Mengenal Ngabegerkeun Lauk, Proses Mengawinkan Ikan ala Warga Perkampungan Garut
Terdapat proses yang panjang dalam menjalankan tradisi tersebut. Biasanya, pemilik balong atau kolam ternak ikan akan mulai memisahkan antara ikan jantan dan betina. Warga di sana juga punya cara tersendiri untuk mengetahui jenis kelamin dari ikan yang akan dikawinkan.
Warga di Kampung Kadubongkok, Desa Mekarjaya, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat punya tradisi ngabegerkeun lauk. Ini merupakan cara peternak setempat mengawinkan ikan yang dibudidayakan. Telur yang dihasilkan untuk menetaskan ikan disebut memiliki kualitas yang baik.
Dalam bahasa Indonesia,ngabegerkeun berarti dewasa, atau siap kawin/menikah. Sehinggatradisi ngabegerkeun laukini secara harfiah mempunyai arti mengawinkan ikan yang sudah siap kawin.
Proses ngabegerkeun laukcukup panjang. Biasanya, pemilik balong atau kolam ternak ikan akan mulai memisahkan antara ikan jantan dan betina. Warga di sana juga punya cara tersendiri untuk mengetahui jenis kelamin dari ikan yang akan dikawinkan.
Demen, salah satu warga Kadubongkok menceritakan bagaimana proses perkawinan ikan yang biasa dilakukan. Berikut informasi selengkapnya, dirujuk dari kanal YouTube Petualangan Alam Desaku, Selasa (13/6).
Mulanya memisahkan jenis kelamin ikan
©2022 mfcepusluh.bpsdmkp.kkp.go.id/Merdeka.com
Saat diwawancarai, Demen menceritakan langkah demi langkah tradisi ngabegerkeun lauk ini. Mulanya dia dan istri akan terjun ke kolam untuk memisahkan jenis ikan yang akan dikawinkan.
“Iyeu keur ngabegerkeun lauk (ini sedang mengawinkan ikan), ini jenisnya ikan nilem, tawes sama emas. Istilah di kampung mah, ngabegerkeun, ” kata Demen, beberapa waktu lalu.
Ikan harus dipisahkan terlebih dahulu sesuai jenisnya agar proses perkawinan bisa maksimal. Cara yang dilakukan adalah, hanya dengan melihat cairan putih yang keluar dari bawah ikan.
“Kalau dipencet ada putih-putihnya, ini berarti jalunya (ikan jantan),” terang Demen.
Ikan dipindahkan ke kolam lain
Demen menceritakan bahwa ikan yang sudah dipisahkan akan terlebih dahulu disimpan di dalam alat anyaman bambu. Selanjutnya ikan akan dipindahkan ke kolam lain. Kolam kedua ini harus memiliki air yang baru, dan bersih.
Ikan akan nyaman kawin di air segar, sehingga bisa menghasilkan telur yang menetaskan ikan dengan kualitas baik. Upaya ini sekaligus untuk menguras kolam lama, dan mengganti airnya agar ikan bisa hidup dengan baik.
“Jadi ini proses menyatukan dengan bikangnya (betina), biasanya mereka nanti akan bertelur,” terangnya
Dia juga menunjukkan bahwa tidak semua ikan siap dikawinkan. Salah satu cirinya adalah mengeluarkan cairan mirip sperma. Sehingga diperlukan kejelian untuk memilah jenis ikan agar bisa menghasilkan telur.
3 banding 1
Demen sendiri membagikan rahasianya agar telur yang dihasilkan betina lebih banyak. Biasanya akan diterapkan 3 banding 1. Dalam satu kali proses ngabegerkeun lauk ini, 3 jantan akan mengawini 1 betina di kolam khusus.
“Kalau di kolam yang lama itu, si ikan nggak mau kawin. Kudunamah iyeu disaatan dugi ka samingguan (harusnya itu kolam lama diasatin dulu selama satu minggu),” katanya lagi
Di kolam itu, selain berisi air baru yang jenis, juga akan diberi serabut yang sudah dibakar sebagai tempat telur. Menurut Demen, telur-telur ikan yang dihasilkan akan menempel di serabut dan mudah untuk dipanen.
“Untuk tempat telurnya nanti pakai arang, telurnya bakal banyak (nempel) di sini. Nah setelah 3 sampai 4 hari itu sudah menetas,” katanya lagi.
Serabut arang yang disiapkan Demen sebanyak dua unit, dan ditaruh secara mengapung di tengah kolam kedua yang sudah diganti airnya.