Jadi Daya Tarik Kebun Raya Bogor, Ini 4 Fakta Bunga Bangkai Amorphophallus Titanium
Tumbuhan yang memiliki ciri bau menyengat ini bisa memiliki ketinggian hingga maksimal 4 meter, dan biasanya mengalami pola pertumbuhan 6 sampai 12 bulan sekali secara vegetatif (aseksual).
Awal tahun 2020 lalu, bunga bangkai bernama latin Amorphophallus Titanium mekar sempurna di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Tumbuhan berjenis umbi-umbian ini mekar untuk yang ketiga kalinya sejak 4 Januari 2007 lalu.
Tumbuhan yang memiliki ciri bau menyengat ini bisa memiliki ketinggian hingga maksimal 4 meter, dan biasanya mengalami pola pertumbuhan 6 sampai 12 bulan sekali secara vegetatif (aseksual).
Bunga bangkai ini kembali tumbuh sempurna di Kebun Raya Bogor awal tahun 2020. Bunga ini juga memiliki manfaat di bagian umbinya, terutama bagi penderita kolesterol dan diabetes.
Dilindungi Pemerintah
http://krbogor.lipi.go.id/ ©2020 Merdeka.com
Tumbuhan khas hutan Sumatra ini masuk ke dalam kategori tumbuhan yang langka di dunia dan dilindungi pemerintah.
Dilansir dari lipi.go.id, bunga asli Indonesia ini termasuk jenis tumbuhan yang dilindungi. Bunga bangkai dilindungi lewat Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999, sesuai dengan klasifikasi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Berbeda dengan Rafflesia Arnoldi
http://krbogor.lipi.go.id/ ©2020 Merdeka.com
Menurut salah satu peneliti bunga bangkai, Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, Dian Latifah, bunga bangkai yang tumbuh di Kebun Raya Bogor berbeda dengan Rafflesia Arnoldi. Walau keduanya memiliki ciri aroma yang hampir mirip, dua bunga raksasa ini berbeda.
Menurutnya, Rafflesia merupakan bunga bangkai berjenis parasit yang biasa hidup di tumbuhan lain. Sedangkan Amorphophallus merupakan bunga tunggal yang menyerupai umbi-umbian.
“Rafflesia merupakan tumbuhan parasit dengan pohon inang Tetrastigma spp, atau anggur hutan,” ujar Dian.
Memerlukan Bantuan Manusia untuk Penyerbukan
http://krbogor.lipi.go.id/ ©2020 Merdeka.com
Untuk melestarikan tumbuhan raksasa ini diperlukan bantuan langsung dari manusia di masa penyerbukan. Dalam satu tongkol bunga jantan dan betina tidak masak secara bersamaan.
Dian menjelaskan, jika bunga betina akan melangsungkan proses masak di malam hari dan bunga jantan di hari berikutnya. Ketika proses masak terjadi, maka terdapat peningkatan suhu dengan mengeluarkan asap yang berbau busuk. Bunga raksasa ini tidak bisa tumbuh mandiri dan harus melewati proses reintroduksi.
“Secara alami bunga bangkai sulit menyerbuk sendiri. Penyerbukan dapat terjadi dengan bantuan serangga penyerbuk atau manusia,” terangnya.
Memiliki Khasiat untuk Manusia
Yang menarik dari bunga bangkai Amorphallus ini adalah khasiatnya. Bunga bangkai ini baik bagi tubuh manusia, jika dikonsumsi. Salah satu manfaatnya adalah sebagai pengendali kolestrol dan gula darah, serta baik untuk orang yang sedang menjalankan program penurunan berat badan.
“Umbinya bermanfaat karena kandungan glucomannan yang memiliki kegunaan sebagai zat pengental, jelly kaya serat (dietary fibers) dan suplemen untuk diet kolesterol, gula darah, dan agen control berat badan,” pungkas Dian.