Mengenal Makna Konotasi, Berikut Ciri-Ciri dan Contohnya
Konotasi adalah sebuah kata yang mengandung makna kias atau bukan kata sebenarnya. Makna konotasi kerap digunakan untuk memperindah suatu kalimat ungkapan pada sebuah kata. Hal ini biasanya ditemukan pada karya sastra seperti pantun, puisi, cerpen, dan lain-lain.
Manusia merupakan makhluk sosial yang diharuskan untuk berinteraksi dengan sesama. Untuk dapat berinteraksi, manusia menggunakan alat komunikasi yang disebut bahasa.
Seiring berkembangnya teknologi, masyarakat harus cerdas dan pintar dalam menghadapi kemajuan zaman ini, salah satunya saat ingin berkomunikasi jarak jauh via sms, telepon maupun media sosial lainnya.
Untuk mengungkapkan pendapat, kritik, saran atau ingin menuangkan pikirannya dapat menggunakan bahasa. Dalam hal ini konotasi kerap digunakan untuk mengungkapkan baik kritik, saran maupun pikiran.
Konotasi adalah sebuah kata yang mengandung makna kias atau bukan kata sebenarnya. Makna konotasi kerap digunakan untuk memperindah suatu kalimat ungkapan pada sebuah kata. Hal ini biasanya ditemukan pada karya sastra seperti pantun, puisi, cerpen, dan lain-lain.
Jika kamu ingin menyampaikan pendapatmu dalam bahasa yang lebih indah tak ada salahnya menyimak informasi berikut ini mengenai makna konotasi yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com pada Selasa, (06/07/2021).
Makna Konotasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna konotasi adalah tautan pikiran yang menimbulkan nilai rasa pada seseorang ketika berhadapan dengan sebuah kata. Makna konotasi juga diartikan sebagai makna yang ditambahkan pada makna denotasi.
Sementara itu, makna denotasi adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif.
Makna konotasi adalah makna kias atau bukan kata sebenarnya dan berkaitan dengan nilai rasa. Makna konotasi dipengaruhi oleh nilai dan norma yang dipegang oleh masyarakat tertentu, yang juga membuat adanya perbedaan fungsi sosial kata dengan makna yang hampir sama.
Meskipun demikian, makna kata juga akan berubah seiring dengan perubahan nilai dan norma yang terjadi di masyarakat.
Ciri-Ciri Makna Konotasi
Adapun ciri-ciri makna konotasi adalah:
- Makna konotasi terjadi apabila kata itu mempunyai nilai rasa, baik positif atau negatif. Jika tidak bernilai rasa dapat juga disebut berkonotasi netral.
- Makna konotasi sebuah kata dapat berbeda dari satu kelompok masyarakat yang satu dengan kelompok masyarakat lain, sesuai dengan pandangan hidup dan norma yang ada pada masyarakat tersebut.
- Makna konotasi juga dapat berubah dari waktu ke waktu.
Contoh Kalimat dengan Makna Konotasi
Berikut beberapa contoh kalimat dengan makna denotasi:
- Banyak pahlawan yang telah gugur dalam medan perang. 'Gugur' bermakna meninggal dunia
- Karena besar kepala, Reno dijauhi teman-temannya. 'Besar kepala' bermakna sombong.
- Para buruh merasa bahwa perusahaan tempat mereka bekerja hanya menjadikan mereka sebagai sapi perah belaka. 'Sapi perah' bermakna orang yang dimanfaatkan oleh orang lain demi sebuah keuntungan.
- Pejabat tersebut mencari kambing hitam untuk mempertahankan jabatannya. 'Kambing hitam' bermakna orang yang disalahkan.
- Ririn anak yang ringan tangan dan baik. 'Ringan tangan' bermakna anak yang rajin/suka menolong.
- Setiap permasalahan sebaiknya diselesaikan dengan hati dingin. 'Hati dingin' bermakna sabar.
- Pak Rizal menjadi tangan kanan polisi untuk membantu memecahkan kasus penculikan. 'Tangan kanan' bermakna orang kepercayaan.
- Mutia merupakan anak emas dalam keluarganya. 'Anak emas' bermakna anak yang paling disayang.
- Kesuksesan instan yang dia peroleh membuat dirinya menjadi lupa daratan. 'Lupa daratan' bermakna sombong/lupa diri.
- Seorang kuli tinta sedang melakukan peliputan berita. 'Kuli tinta' bermakna wartawan.