Lolos Seleksi Ketat, Begini Cerita Mahasiswa UNPAD Magang di KBRI Malaysia
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (UNPAD) itu pun turut berbagi pengalaman saat menjalani kegiatan magang di KBRI Kuala Lumpur Malaysia. Berikut informasi selengkapnya.
Berkesempatan magang di luar negeri menjadi impian para pelajar, tak terkecuali Lasman. Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Padjajaran (UNPAD) itu berhasil meraih prestasi mentereng dengan menjalankan program magang di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia beberapa waktu lalu.
Peluang tersebut tidak diraih Lasman dengan mudah. Sejumlah seleksi ketat sempat ia lalui, hingga akhirnya menjadi kandidat yang lolos untuk mengemban kegiatan tersebut selama satu bulan.
Mengutip laman resmi Universitas Padjajaran (UNPAD) Kamis (11/8), dirinya turut berbagi pengalaman saat menjalani kegiatan magang di KBRI Kuala Lumpur Malaysia. Berikut informasi selengkapnya.
Bersaing dengan Ratusan Pelajar Indonesia
©2022 Dokumentasi UNPAD/Merdeka.com
Lasman mengatakan, untuk menembus KBRI Negeri Jiran itu terbilang ketat. Di mana kuota penerimaan peserta magang di sana tidak banyak dan ia juga harus bersaing dengan ratusan mahasiswa asal Indonesia lain saat mendaftar.
“Untuk dapat magang di perwakilan diplomatik menurut saya tidak mudah, sebab tidak semua perwakilan diplomatik secara terbuka menginformasikan kesempatan magang ini. Untuk terpilih pun cukup susah, sebab mahasiswa yang ingin magang di KBRI Kuala Lumpur ada banyak” katanya.
Adapun Lasman menjalani program magang ini selama satu bulan, terhitung mulai 26 Juni hingga 26 Juli 2022 dengan menempati posisi Atase Polisi di sana.
Tugas yang Diemban Lasman
Selama menempati posisi itu, Lasman banyak melakukan tugas yang berkaitan dengan fungsi KBRI salah satunya mendampingi dan memberikan perlindungan hukum bagi warga negara Indonesia (WNI) yang terjerat kasus di Malaysia.
Ia merincikan, pendampingan WNI tersebut meliputi pembuatan laporan di Balai Polis Malaysia, membuat laporan PMI yang ditangkap di Malaysia, membuat kajian analisis hukum terkait PMI, melakukan mediasi, dan memberikan konsultasi hukum.
Menjadi mahasiswa magang di Atase Polisi turut memberikan pengalaman yang luar biasa bagi Lasman, dan menambah khazanah perbandingan praktik hukum antara di Indonesia dengan di Malaysia
“Magang di KBRI Terbesar dan Tersibuk di dunia sangat membuka cara pandang saya dalam melihat dan merespon kondisi WNI yang ada di Malaysia, baik bagi mereka yang sedang bekerja atau menetap di sana,” ucap Lasman yang juga mahasiswa angkatan 2020 ini.
Pernah Menempati Posisi Front Office
Selain menempati posisi Atase Polisi, Lasman juga sempat merasakan bertugas di Front Office KBRI Kuala Lumpur.
Meski hanya dijalankan selama dua hari, namun pengalaman tersebut begitu berkesan sekaligus menantang karena ia harus menjawab puluhan telepon yang masuk berkaitan dengan urusan kekonsuleran, keimigrasian, hingga aduan hukum
Hal ini kian menambah wawasannya seputar fungsi diplomatik saat menjadi penghubung antar kedua negara tetangga. Ia pun turut senang karena bisa berkomunikasi dengan masyarakat Indonesia ketika membutuhkan bantuan KBRI di Malaysia.
Tips Magang di KBRI Malaysia
Lasman sendiri sempat memberikan tips bagi mahasiswa yang ingin belajar langsung di KBRI Malaysia.
“Untuk magang di sini, disarankan mengirimkan lamaran magang sejak 3-6 bulan sebelum periode magang yang dipilih,” terangnya
Ia berharap, pengalaman mengikuti magang di KBRI Kuala Lumpur dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk bisa merasakan pengalaman belajar setinggi-tingginya, terutama bagi mahasiswa hukum yang ingin berkarier di lingkup hukum internasional.
“Sudah sepatutnya untuk memperluas jangkauan belajarnya, salah satunya dengan cara mengambil kesempatan untuk magang di perwakilan diplomatik di luar negeri,” katanya.