Hentikan Pembahasan Kata 'Anjay', Lutfi Agizal Berikan Klarifikasi
Belakangan ini kata 'anjay' menjadi viral dan ramai diperbincangkan di sosial media. Hal tersebut bermula setelah YouTuber Lutfi Agizal membuat konten yang membahas soal kata tersebut dengan mengundang narasumber dari berbagai disiplin ilmu.
Belakangan ini kata 'anjay' menjadi viral dan ramai diperbincangkan di sosial media. Hal tersebut bermula setelah YouTuber Lutfi Agizal membuat konten yang membahas soal kata tersebut dengan mengundang narasumber dari berbagai disiplin ilmu.
Ia juga telah membuat laporan ke Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) lantaran kata 'anjay' dianggapnya bisa merusak moral bangsa.
Konten Youtube dan aksi yang dilakukan Lutfi ini memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Banyak yang mengkritik dan menganggap hal itu dirasa tidak penting.
Gara-gara itu, Lutfi pun akhirnya bermaksud untuk menyudahi pembahasan tentang kata tersebut. Ia pun memberikan klarifikasi melalui video yang ia unggah di kanal YouTube- nya dengan tajuk Klarifikasi: AKhir Kisah Anja*y.. "Bahasa Menunjukkan Bangsa yang tayang pada Senin (31/08) malam.
Berikut selengkapnya.
Menyudahi Pembahasan Kata 'Anjay'
Awalnya, pria berusia 25 tahun ini akan membahas kata 'Anjay' ini dalam lima bagian. Ia berencana ingin mengundang narasumber dari sisi ahli bahasa Indonesia, psikolog, pemuka agama, bahkan sampai ahli hukum.
Namun, lantaran menuai banyak kritikan. Ia pun memutuskan untuk mengakhiri pembahasan kata tersebut.
"Dikarenakan terjadi banyak hal dan banyaknya masukan kepada saya, saya tentunya tidak ingin mempermasalahkan dan menjadikan ini sebuah masalah yang jauh lebih besar. Namun dikarenakan banyaknya pro dan kontra yang dapat menimbulkan gesekan, saya ingin menyudahi pembahasan mengenai kata Anjay ini di konten YouTube saya," ujar Lutfi.
YouTube/Lutfi Agizal ©2020 Merdeka.com
Tidak Akan Membahas Kata 'Anjay' Lagi
Lutfi pun menegaskan bahwa dirinya tidak akan membahas lagi mengenai kata yang sedang viral ini. Ia juga mengungkapkan tidak ingin ikut campur apabila nanti ke depannya ada instansi atau LSM yang mengkaji dan membahas kembali tentang kata 'Anjay' tersebut.
"Apabila ada instansi ada LSM atau lembaga pemerintahan yang ingin melanjutkan untuk mengkaji atau membahas mengenai fenomena yang sedang viral ini, saya kembalikan kepada pihak-pihak tersebut, namun saya pribadi sudah tidak akan membahas ini lagi," terangnya.
YouTube/Lutfi Agizal ©2020 Merdeka.com
Kata yang Bersifat Multitafsir
Sebelumnya pria kelahiran Oktober 1994 ini telah membahas kata 'Anjay' tersebut dengan dua orang narasumber. Dari hasil pembahasan tersebut, Ia menyimpulkan bahwa kata Anjay adalah kata yang bersifat multitafsir.
"Demi kenyamanan kita bersama dikarenakan setelah saya rilis dari dua narasumber ini terdapat dua hal yang saya tangkap, yaitu kata anjay ini memiliki sifat multi tafsir yang bisa diartikan A dan bisa diartikan B," kata Lutfi.
"Namun juga penggunaan kata-kata ini harus melihat pada kondisi dan tujuan untuk melakukan kalimat tersebut, tentunya bisa kalimat positif bisa juga untuk menyakiti ataupun hal negatif," sambungnya.
YouTube/Lutfi Agizal ©2020 Merdeka.com
Menyampaikan Permintaan Maaf
Lebih lanjut, Lutfi pun menjelaskan maksud dan tujuannya membahas konten tersebut. Ia mengaku tak bermaksud untuk menimbulkan perpecahan.
Ia juga meminta maaf kepada publik jika konten yang Ia buat malah membuat permasalahan.
"Maksud dari tujuan saya untuk mengangkat konten edukasi ini bukan untuk memecah belahkan bangsa ini, justu saya hadir ini hanya untuk memberikan sudut pandang wawasan yang lain, kalau dirasa menjadi sebuah permasalahan menjadi hal yang menyakiti hati, saya dan tim saya mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya," lanjutnya.
YouTube/Lutfi Agizal ©2020 Merdeka.com
Menjadi Pelajaran yang Positif
Tak hanya itu, Lutfi juga akan menjadikan permasalahan ini menjadi sebuah pelajaran positif untuk membuat sebuah konten di lain kesempatan.
"Saya pribadi terketuk hatinya, untuk terus menyelamatkan generasi kita dari bahaya kata-kata yang merusak atau menjadikan sebuah habit yang buruk, tentunya ini menjadi pelajaran positif bagi saya dalam memberikan konten-konten edukasi di lain kesempatannya," tuturnya.
Ia juga berharap agar publik bisa mengambil sisi positif dari pembahasan tersebut.
"Namun bagi kalian apa yang saya rasakan masih menjadi sebuah keresahan bagian kalian semuanya, saya mohon tolong diambil segi positifnya saja. Kalau tidak diambil segi positifnya saya tidak ingin menjadikan ini sebuah perpecahan kepada bangsa kita sendiri," tandasnya.
YouTube/Lutfi Agizal ©2020 Merdeka.com
Mendedikasikan Hasil Adsense
Setelah konten pembahasannya bersama dua narasumber tersebut ramai diperbincangkan, Lutfi pun bermaksud akan mendedikasikan hasil adsense dari video tersebut untuk membantu anak-anak yang memiliki kendala dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh.
"Dan dari dua konten yang sudah saya angkat dari sudut pandang bahasa dan psikolog, adsense dari video tersebut akan saya dedikasikan kepada anak-anak yang membutuhkan terutama yang terhalang mengenai proses pembelajaran online," kata Luthfi.
©2020 Merdeka.com/instagram Lutfi Agizal
Pesan Lutfi untuk Menggunakan Kata 'Anjay' di Tempat yang Tepat
Mengakhiri klarifikasinya, Lutfi Agizal meminta publik untuk menggunakan kata 'Anjay' di tempat yang tepat. Ia juga berharap agar setiap kalimat atau ucapan yang disampaikan tidak menyakiti pihak lain.
"Dan apabila kalian ingin tetap menggunakan kata-kata tersebut, saya mohon untuk dapat digunakan di tempat yang tepat, semoga tidak ada orang yang merasa tersakiti dengan kalimat-kalimat ataupun ucapan-ucapan yang kita omongkan," terang Lutfi.
"Bahasa Indonesia ini adalah bahasa yang sangat luas, kita sudah merdeka tentunya kita harus menjaga bahasa Indonesia ini supaya terus positif diterima di masyarakat kalangan manapun, generasi kita selanjutnya ada di tangan kita sendiri, bahasa menunjukkan bangsa, saya pamit untuk mengakhiri konten edukasi tema anjay," tutupnya.
©2020 Merdeka.com/instagram Lutfi Agizal