LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Kota Bogor Kembali Berstatus Zona Merah Covid-19, Berikut Tiga Faktanya

Menurut Wali Kota Bogor terdapat tiga faktor yang menjadi faktor penentu perubahan zonasi status di Kota Bogor yang sebelumnya oranye kini kembali menjadi merah.

2020-09-30 10:41:00
Jabar
Advertisement

Tingginya angka persebaran Covid-19 membuat Kota Bogor kembali menyandang status zona merah. Wali Kota Bogor Bima Arya menyebutkan bahwa saat ini daerahnya memiliki resiko tinggi terhadap penularan virus corona.

Menurut Bima Arya terdapat tiga faktor yang menjadi penentu perubahan zonasi status warna di Kota Bogor. Seperti diketahui sebelumnya kota hujan tersebut mendapat zona oranye di mana risiko penularan di wilayah tersebut tergolong sedang.

"Ketiga faktor tersebut adalah bagian dari 14 indikator yang menentukan zonasi suatu daerah," kata Bima Arya di Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa dilansir dari Antara.

Advertisement

Tingginya Angka Kematian

©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Advertisement

Bima menyebutkan jika faktor yang pertama adalah tingginya angka kematian di wilayah Kota Bogor. Selama sepekan terakhir di kota hujan tersebut telah terjadi sebanyak enam kematian dari pasien yang terkonfirmasi positif.

"Pada sepekan kemarin, ada enam kasus positif yang meninggal dunia” kata Bima

Ia juga menjelaskan bahwa 80 persen kematian di wilayahnya merupakan komorbid, atau kematian dengan penyakit bawaan.

“Ini mengkonfirmasi bahwa orang dengan komorbid berisiko kematian lebih tinggi," ia menambahi.

Tingkat Kesembuhan di Kota Bogor Menurun

Selanjutnya faktor kedua yang menyebabkan Kota Bogor kembali ber-zona merah adalah menurunnya angka kesembuhan dari para pasien positif.

"Meningkatnya jumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, sehingga tingkat kesembuhan kasus positif lainnya menjadi menurun," katanya.

Menipisnya Ketersediaan Tempat Tidur

Dan faktor terakhir yang menjadi pemicu utama dari zona merah tersebut adalah mulai menipisnya ketersediaan fasilitas tempat tidur dari rumah sakit untuk para pasien positif Covid-19.

"Seluruh rumah sakit di Kota Bogor memiliki 354 tempat tidur untuk perawatan pasien kasus positif COVID-19. Tingkat keterisiannya terus meningkat dan pada pekan ini mencapai 60 persen," katanya.

Solusi yang Dilakukan

Selanjutnya terkait perubahan zona tersebut menurut Bima pihaknya terus memaksimalkan pencarian solusi dengan terus menekan angka persebaran virus asal China tersebut.
Terutama dalam mengubah kembali status zonasi Covid-19 dari merah ke oranye hingga berangsur angsur aman.

"Status zona merah atau zona oranye ini fluktuasi. Tapi kita harus fokus pada semua aspek, sambil mengevaluasi penanganannya," jelasnya.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.