LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Makna Surat Al Qadr Ayat 1-5, Gambarkan Kemuliaan Lailatul Qadar

Gambaran kemuliaan dari malam Lailatul Qadar ini juga Allah SWT sebutkan dalam makna surat Al Qadr ayat 1-5. Meski hanya terdiri dari 5 ayat, makna surat Al Qadr sudah cukup untuk menjelaskan bagaimana luar biasa dan indahnya malam Lailatul Qadar ini karena tidak ada satu pun kejelekan di dalamnya.

2022-04-18 19:23:00
Jabar
Advertisement

Salah satu keistimewaan dari bulan Ramadan adalah adanya malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Malam yang dimaksud adalah malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang mulia dan penuh dengan keberkahan.

Banyak malaikat dan juga malaikat Jibril akan turun di malam yang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disebut berada di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan ini, karena banyaknya berkah pada malam tersebut.

BACA JUGA: Surat Al Qadr Dan Artinya, Beserta Makna Dan Keutamaannya

Advertisement

Gambaran kemuliaan dari malam Lailatul Qadar ini juga Allah SWT sebutkan dalam makna surat Al Qadr ayat 1-5. Meski hanya terdiri dari 5 ayat, makna surat Al Qadr sudah cukup untuk menjelaskan bagaimana luar biasa dan indahnya malam Lailatul Qadar ini karena tidak ada satu pun kejelekan di dalamnya.

Mengetahui makna surat Al Qadr akan membuat kita semakin sadar betapa mulianya malam tersebut. Dari makna tersebut juga akan menjelaskan alasan kenapa banyak orang semakin giat beribadah demi mendapatkan malam Lailatul Qadar menjelang berakhirnya Ramadan.

Dalam artikel kali ini, kami akan menjelaskan tentang makna surat Al Qadr ayat 1-5 yang dilansir dari rumaysho.com.

Advertisement

Malam Turunnya Al Quran

Makna surat Al Qadr yang pertama adalah pada malam tersebut adalah malam diturunkannya Al Quran. Dalam ayat pertama surat Al Qadr Allah SWT berfirman,

INNĀ ANZALNĀHU FĪ LAILATIL-QADR

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan."

Dijelaskan dalam ayat tersebut bahwa Al Quran diturunkan pada malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan. Turunnya Al Quran di bulan Ramadan juga disebutkan dalam ayat dalam surat lain,

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran" (QS. Al Baqarah: 185).

Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Makna surat Al Qadr yang kedua adalah malam tersebut adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan.

LAILATUL-QADRI KHAIRUM MIN ALFI SYAHR

"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."

Lebih baik dari seribu bulan maksudnya adalah berbagai macam amalan, puasa, dan solat yang dikerjakan pada malam tersebut lebih baik dari seribu bulan. Mujahid juga berkata bahwa malam Lailatul Qadar ini lebih baik dari 1000 bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadar. Ini juga menjadi pendapat dari ulama seperti Qotadah bin Da’amah dan Imam Syafi’i. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim).

Turunnya Malaikat Membawa Berkah

Makna surat Al Qadr yang ketiga yakni pada malam Lailatul Qadar, banyak malaikat, termasuk malaikat Jibril, yang turun membawa berkah dan juga rahmat. Allah SWT berfirman,

TANAZZALUL-MALĀ'IKATU WAR-RỤḤU FĪHĀ BI'IŻNI RABBIHIM, MING KULLI AMR

"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan."

Pada malam yang mulia tersebut, para malaikat akan turun ke bumi. Hal ini menandakan bahwa di malam tersebut ada banyak keberkahan, karena setiap kali malaikat turun, mereka akan membawa kerberkahan dan rahmat sebagaimana malaikat membawa keberkahan ketika mendatangi halaqoh ilmu. Sampai-sampai mereka meletakkan sayapnya karena ridho pada penuntut ilmu.

Kemudian turunnya malaikat Jibril juga disebutkan dalam kata "ar ruh". Penyebutan Jibril dalam ayat tersebut merupakan penyebutan khusus setelah sebelumnya disebutkan tentang turunnya malaikat secara umum.

Malam yang Penuh Keselamatan

Makna surat Al Qadr yang keempat, yaitu pada malam tersebut akan dipenuhi dengan keselamatan, sehingga setan tidak bisa bertingkah pada malam Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman,

SALĀMUN HIYA ḤATTĀ MAṬLA’IL-FAJR

"Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."

Dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim dijelaskan bahwa mujahid berkata jika setan tidak bisa melakukan kejelekan atau mengganggu manusia pada malam tersebut. Ibnu Zaid dan Qotadah juga berkata bahwa di malam Lailatul Qadar hanya ada kebaikan saja, tidak ada kejelekan hingga terbit fajar.

Keselamatan bagi yang Beramal

Makna surat Al Qadr yang terakhir yakni akan ada keselamatan dan rahmat bagi siapa pun yang menghidupkan malam Lailatul Qadar di masjid. Terkait hal ini, Asy Sya’bi berkata menjelaskan tentang ayat 4 dan 5 surat Al Qadr bahwa keselamatan dan malaikat akan datang pada malam tersebut bagi ahli masjid, dan hal itu akan berlangsung hingga datang fajar (Subuh). (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 610.)

Syaikh As Sa’di rahimahullah juga berkata dalam Taisir Al Karimir Rahman, “Berbagai hadits yang mutawatir membicarakan tentang keutamaan lailatul qadar dan dijelaskan bahwa malam tersebut terdapat di bulan Ramadhan. Malam tersebut terdapat di sepuluh hari terakhir terkhusus pada malam-malam ganjil. Malam penuh kemuliaan itu tetap terus ada setiap tahunnya hingga hari kiamat. Karena kemuliaan malam tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan i’tikaf dan memperbanyak ibadah di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dengan melakukan hal itu, beliau berharap bisa berjumpa dengan lailatul qadar.”

(mdk/ank)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.