Mengenal Kopi Wine, Si Hitam Unik Asal Garut yang Tengah Naik Daun
Kopi wine merupakan hasil olahan dari biji kopi yang difermentasikan selama 1,5 bulan hingga mengalami pembusukan. Biasanya, biji kopi yang digunakan adalah berjenis arabika dengan rasa asam yang khas.
Sebagai salah satu daerah penghasil kopi, para petani di Kabupaten Garut terus berinovasi dengan beragam varietas kopi yang unik dan berbeda. Salah satunya adalah Kopi Wine.
Kopi wine merupakan hasil olahan dari biji kopi yang difermentasikan selama 1,5 bulan hingga mengalami pembusukan. Biasanya, biji kopi yang digunakan adalah berjenis arabika dengan rasa asam yang khas.
Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian mengungkapkan, jika saat ini kopi wine tengah menjadi primadona di kalangan pecinta kopi di Garut. Bahkan, menurut Ardhy permintaan pasar cukup tinggi belakangan ini.
“Permintaan untuk kopi yang diproses secara wine dan natural cukup tinggi” katanya, Minggu (27/9), dilansir dari Antara. Penasaran seperti apa kopi wine itu? Berikut ulasan lengkapnya:
Tersedia Hampir di Seluruh Kedai Kopi di Garut
Saking terkenalnya, hampir seluruh kedai kopi di Kabupaten Garut menyediakan kopi wine yang unik itu. Tak hanya di Garut saja, kedai kopi di area Bandung hingga Jakarta, juga mengakui keunikan dan kelezatan kopi jenis ini.
Menurut Ardhy, naiknya pamor kopi wine didukung kemampuan khusus dari para petani di lereng pegunungan Garut. Kemampuan ini termasuk dari segi pemberdayaan dan pengolahan dengan mempertahankan kualitas.
Memiliki Cita Rasa Fruity
Salah satu keunggulan yang layak dicicipi adalah sisi rasanya yang berbeda dari jenis kopi kebanyakan. Ardhy mengungkapkan jika kopi wine memiliki ketajaman rasa yang terkenal kuat serta memiliki aroma yang segar seperti buah.
Ilustrasi kopi bubuk © Shutterstock
“Fruity dan aciditynya lebih kuat daripada kopi pada umumnya” tuturnya.
Memiliki Peluang Bisnis
Ardhy menambahkan, selain memiliki rasa yang enak dan digemari hampir kebanyakan pecinta kopi di Garut, kopi wine juga memiliki peluang bisnis kuat.
Standar harga yang lumayan tinggi berkisar Rp160 ribu, hingga Rp180 ribu per kilogram untuk green bean, tentu sangat menggiurkan. Sedangkan untuk roast bean, harganya hampir dua kali lipat, yakni Rp400 hingga Rp500 ribu rupiah per kilogram.
Untuk saat ini, para kelompok petani wine kopi di Garut baru mampu memproduksi maksimal 3 sampai 5 ton setiap bulan per kelompok. Mengingat prosesnya yang cukup rumit dan memakan waktu lama.
“Perkiraan, 30 sampai dengan 50 ton untuk satu musimnya karena hanya beberapa kelompok saja yang menguasai teknik (pembuatan),” imbuh Ardhy.
Butuh Dikembangkan
Untuk mengembangkan usaha kopi wine di Kabupaten Garut, diperlukan modal yang cukup besar, serta sarana dan prasarana pendukung produksi masal.
“Kalau untuk permodalan kita arahkan untuk difasilitasi melalui program Kredit Usaha Rakyat, sedangkan untuk sarana penunjangnya kita upayakan untuk membangun pengering,” lanjutnya.
Berdasarkan data dari APEKI (Asosiasi Petani Kopi Kabupaten Garut) mencatat, saat ini telah ada sekitar 60 kedai kopi yang tersebar di wilayah tersebut. Peluang kopi wine yang unik ini tentu bisa menjadi bisnis baru bagi petani kopi.