Kronologi Irfan Hakim Dilarikan ke Rumah Sakit, Gara-gara Makan Keripik Pedas
Kejadian tak menyenangkan ini berawal dari ajakan Irfan kepada food blogger Tanboy Kun untuk membuat konten bersama. Irfan menantang Tanboy Kun untuk mengonsumsi keripik super pedas itu.
Nama presenter kenamaan Irfan Hakim baru-baru ini tengah mencuri perhatian publik. Pasalnya ia harus dilarikan ke rumah sakit usai mengonsumsi keripik. Bukan keripik biasa, keripik yang dimakan oleh presenter penyayang hewan ini ternyata memiliki level pedas yang sangat tinggi.
Kejadian tak menyenangkan ini berawal dari ajakan Irfan kepada food blogger Tanboy Kun untuk membuat konten bersama. Irfan menantang Tanboy Kun untuk mengonsumsi keripik super pedas itu.
Sayang usai mengonsumsi keripik itu Irfan kesakitan hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Berikut ulasan selengkapnya.
Makan Keripik Pedas dan Saus Cabai
YouTube deHakims Story ©2022 Merdeka.com
Melansir dari kanal Youtube Indosiar Visual Mandiri, Irfan mengungkapkan kronologi saat dirinya harus dilarikan ke rumah sakit. Ia mengaku saat itu mengonsumsi keripik pedas ditambah satu sendok saus cabai yang membuatnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.
"Gue kan nggak gaul ya, Pak Kuy itu apa, kripik pedas itu apa padahal kan itu udah viral banget. Terus gue makan itu satu kripik sama makan satu sendok satu sendok saus cabai," kata Irfan.
Beruntung Jantungnya Masih Sehat
YouTube deHakims Story ©2022 Merdeka.com
Lebih lanjut dalam video yang diunggah pada Kamis (9/6/2022), Irfan merasa sangat bersyukur karena kondisi kesehatan jantungnya masih cukup bagus yang membuat nyawanya masih tertolong.
"Untung jantung gue masih sehat, kalo gue ada kelainan jantung gue bisa lewat (meninggal) saat itu juga," ucap Irfan.
Irfan juga mengaku jika dirinya belajar banyak dari kejadian tak menyenangkan itu. Ia berniat akan lebih hati-hati saat membuat konten, terlebih jika harus melakukan hal-hal yang bisa membahayakan kesehatan.
"Alhamdulillah masih sehat sampai sekarang. Jadi pelajaran bahwa kita nggak usah nekat-nekatan iseng-iseng yang kita nggak tau risikonya sebesar itu," ucap Irfan.