Mengenal Gangguan Tidur: Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasinya
Gangguan tidur sendiri adalah sekelompok kondisi yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk tidur nyenyak secara teratur. Meski menjadi kondisi yang umum di kalangan masyarakat, kurang tidur tetaplah bukan hal yang baik dan dapat berdampak negatif pada tubuh.
Disadari atau tidak, kebanyakan orang pernah mengalami gangguan tidur dalam hidupnya. Insomnia dan mendengkur menjadi salah satu jenis gangguan tidur yang sering dialami. Munculnya gangguan tidur ini bisa disebabkan karena stres, jadwal padat, atau pengaruh dari luar.
Gangguan tidur sendiri adalah sekelompok kondisi yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk tidur nyenyak secara teratur. Entah itu disebabkan oleh masalah kesehatan atau terlalu banyak stres, faktanya gangguan tidur menjadi kondisi yang umum terjadi.
Tergantung pada jenis gangguan tidur, seseorang mungkin mengalami kesulitan tidur dan bisa merasa sangat lelah sepanjang hari ketika mengalaminya. Selain itu, meski menjadi kondisi yang umum di kalangan masyarakat, kurang tidur tetaplah bukan hal yang baik dan dapat berdampak negatif pada energi, suasana hati, konsentrasi, dan kesehatan secara keseluruhan.
Dalam beberapa kasus, gangguan tidur dapat menjadi gejala dari kondisi medis atau kesehatan mental lainnya. Masalah tidur ini pada akhirnya dapat hilang setelah mendapatkan pengobatan untuk penyebab yang mendasarinya.
Penyebab Gangguan Tidur
©Shutterstock.com/Oleg Golovnev
Ada banyak kondisi, penyakit, dan gangguan yang dapat menyebabkan gangguan tidur. Dalam banyak kasus, gangguan tidur berkembang sebagai akibat dari masalah kesehatan yang mendasarinya. Dilansir dari laman healthline.com, beberapa penyebab gangguan tidur dapat berupa:
Alergi dan masalah pernapasan
Alergi, pilek, dan infeksi saluran pernapasan atas dapat membuat seseorang sulit bernapas di malam hari. Ketidakmampuan bernapas melalui hidung juga dapat menyebabkan kesulitan tidur.
Sering buang air kecil
Nokturia, atau sering buang air kecil, dapat mengganggu tidur Anda dengan menyebabkan Anda terbangun di malam hari. Ketidakseimbangan hormon dan penyakit pada saluran kemih dapat berkontribusi pada perkembangan kondisi ini.
Sakit kronis
Rasa sakit yang konstan dapat membuat seseorang sulit untuk tertidur. Bahkan mungkin membangunkan Anda setelah tertidur. Beberapa penyebab paling umum dari nyeri kronis meliputi:
- radang sendi
- sindrom kelelahan kronis
- fibromyalgia
- penyakit radang usus
- sakit kepala persisten
- nyeri punggung bagian bawah terus menerus
Stres dan kecemasan
Stres dan kecemasan seringkali berdampak negatif pada kualitas tidur. Mungkin sulit bagi Anda untuk tertidur ketika mengalaminya. Mimpi buruk, berbicara sambil tidur, atau berjalan sambil tidur dapat mengganggu tidur Anda.
Jenis Gangguan Tidur
Insomnia
Insomnia mengacu pada ketidakmampuan untuk tertidur atau tetap tertidur. Ini bisa disebabkan oleh jet lag, stres dan kecemasan, hormon, atau masalah pencernaan. Ini mungkin juga merupakan gejala dari kondisi lain.
Insomnia menjadi gangguan tidur yang paling umum. Kondisi ini dapat menjadi masalah bagi kesehatan dan kualitas hidup Anda secara keseluruhan, yang berpotensi menyebabkan:
- depresi
- kesulitan berkonsentrasi
- sifat lekas marah
- penambahan berat badan
- gangguan kerja atau kinerja sekolah
Sleep Apnea
Sleep apnea ditandai dengan berhentinya pernapasan saat tidur. Ini adalah kondisi medis serius yang menyebabkan tubuh mengambil lebih sedikit oksigen. Ini juga dapat menyebabkan Anda terbangun di malam hari.
©2012 Merdeka.com
Parasomnia
Parasomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan gerakan dan perilaku abnormal saat tidur, seperti:
- tidur berjalan
- mengigau
- rintihan
- mimpi buruk
- mengompol
- menggertakkan gigi atau mengatupkan rahang
Sindrom Kaki Gelisah
Sindrom kaki gelisah, atau restless leg syndrome (RLS), adalah keinginan yang luar biasa untuk menggerakkan kaki. Dorongan ini terkadang disertai dengan sensasi kesemutan di kaki. Meskipun gejala-gejala ini dapat terjadi pada siang hari, mereka juga sering terjadi pada malam hari.
RLS sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan penyakit Parkinson, tetapi penyebab pastinya tidak selalu diketahui.
Narkolepsi
Narkolepsi ditandai dengan "serangan tidur" yang terjadi saat terjaga. Ini berarti Anda akan tiba-tiba merasa sangat lelah dan tertidur tanpa peringatan.
Gangguan ini juga dapat menyebabkan kelumpuhan tidur, yang dapat membuat Anda secara fisik tidak dapat bergerak segera setelah bangun tidur. Meskipun narkolepsi dapat terjadi dengan sendirinya, narkolepsi juga terkait dengan gangguan neurologis tertentu, seperti multiple sclerosis.
Cara Mengatasi Gangguan Tidur
Penanganan untuk gangguan tidur dapat bervariasi tergantung pada jenis dan penyebab yang mendasarinya. Namun, umumnya penanganan mencakup kombinasi perawatan medis dan perubahan gaya hidup.
Perawatan medis
Perawatan medis untuk gangguan tidur mungkin termasuk salah satu dari berikut ini:
- obat tidur
- suplemen melatonin
- obat alergi atau flu
- obat untuk masalah kesehatan yang mendasarinya
- alat pernapasan atau operasi (biasanya untuk sleep apnea)
- pelindung gigi (biasanya untuk menggertakkan gigi)
Perubahan gaya hidup
Penyesuaian gaya hidup dapat sangat membantu kualitas tidur Anda, terutama jika dilakukan bersamaan dengan perawatan medis. Anda bisa mempertimbangkan kebiasaan berikut:
- memasukkan lebih banyak sayuran dan ikan ke dalam makanan Anda, dan mengurangi asupan gula
- mengurangi stres dan kecemasan dengan berolahraga dan peregangan
- membuat dan tertib pada jadwal tidur yang teratur
- kurangi minum air putih sebelum tidur
- membatasi asupan kafein, terutama di sore atau malam hari
- menghindari konsumsi rokok dan alkohol
- makan makanan rendah karbohidrat yang lebih kecil sebelum tidur
- menjaga berat badan yang sehat berdasarkan rekomendasi dokter