LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Jawa Barat Siap Memfasilitasi Anak Punk untuk Hijrah

Maraknya keberadaan anak punk di jalanan membuat Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, ingin berkontribusi untuk mereka. Uu menjelaskan bahwa merupakan tugas bersama untuk ikut memfasilitasi kegiatan positif yang dijalankan oleh anak punk mengingat keberadaannya yang selalu berpindah-pindah.

2020-02-18 18:00:00
Jabar
Advertisement

Maraknya keberadaan anak punk di jalanan membuat Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, ingin berkontribusi untuk mereka. Uu menjelaskan bahwa merupakan tugas bersama untuk ikut memfasilitasi kegiatan positif yang dijalankan oleh anak punk mengingat keberadaannya yang selalu berpindah-pindah.

"Anak punk ini selalu berpindah-pindah tempat. Jadi anak punk yang di Tasikmalaya biasanya bukan warga Tasik, begitupun dengan anak punk di daerah lainnya," ujarnya. Maka dari itu anak punk tidak hanya ada di Kota Tasikmalaya saja tetapi bisa juga tersebar di kota-kota lain di Jawa Barat.

Advertisement

Tren Hijrah Komunitas Punk

Uu menambahkan bahwa saat ini banyak dari anak punk atau komunitas punk yang mulai berhijrah dengan menggunakan kopiah dan sarung, namun itu hanya sebatas pakaian. Tetap saja kegiatan mereka masih sama seperti komunitas punk lainnya yaitu berkumpul di pinggir jalan dan mengamen.

Sebelumnya juga pernah ramai terkait fenomena punk hijrah di Jakarta hingga membuat komunitas dakwah bernama Tasawuf Underground. Komunitas tersebut juga memiliki misi untuk mengubah stigma komunitas punk agar bisa berguna di masyarakat.

Advertisement

2020 Merdeka.com Imam Buhori

Anak Punk Menurut Uu Ruzhanul Ulum

Uu menjelaskan bahwa dari sisi usia anak punk biasanya memiliki semangat untuk berhijrah. Usia di atas 35 tahun biasanya mereka masih semangat merekrut orang-orang agar menjadi pengikutnya. Uu pun menambahkan bahwa setelah di usia 35 tahun ke atas mereka akan sadar dan keluar dari dunia anak punk. Namun demikian, anak punk tetap membutuhkan perhatian dan bimbingan orang yang di sekitarnya.

Bekerja Sama dengan Pesantren dan Pemerintah Daerah

Rencananya gerakan-gerakan sosial dari pemprov maupun pondok pesantren akan menjadi strateginya dalam memfasilitasi para anak punk tersebut untuk berhijrah dan melatih kemampuannya. Uu pun berharap seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat ikut berperan aktif dalam memfasilitasi para komunitas punk yang tersebar di seluruh Jawa Barat.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.