Mengenal Jenis-Jenis Pantun dan Contohnya, Berikut Penjelasannya
Dalam perkembangannya, pantun tak hanya digunakan sebagai media penuturan pesan, tetapi juga sebagai media permainan kata-kata. Dalam hal ini pantun dapat dibuat oleh siapa saja tanpa terkecuali.
Pantun merupakan salah satu karya sastra yang tetap populer hingga saat ini. Pantun termasuk dalam jenis puisi lama. Puisi lama sendiri adalah puisi yang masih terikat oleh persajakan, pengaturan larik dalam setiap bati, jumlah kata dalam setiap larik, serta musikalitas puisi yang masih sangat diperhatikan.
Dalam perkembangannya, pantun tak hanya digunakan sebagai media penuturan pesan, tetapi juga sebagai media permainan kata-kata. Dalam hal ini pantun dapat dibuat oleh siapa saja tanpa terkecuali.
Sebelum belajar membuat pantun penting untuk mengenali jenis-jenis pantun dan contohnya, berikut informasinya telah dirangkum merdeka.com melalui bola.com.
1. Pantun Kiasan
Jenis pantun yang pertama adalah pantun kiasan yang berisi bahasa atau kalimat kiasan. Hal ini berarti, pesan yang ada pada pantun ini disampaikan secara tersirat.
Contoh:
Berburu ke padang datar
Dapatkan rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagaikan bunga kembang tak jadi
2. Pantun Cinta
Jenis pantun berikutnya adalah pantun cinta yang berisi pesan yang berhubungan dengan cinta, romantisme, rindu antara dua insan. Hingga saat ini masih banyak orang yang menggunakan pantun cinta untuk mengungkapkan perasaan.
Contoh:
Walaupun hanya sebatang tebu
Tetapi bisa diramu
Walaupun jarang ketemu
Cintaku hanya untukmu
3. Pantun Nasihat
Pantun nasihat memiliki isi yang bertujuan menyampaikan pesan moral dan didikan. Pantun nasihat biasanya memiliki pesan-pesan bijak yang mengajak untuk berbuat baik.
Contoh:
Jalan-jalan ke Kota Blitar
jangan lupa beli sukun
Jika kamu ingin pintar
belajarlah dengan tekun
4. Pantun Jenaka
Pantun jenaka adalah pantun yang dibuat untuk tujuan hiburan. Terkadang, pantun jenaka dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung, dan dengan pantun jenaka diharapkan suasana akan menjadi makin riang.
Contoh:
Duduk manis di bibir pantai
Lihat gadis, aduhai tiada dua
Masa muda kebanyakan santai
Sudah renta sulit tertawa
5. Pantun Teka-Teki
Selanjutnya, pantun teka-teki yang memiliki ciri kalimat pertanyaan pada baris akhir pantun. Pantun ini berisi teka-teki untuk para pendengarnya.
Contoh:
Kalau tuan muda teruna
Pakai seluar dengan gayanya
Kalau tuan bijak laksana
Biji di luar apa buahnya
6. Pantun Agama
Tujuan dari pantun agama sebenarnya sedikit banyak sama dengan pantun nasihat, yaitu memberikan pesan moral dan didikan. Pantun agama membahas mengenai manusia dengan pencipta-Nya. Berbeda dari pantun nasihat, pantun agama lebih spesifik isinya karena diselipkan nilai-nilai dan prinsip agama tertentu.
Contoh:
Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara Tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa
7. Pantun Peribahasa
Seperti namanya, pantun peribahasa merupakan pantun yang di dalamnya terdapat kalimat peribahasa yang pada umumnya memiliki susunan tetap.
Contoh:
Berakit-rakit kita ke hulu
Berenang kita ke tepian
Bersakit-sakit kita dahulu
Bersenang-senang kemudian