Mengenal Momala, Jagung Unik Berwarna Ungu Dari Gorontalo yang Bisa Tingkatkan Imun
Di tempat asalnya itu biasanya masyarakat setempat kerap mengolah jagung tersebut untuk kebutuhan pangan hingga pewarnaan alami. Disebutkan juga jika Momala memiliki kandungan gizi yang kompleks sebagai penguat imun tubuh.
Jika selama ini jagung kerap ditemui dengan warna kuning cerah, berbeda halnya dengan Momala di Provinsi Gorontalo. Momala merupakan salah satu varietas jagung asli wilayah setempat dengan karakteristik bijinya yang berwarna ungu pekat.
Di tempat asalnya itu biasanya masyarakat setempat kerap mengolah jagung tersebut untuk kebutuhan pangan hingga pewarnaan alami. Disebutkan juga jika Momala memiliki kandungan gizi yang kompleks sebagai penguat imun tubuh.
Seperti melansir dari Mongabay, jagung Momala disebutkan tersebar di beberapa daerah di wilayah Bumi Serambi Madinah di antaranya Desa Pangeya, Sari Tani, Bongo I, Bongo II, Bongo III, Raharja, Tanjung Harapan, Dimito, dan Desa Dulohupa.
Berikut informasi selengkapnya yang berhasil dirangkum seputar jagung ungu Momala yang unik.
Kandungan Protein Tinggi dan Rendah Lemak
©2021 marcheaozora.com/Merdeka.com
Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Jambura Biosfer tahun 2019 lalu, Jagung Momala memiliki beberapa kandungan yang cukup kompleks di antaranya karbohidrat, protein, lipida, kandungan air serta abu.
Dalam penelitian tersebut, kandungan protein bahkan disebutkan paling tinggi dibanding dengan jenis jadung lainnya (jenis pena tunu’ ana’, piet kuning, gumarang, dan lamuru) yakni sebesar 11 persen.
“Kandungan protein momala sebesar 11,51 ± 0,24 %, dan yang terendah adalah jagung varietas gumarang sebesar 6,88±0.01 %, dengan kandungan air 14,82 ± 0,04 %,” tulis Rizal Suleman dkk, (peneliti).
Untuk kandungan lemak, jagung Momala terhitung rendah dari jenis lainnya yakni sebesar 4,62 ± 0,48% dibanding tunu’ ana’, piet kuning, gumarang dan lamuru yang berada di atas 70%.
Asal Usul Warna Ungu
Salah satu yang menjadi pembeda dengan jagung lainnya adalah warna biji jagungnya yang cenderung berwarna ungu. Warna tersebut konon dihasilkan dari tingginya kandungan antosianin, khususnya jenis Chrysanthemin (cyanidan 3-O.glucoside), pelargonidin 3-O-B-D-Glucoside).
Antosianin memiliki fungsi untuk mengatur warna di bijinya seperti ungu atau violet yang biasa terdapat juga di dalam jenis sayuran lain.
Seperti dimuat di agronet.co.id, antosianin berasal dari bahasa Yunani, yakni anthos yang memiliki arti bunga, sedangkan kyanos berarti warna biru.
Untuk ciri lainnya, jagung tersebut memiliki tinggi pohon hingga 146,47 cm; tinggi tongkol 73,88 cm; lingkar batang mencapai 8,46 cm; jumlah daun 12 helai; panjang helaian daun 86,59 cm; panjang pelepah daun 16,25 cm; dan lebar daun 8,71 cm.
Memperkuat Imun
Sementara itu, sebagaimana dilansir dari ANTARA, jagung ungu disebut memiliki kandungan antosianin yang tinggi sebagai antioksidan di dalam tubuh.
Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal), Muhammad Azrai mengatakan jika jagung tersebut mampu menangkal radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.
"Banyak manfaat yang terkandung di dalam jagung ungu untuk kesehatan manusia, salah satu fungsinya adalah menghambat proses aterogenesis dengan mengoksidasi lemak jahat dalam tubuh," katanya beberapa waktu lalu.
Masyarakat Jarang Ada yang Membudidayakan
©2021 burpee.com/Merdeka.com
Sayangnya jagung bertekstur pulan tersebut kurang diminati masyarakat untuk dibudidayakan, mengingat warga setempat hanya mengubahnya menjadi makanan pokok (beras jagung) atau diolah menjadi makanan setempat seperti jagung siram maupun binte biluhuta.
Berdasarkan hasil pantauan, hanya ada satu pengelola Jagung Momala di setiap kecamatan di Kabupaten Gorontalo.