LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Klaster Covid-19 Mulai Banyak Ditemukan di Perkampungan Garut, Bupati Ungkap Pemicu

Menurut Rudy ada sejumlah faktor yang disebut turut menunjang peningkatan kasus Covid-19 di wilayah perkampungan Garut, yakni maraknya penyelenggaraan hajatan yang sulit dikendalikan tanpa penerapan protokol kesehatan yang ketat.

2021-06-17 08:22:00
Jabar
Advertisement

Belakangan kasus penularan virus Covid-19 sudah banyak ditemukan di daerah perkampungan, wilayah Selatan, Kabupaten Garut Jawa Barat.

Atas hal itu Bupati Rudy Gunawan turut meminta kepada seluruh masyarakatnya agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Terutamanya melalui disiplin protokol kesehatan 5 M

"Sekarang itu justru terjadi di kampung-kampung, di Garut Selatan saja sekarang ini diperkirakan ada 400 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 sejak beberapa hari lalu," ucap Rudy di Garut, Rabu (16/6) dilansir dari Antara.

Advertisement

Dalam kesempatan itu Rudy turut mengungkapkan sejumlah pemicu hingga mengakibatkan terjadi penambahan kasus Covid-19 yang signifikan dalam hitungan hari.

Penyelenggaraan Hajatan yang Abai Prokes

Advertisement

Kegiatan isolasi pasien Covid-19 di Garut ©2021 Merdeka.com

Menurut Rudy ada sejumlah faktor yang disebut turut menunjang peningkatan kasus Covid-19 di wilayah perkampungan Garut, yakni maraknya penyelenggaraan hajatan yang sulit dikendalikan tanpa penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Atas maraknya kejadian itu, wilayah Garut mendapat hasil penilaian dari pemerintah provinsi sebagai tiga besar daerah dengan kasus aktif paling tinggi di Jawa Barat.

Menurut dia, salah satu acuannya adalah temuan terkonfirmasi baru sebanyak 400-an orang di klaster perkampungan.

"Kasus aktif terbesar ada di daerah selatan, masuk klaster kampung karena semenjak ada hajatan," katanya.

Banyak Warga Bergejala Tak Melakukan Pemeriksaan ke Dokter

Selanjutnya, ia mengatakan jika faktor penentu lain atas tingginya sebaran Covid-19 di daerah yang jauh dari perkotaan itu adalah banyaknya warga yang merasakan gejala (Covid-19), namun tidak memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Dari situ, lanjutnya, warga yang sebenarnya masuk dalam kategori terjangkit karena gejala tidak mendapatkan pertolongan yang semestinya hingga kondisinya terus menurun dan akhirnya meninggal dunia.

"Masyarakat yang mengalami gangguan penciuman itu tidak melapor, jika sudah keadaan panas dingin baru ke Puskesmas, itu sudah dalam kondisi fase 2, jadi banyak yang meninggal di Garut karena mereka itu tidak pernah melapor," katanya.

Darurat Covid-19

Sejak ditetapkannya darurat wabah Covid-19, secara keseluruhan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sampai dengan Selasa (15/6) telah mencapai angka 13.171 kasus.

Dari situ 2.341 di antaranya kasus isolasi mandiri, kemudian 578 isolasi di rumah sakit dan 9.667 telah dinyatakan sembuh.

Adapun untuk kasus pasien positif yang meninggal dunia sampai dengan tanggal yang sama, telah ditemukan sebanyak 585 kasus.

"Yang membawa dampak (besar) Garut itu ya 400 itu, sehingga Garut masuk 3 besar sebagai daerah yang kasus aktifnya paling tinggi," katanya.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.