LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Jadi Jembatan Kereta Api Terpanjang di Indonesia, Ini 4 Fakta Cikubang yang Melegenda

Jembatan kereta api aktif terpanjang di Indonesia ini masih berdiri kokoh di antara indahnya pemandangan pegunungan khas Jawa Barat. Jembatan yang sudah berusia 118 tahun tersebut juga jadi akses kemajuan perekonomian dan perkebunan di kawasan Bandung, Purwakarta dan sekitarnya di masa Penjajahan Belanda.

2020-05-31 14:30:00
Jabar
Advertisement

Kereta api sudah lama menjadi transportasi yang digemari di Indonesia. Terhitung sejak zaman penjajahan Belanda, kereta api beserta kelengkapannya selalu menghipnotis para masyarakat yang menyaksikannya secara langsung.

Salah satu peninggalan Belanda yang masih aktif dan membuat kagum masyarakat di Jawa Barat terutama di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat adalah jembatan kereta api legendaris Cikubang.

Jembatan yang melintang sepanjang 300 meter ini konon dikenal sebagai jembatan kereta api yang masih aktif dan terpanjang di Indonesia.

Advertisement

Dibangun 118 Tahun Lalu

heritage.kai.id ©2020 Merdeka.com

Advertisement

Menurut arsip Heritage Kereta Api Indonesia, jembatan yang terbuat dari rangkaian baja kokoh ini dibangun pada 27 Desember 1902 dan mulai dioperasikan empat tahun kemudian.

Awalnya jembatan ini dipergunakan untuk jalur kereta api yang menghubungkan Karawang – Purwakarta - Bandung dan dibangun oleh perusahaan kereta api negara Staatssporwegen (SS). Namun, semakin meningkatnya lalu lintas kereta api membuat perusahaan Djawatan Kereta Api menambah rute hingga Jakarta.

Salah satu alasan pembangunan jembatan tersebut karena rute jalur tengah kereta api Jawa Barat rata-rata melewati jalur tebing dan membelah gunung, sehingga diperlukan jembatan penghubung sebagai perantara jalur.

Menggunakan Besi Baja Asli Eropa

Bahan konstruksi dari jembatan tersebut menurut sejarah dari heritage.kai.id diimpor langsung dari Eropa, melalui beberapa pelabuhan di pulau Jawa, seperti pelabuhan Cilacap dan Pelabuhan Tanjung Periok di Jakarta.

Pada masa pembangunannya di awal 1900-an proses pendatangan besi-besi besar tersebut sempat mengalami keterlambatan hingga 8 bulan lamanya akibat ketiadaan akses yang memadai untuk mengangkut besi seberat ratusan ton tersebut.

Jembatan Cikubang merupakan jembatan yang masuk ke dalam kategori jembatan berdinding yaitu konsep konstruksi di mana muatan tidak dipikulkan langsung pada rasuk-rasuknya melainkan melalui perantaraan rasuk memanjang dan melintang di antara rasuk-rasuknya (menyilang). Sedangkan rangkanya menggunakan lantai lintas di atas (vakwerkwandbrug met bovengelegen rijvloer) dengan panjang bentang 12-50 m.

Turut Membangun Perekonomian Bandung dan Memangkas Jarak

Jembatan yang terakhir direvitalisasi pada 1950-an tersebut juga turut mengubah perekonomian masyarakat di wilayah Bandung dengan mempermudah untuk mengangkut hasil perkebunan seperti the, kopi dan kina yang sempat menjadi komoditas yang kuat pada masa penjajahan Belanda di Indoensia khususnya Jawa Barat.

Selain itu, tujuan dibangunnya jembatan Cikubang adalah untuk memangkas perjalanan dan biaya operasional perkebunan sehingga dianggap lebih efisien oleh pemerintah Kolonial Belanda pada masa itu.

Dikelilingi Pemandangan yang Eksotis

daerahkita.com ©2020 Merdeka.com

Pemandangan yang mengelilingi jembatan Cikubang ini juga terkenal eksotis dan favorit para pelancong Eropa di masa lalu.

Dengan dikelilingi hamparan hutan dan berdiri kokoh setinggi 80 meter di atas sungai Kubang menjadikan jembatan yang terlihat jelas dari jalan Tol Cipularang antara Plered dan Padalarang ini menjadi sesuatu yang dinanti nanti ketika menaiki kereta Ekonomi Lokal Cibatu (Kereta Api Si Mandra), KA Argo Parahyangan, atau KA Serayu yang melintasi jalur eksotis ini.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.