LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Kisah Inspiratif Pasutri Disabilitas, Berdayakan Difabel Lewat Usaha Printing

Di tengah keterbatasan fisik, rupanya tidak menghalangi niat pasutri penyandang disabilitas bernama Adzhari Zilvandana (32), dan sang istri, Imas Nurhayati (23) untuk mendirikan usaha digital printing dan membantu kaum difabel lainnya.

2020-07-16 15:25:00
Jabar
Advertisement

Di tengah keterbatasan fisik, rupanya tidak menghalangi niat pasangan suami istri asal Sumedang, Jawa Barat untuk ikut membantu sesama. Pasutri bernama Adzhari Zilvandana (32), dan sang istri, Imas Nurhayati (23) ini, sukses membuka usaha digital printing untuk memberdayakan kaum difabel lainnya.

Usaha percetakan digital yang berada di jalan Panunjang, Kampung Panunjang, RT 01 RW 09 Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara ini terus berkembang hingga kini memiliki empat karyawan yang juga memiliki keterbatasan.

Dikutip dari sumedangkab.go.id, sang istri Imas, kaum disabilitas yang memiliki keterbatasan mendengar dan berbicara ini mengungkapkan bahwa niatnya untuk ikut memberdayakan orang-orang yang memiliki keadaan mirip dengan dirinya dan sang suami. Menurutnya, orang dengan keterbatasan kerap dipandang sebelah mata.

Advertisement

Berawal dari Ikut Pelatihan

Imas menuturkan, jika di awal 2018 ia bersama suaminya hanya menjalankan usaha berdua. Saat itu mereka terlibat dalam sebuah pelatihan usaha dari sebuah lembaga yang fokus memberdayakan kaum disabilitas. Sejak saat itu, usahanya terus survive dan berkembang hingga saat ini.

"Awalnya suami ikut pelatihan wirausaha disabilitas oleh Baznas Sumedang tahun 2018. Kemudian coba buka usaha digital printing sendiri, dan ternyata banyak peminatnya," kata Imas.

Advertisement

Memberdayakan SLB di Sekitar Sumedang

Keduanya menuturkan, jika perjuangan awal membuka usaha dihadapi secara luar biasa, terutama saat mencari karyawan. Keduanya bercerita jika untuk menunjang digital printing miliknya mereka hingga harus mencari karyawan dengan kebutuhan khusus ke SLB di sekitar wilayah Sumedang.

Hingga saat ini pasangan tersebut telah berhasil memberdayakan ke empat karyawan, dari SLB-SLB di Sumedang yang juga berkebutuhan khusus (tuna rungu dan tuna wicara).

"Karyawannya kami cari dari SLB Cimalaka, kami ingin terus membantu sesama disabilitas, karena mereka kesulitan mendapat pekerjaan," tuturnya.

Diapresiasi Bupati dan Baznas

©2020 Merdeka.com

Dianggap sukses dan memberdayakan, tempat usahanya pun diapresiasi Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir. Dony bersama tim dari Baznas mengungkapkan rasa apresiasinya karena tetap produktif berkarya dan memberdayakan sesama di masa pandemi Covid-19 ini.

Sementara itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus mendorong agar usaha yang digeluti pasutri disabilitas tersebut bisa terus berkembang dan membuka lapangan pekerjaan bagi penyandangnya.

“Harapan kami, usahanya ini bisa lebih banyak membuka lapangan pekerjaan untuk penyandang disabilitas lainnya, Pasangan suami istri ini menjadi contoh kalau kaum disabilitas juga bisa diberdayakan” ujar Ayi Subhan Hafas, ketua Baznas Sumedang.

Dijual hingga Keluar Daerah

Untuk saat ini, produk dari usahanya seperti bantal, frame foto hingga casing handphone sudah mulai terjual hingga ke luar Jawa Barat seperti, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera, Bengkulu hingga Bali dan Maluku, melalui sistem penjualan online.

"Penjualannya online saja, ke Bali, Maluku dan seluruh daerah di Indonesia. Produk yang paling banyak dijual cashing HP dan bantal juga," katanya.

 

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.