LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Mengenal Nistagmus dan Penyebabnya, Kondisi Ketika Gerakan Mata Tidak Terkendali

Nistagmus adalah istilah medis untuk menggambarkan gerakan mata yang tidak disengaja dan tak terkendali.

2022-10-26 07:07:00
Jabar
Advertisement

Nistagmus adalah istilah medis untuk menggambarkan gerakan mata yang tidak disengaja dan tak terkendali. Mata dapat bergerak secara vertikal, horizontal, melingkar, atau bahkan tidak menentu ke arah yang berbeda.

Kondisi ini mempengaruhi sekitar 1 dari setiap 1.000 orang. Kecepatan gerakan mata yang tidak terkendali juga bervariasi, dan biasanya terjadi pada kedua mata. Kondisi ini bisa bersifat bawaan atau didapat di kemudian hari.

Nistagmus yang paling umum adalah nistagmus bawaan, yang menyumbang sekitar 80% kasus. Pada nistagmus bawaan, biasanya akan muncul pada usia 6-12 minggu. Namun, seseorang yang telah memperoleh nistagmus dapat mengembangkan kondisi ini pada usia berapa pun.

Advertisement

Dalam artikel kali ini, kami akan sampaikan lebih lanjut tentang nistagmus yang dikutip dari laman Medical News Today.

Jenis Nistagmus

Nistagmus dapat menyebabkan mata membuat gerakan yang berbeda. Terdapat dua jenis utama dari nistagmus, yaitu pendular dan jerk. Dokter dapat menentukan dua jenis ini berdasarkan arah Gerakan mata Anda.

Advertisement
  • Nistagmus pendular, atau horizontal: Mata bergerak maju mundur seperti pendulum.
  • Nistagmus jerk, atau tersentak: Mata bergerak ke satu arah dan kemudian dengan cepat bergerak atau menyentak ke arah lain.
  • Nistagmus vertikal: Mata bergerak ke atas dan ke bawah.
  • Nistagmus rotary: Mata bergerak tak terkendali dalam lingkaran.

Gejala Nistagmus

Selain gerakan mata yang cepat dan tidak terkendali, gejala umum lainnya yang mungkin dialami penderita nistagmus antara lain:

  • sensitivitas cahaya
  • merasa pusing
  • kesulitan melihat dalam gelap
  • bermasalah dengan penglihatan
  • memiringkan kepala untuk memperlambat gerakan mata

Anak-anak yang menderita nistagmus biasanya tidak mengalami perasaan vertigo seperti yang dialami oleh orang dewasa atau sensasi lingkungan yang bergetar.

Penyebab Nistagmus

Menurut American Academy of Ophthalmology, penyebab utama dari istagmus meliputi:

  • riwayat keluarga
  • masalah telinga bagian dalam
  • sklerosis ganda
  • stroke pada orang tua
  • cedera kepala pada orang yang lebih muda
  • katarak atau strabismus pada bayi
  • beberapa obat, seperti lithium
  • alkohol atau penggunaan narkoba
  • kekurangan pigmen, atau memiliki albinisme
  • penglihatan berkurang

Penyebab lainnya

Nistagmus juga bisa menjadi gejala dari suatu kondisi yang disebut vertigo posisi paroksismal jinak (BPPV). Seseorang dengan BPPV mengalami serangan vertigo yang singkat dan intens. Selama episode ini, mereka mungkin juga akan mengalami gerakan mata yang tidak normal.

Pada beberapa orang, penyebab pasti BPPV masih belum diketahui. Para ahli percaya bahwa kelainan yang mempengaruhi telinga bagian dalam menyebabkan sebagian besar kasus BPPV. Kristal di telinga bagian dalam yang copot dan mengganggu keseimbangan saraf juga dapat menyebabkan BPPV.

Pengobatan Nistagmus

Saat ini tidak ada obat untuk mengatasi nistagmus, tetapi dokter dapat mengobati kondisi tertentu yang mendasarinya, seperti katarak dan strabismus yang terjadi di masa kanak-kanak.

Kacamata atau lensa kontak seringkali menjadi pengobatan terbaik untuk orang yang menderita nistagmus kongenital (bawaan). Alat ini memang tidak dapat menghilangkan nistagmus, tetapi dapat membantu penglihatan. Selain itu, beberapa bentuk nistagmus kongenital menunjukkan tanda-tanda perbaikan ketika anak menjadi dewasa.

Dalam kasus di mana obat menjadi penyebab nistagmus, kondisi ini cenderung hilang setelah seseorang berhenti mengonsumsi obat. Mengatasi penyebab yang dapat diobati – seperti kondisi medis yang mendasari atau penggunaan alkohol atau narkoba – juga dapat membantu mengatasi nistagmus pada beberapa orang.

Suntikan toksin botulinum (Botox) mungkin cukup efektif untuk orang dengan nistagmus yang didapat, namun tidak bagi mereka yang memiliki nistagmus bawaan. Penelitian juga menunjukkan bahwa obat-obatan seperti gabapentin, baclofen, dan memantine dapat mengurangi efek nistagmus yang didapat.

(mdk/ank)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.