Komplikasi Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai, Bisa Sebabkan Gangguan pada Saraf
Saat kanker paru-paru menjadi kondisi lebih lanjut, hal itu dapat menyebabkan gejala dan komplikasi yang dapat memengaruhi berbagai area di tubuh.
Kanker paru-paru adalah jenis kanker yang terjadi di paru-paru. Paru-paru adalah dua organ di bagian dada dan bertugas mengambil oksigen saat Anda menarik napas dan melepaskan karbon dioksida saat Anda menghembuskan napas.
Orang yang merokok memiliki risiko terbesar terkena kanker paru-paru, meski kanker paru-paru juga bisa terjadi pada orang yang tidak pernah merokok. Risiko kanker paru-paru meningkat seiring dengan lamanya waktu dan jumlah rokok yang seseorang hisap.
Berhenti merokok, bahkan jika Anda sudah merokok selama bertahun-tahun, adalah cara untuk mengurangi peluang terkena kanker paru-paru secara signifikan.
Kanker paru-paru seringkali tidak menimbulkan gejala sampai kondisinya menjadi penyakit stadium akhir. Saat kanker paru-paru menjadi kondisi lebih lanjut, hal itu dapat menyebabkan gejala dan komplikasi yang memengaruhi berbagai area tubuh Anda.
Namun, hanya karena komplikasi ini dapat terjadi, bukan berarti Anda akan akan mengalaminya. Komplikasi kanker paru dapat terjadi akibat penyebaran kanker ke area lain di tubuh atau karena efek samping dari pengobatan Anda.
Berikut ini adalah komplikasi kanker paru yang dapat terjadi dikutip dari Healthline.
Pembengkakan wajah
Komplikasi kanker paru yang pertama adalah pembengkakan pada wajah. Tumor di sekitar bagian paru kanan atas dapat memberi tekanan pada vena cava superior (SVC), vena yang mengalirkan darah dari tubuh bagian atas ke jantung.
Ketika ini terjadi, maka dapat membatasi aliran darah dan menyebabkan pembengkakan di wajah, leher, dan lengan. Kondisi ini, yang disebut sindrom SVC, dan mungkin memerlukan penanganan segera.
Fungsi paru-paru
Komplikasi kanker paru yang kedua yaitu dapat mempengaruhi fungsi paru-paru. Kanker paru-paru menyebabkan penyumbatan di saluran udara utama pada sekitar 30 persen orang dengan kanker paru-paru stadium lanjut.
Kondisi ini juga dapat menyebabkan penumpukan cairan di sekitar paru-paru, yang disebut efusi pleura. Ini dapat menyebabkan rasa sakit dan sesak napas. Tumor besar atau efusi pleura dapat menekan paru-paru, menurunkan fungsi paru-paru, dan meningkatkan risiko pneumonia.
Peningkatan risiko infeksi
Komplikasi kanker paru yang ketiga yakni meningkatnya risiko infeksi. Infeksi paru-paru yang terus-menerus, seperti bronkitis dan pneumonia, adalah gejala umum dari kanker paru-paru. Menurut penelitian dari tahun 2019, sekitar 50 hingga 70 persen penderita kanker paru-paru mengidap pneumonia.
Infeksi lebih mungkin terjadi karena penurunan fungsi sistem kekebalan dari kanker atau dari pengobatan kanker seperti kemoterapi.
Metastasis
Komplikasi kanker paru yang keempat adalah metastasis. Kanker paru-paru juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Penyebaran ini disebut metastasis. Ini dapat menyebabkan efek samping yang signifikan tergantung pada area penyebarannya. Metastasis pada kanker paru-paru biasanya meliputi:
- otak
- hati
- tulang
- paru-paru kedua
- kelenjar adrenal
Tumor yang berukuran lebih besar atau kanker yang sudah menyebar ke bagian tubuh lain menandakan stadium kanker yang lebih lanjut.
Bekuan darah
Komplikasi kanker paru yang kelima yakni terjadinya bekuan darah. Orang dengan kanker paru-paru berisiko tinggi mengalami trombosis vena dalam. Ini terjadi ketika bekuan darah berkembang di vena dalam, terutama kaki bagian bawah atau paha. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan komplikasi ini meliputi:
- kemoterapi jangka panjang dengan kateter di vena sentral
- mengalami kanker yang lebih lanjut
- usia tua
- kegemukan
- riwayat pembekuan darah dari anggota keluarga Anda yang lain
- duduk atau berbaring untuk waktu yang lama
Gumpalan darah bisa mengancam jiwa jika menyebar ke paru-paru. Kondisi yang disebut emboli paru ini dapat menghambat aliran darah ke paru-paru dan merupakan salah satu penyebab utama kematian pada penderita kanker.
Muntah darah (hemoptisis)
Orang dengan kanker paru-paru juga dapat mengalami hemoptisis, atau dahak berdarah, saat batuk. Ini mungkin terjadi karena pendarahan di saluran udara atau batuk yang menyebabkan iritasi pada tumor. Menurut penelitian dari tahun 2019, sekitar 20 persen penderita kanker paru-paru mengalami hemoptisis.
Hiperkalsemia
Terkadang kanker paru-paru dapat menyebabkan peningkatan kadar kalsium dalam darah, yang dikenal sebagai hiperkalsemia. Ini dapat terjadi ketika tubuh melepaskan protein yang disebut hormon paratiroid terkait protein. Gejalanya meliputi:
- rasa haus
- mual atau muntah
- sakit perut
- merasa lelah
- kelemahan
- merasa pusing
- sering buang air kecil
Penyumbatan jantung
Dalam kasus yang jarang terjadi, kanker paru-paru dapat menyebar ke jantung, di mana tumor dapat menekan atau menyumbat pembuluh darah dan arteri. Meskipun pada awalnya mungkin tidak ada gejala, penyebaran ini dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa, seperti:
- aritmia
- serangan jantung
- penyumbatan di hati
- penumpukan cairan di sekitar jantung
Kompresi sumsum tulang belakang
Kompresi sumsum tulang belakang metastatik terjadi ketika kanker menyebar ke tulang belakang dan mengompres atau mempengaruhi tulang belakang. Menurut sebuah penelitian dari tahun 2016, sekitar 28 persen penderita kanker paru-paru mengalami kondisi ini.
Gejala kompresi sumsum tulang belakang meliputi:
- nyeri punggung dalam waktu lama
- kelemahan pada tungkai dan lengan
- kesulitan berjalan
- disfungsi kandung kemih
Kondisi ini darurat, karena kompresi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sumsum tulang belakang. Jika Anda menderita kanker paru-paru dan mengalami gejala-gejala ini, penting untuk segera mencari perawatan medis.
Komplikasi kerongkongan
Komplikasi kanker paru berikutnya adalah komplikasi yang terjadi di kerongkongan. Menurut studi kasus tahun 2015, pada kasus yang jarang, kanker paru-paru dapat menyebar ke kerongkongan.
Jika kanker paru-paru mencapai kerongkongan, Anda mungkin mengalami kesulitan menelan atau mengalami lebih banyak rasa sakit saat makanan melewati kerongkongan. Radiasi dari pengobatan kanker paru-paru juga dapat menyebabkan peradangan di kerongkongan, sehingga menimbulkan kesulitan saat menelan.
Neuropati
Neuropati adalah gangguan yang mempengaruhi saraf, terutama pada tangan dan kaki. Tumor yang terletak di bagian atas paru-paru, yang disebut tumor Pancoast, terkadang dapat memengaruhi saraf di mata dan wajah Anda. Ini dapat menyebabkan sindrom Horner, suatu kondisi yang meliputi:
- kelopak mata terkulai di satu sisi wajah
- pupil yang lebih kecil
- kurangnya keringat pada sisi wajah yang terkena
Tumor pancoast sering juga mempengaruhi saraf di bahu Anda, sehingga menyebabkan nyeri bahu dan lengan. Beberapa pengobatan kanker juga dapat menyebabkan kerusakan saraf, yang mengakibatkan gejala seperti:
- kesemutan
- mati rasa
- kelemahan
- ketidakmampuan untuk merasakan sakit di daerah yang terkena
Nyeri yang berkaitan dengan kanker paru
Nyeri adalah gejala umum dari kanker paru. Ini dapat terjadi pada tulang rusuk atau otot dada, atau di bagian lain dari tubuh yang terkena kanker paru. Kondisi ini mungkin akan terasa lebih buruk ketika Anda tertawa, menarik napas dalam-dalam, atau saat batuk.
Nyeri biasanya meningkat pada stadium penyakit yang lebih lanjut. Mengobati kanker dapat membantu mengatasi gejala ini, meskipun perawatan seperti pembedahan atau kemoterapi dapat menyebabkan ketidaknyamanan lainnya.