativitas Warga
©2023 YouTube Seni Sunda Pisan Channel/ Merdeka.com
Dilansir dari Instagram @budaya.kuring, Rabu (22/2), tradisi ini mulanya berangkat dari kreativitas warga setempat yang mengubah sapu lidi menjadi berbagai bentuk termasuk sosok berbadan besar. Kreativitas tersebut didukung dengan bahan yang melimpah karena wilayah Ciamis merupakan sentra pembuatan sapu lidi di Jawa Barat.
Desa Sukamaju menjadi tempat dibuatnya ragam sosok untuk acara nyerere karena di sana, kekayaan pohon kelapanya melimpah.
Selain dibuat menyerupai sosok, lidi-lidi tersebut juga diubah menjadi sejumlah benda yang dipakai sehari-hari, seperti topi, pakaian dan topeng. Ini yang kemudian menyemarakkan gelaran seni nyerere.
Diarak di Jalanan Kota
©2023 YouTube Seni Sunda Pisan Channel/ Merdeka.com
Nyerere sendiri biasanya dimainkan secara berkelompok, yang masing-masing orangnya memiliki peran. Pembagiannya seperti memainkan sosok besar, lalu memainkan musik pengiring seperti gendang, gamelan mini dan kecrek.
Setelah semua formasi tersusun, mereka langsung menampilkan aksinya di jalanan pusat kota Ciamis untuk berkeliling dan memancing perhatian warga. Gerakan sosok yang diaminkan disesuaikan dengan alunan musik bertempo progresif yakni kadang cepat dan kadang lambat.
Ketinggian sosok besar nyerere beragam, mulai dari dua sampai dua setengah meter. Jika dilihat sepintas, sosok yang terbuat dari sapu lidi itu mirip dengan ‘bebegig’ atau orang-orangan sawah jerami.
Simbol Guyub Rukunnya Masyarakat Ciamis
©2023 YouTube Seni Sunda Pisan Channel/ Merdeka.com
Adapun seni nyerere merupakan perwujudan karakter manusia yang artistik dan estetik. Ini dilihat dari kemampuan menciptakan karya baru dari hasil kreasi sapu lidi yang sudah ada sebelumnya.
Ini turut membentuk nilai simbolis melalui rapatnya susunan nyere atau lidi di sosok yang dibuat, dan menggambarkan guyub rukunnya masyarakat setempat. Gagasan ini juga terlihat dari kelompok pemain yang kompak menampilkan kesenian tersebut.
Nyerere menjadi salah satu kesenian khas Kabupaten Ciamis yang harus terus dilestarikan karena memiliki nilai edukasi dan mengangkat sisi kreativitas para pemainnya.