4 Manfaat Kayu Gaharu bagi Kehidupan, Hasil Hutan Berharga Ratusan Juta
Seiring dengan perkembangan teknologi, kini beberapa negara seperti Cina, Singapura, Korea, Jepang hingga Amerika Serikat mulai mengembangkan gaharu sebagai obat penghilang stres, gangguan ginjal, sakit perut, asma, hepatitis bahkan sebagai antibiotik untuk penyakit TBC.
Indonesia merupakan negara yang terkenal kaya akan sumber daya alam, terlebih hasil hutannya yang melimpah. Salah satunya kayu gaharu yang terkenal hingga bernilai ratusan juta rupiah.
Kayu gaharu termasuk dalam golongan minyak atsiri. Memiliki bau yang khas menjadikan kayu gaharu sebagai bahan baku industri parfum, kosmetik, dupa hingga pengawet berbagai macam aksesoris.
Seiring dengan perkembangan teknologi, kini beberapa negara seperti Cina, Singapura, Korea, Jepang hingga Amerika Serikat mulai mengembangkan gaharu sebagai obat penghilang stres, gangguan ginjal, sakit perut, asma, hepatitis bahkan sebagai antibiotik untuk penyakit TBC.
Kayu gaharu banyak digunakan masyarakat Timur Tengah sebagai pengharum ruangan. Mereka juga menganggap kayu gaharu sebagai simbol prestise bagi si pemilik rumah. Kayu gaharu menjadi sangat mahal setelah menjadi gupal.
Gupal mengandung getah dan getah inilah yang kemudian membuat kayu gaharu menjadi khas, unik, dan mengeluarkan aroma wangi. Lebih jauh lagi, berikut informasi mengenai manfaat kayu gaharu yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com dan 99.co pada Senin, (20/7/2020).
Manfaat Kayu Gaharu
1. Bernilai Ekonomi Tinggi
Memiliki karakteristik bau yang khas, membuat kayu gaharu banyak dimanfaatkan di berbagai bidang. Bukan hanya sebagai pengharum ruangan, kayu gaharu di berbagai negara seperti di Jepang, Tiongkok, dan Amerika dijadikan sebagai bahan baku industri kosmetik.
Tak hanya itu, teksturnya yang kuat dan bentuk batangnya yang unik juga kerap dijadikan aneka ragam kerajinan. Tak heran jika kayu langka ini memiliki nilai ekonomi yang fantastis. Kayu gaharu dengan kualitas yang baik bahkan bisa dibanderol dengan harga mencapai puluhan juta per kilogramnya.
2. Kerap Dianggap Sebagai Kayu dari Surga
Banyak masyarakat Islam yang mempercayai bahwa kayu gaharu merupakan kayu yang suci yang berasal dari surga. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah dari Abi Hurairah Radliyalahu'anh dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhori yang berbunyi:
“Golongan penghuni surga yang pertama kali masuk surga adalah berbentuk rupa bulan pada malam bulan purnama…(sampai ucapan beliau)…nyala perdupaan mereka adalah gaharu.”
Imam Abul Yaman menjelaskan bahwa gaharu yang dimaksud ialah kayu gaharu.
3. Semua Bagian Pohon Dapat Dimanfaatkan
Ternyata yang bermanfaat dari pohon gaharu tak hanya resin atau gubalnya saja, melainkan semua bagian pohon tersebut bisa dimanfaatkan. Mulai resin, batang, hingga daunnya semua memiliki khasiat dan manfaatnya masing-masing. Batang gaharu misalnya, bisa diolah menjadi minyak atsiri dan daunnya juga bisa diolah sebagai teh herbal yang sangat berkhasiat.
4. Bermanfaat Dalam Dunia Medis
Seiring dengan perkembangan teknologi, kini beberapa negara seperti Cina, Singapura, Korea, Jepang hingga Amerika Serikat mulai mengembangkan gaharus sebagai obat penghilang stres, gangguan ginjal, sakit perut, asma, hepatitis bahkan sebagai antibiotik untuk penyakit TBC.
Karakteristik Kayu Gaharu
Terkenal sejak masa lampau, kayu gaharu di Indonesia sangat identik sebagai simbol atau ritual suatu kebudayaan di beberapa daerah di Indonesia. Penggunaannya biasanya dibakar untuk mengeluarkan aromanya yang khas.
Kayu dengan harga ratusan juta ini memiliki karakteristik yang khas. Tumbuh di alam liar, pohon dari kayu gaharu umumnya dapat tumbuh tinggi hingga 35-40 meter dengan diameter batang mencapai 60 cm.
Kayu gaharu banyak tersebar di hampir seluruh kawasan hutan Indonesia terutama di Sumatera, Kalimantan, Jambi hingga Papua. Aquilaria melaccensis merupakan jenis gaharu yang berkualitas terbaik dan bernilai jual tinggi hingga sering kali dieksploitasi secara berlebihan. Saat ini harga gubal gaharu jenis ini di pasaran telah mencapai hingga 25 juta per kilogramnya.