Dua Pencuri Kambing di Purwakarta Babak Belur Dihajar Massa, Pakai Modus Roti Potas
Sebuah video amatir merekam pelaku pencuri kambing dihajar massa, di Kampung Parang Gombong, Kutamanah, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (4/1). Dalam rekaman tersebut pelaku babak belur, tak selang berapa lama, akhirnya diamankan polisi.
Sebuah video amatir merekam pelaku pencuri kambing dihajar massa, di Kampung Parang Gombong, Kutamanah, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (4/1). Dalam rekaman tersebut pelaku babak belur, tak selang berapa lama, akhirnya diamankan polisi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku yang tertangkap berjumlah dua orang. Keduanya dihakimi lantaran tak mengaku usai berupaya mengambil kambing milik warga. Disebutkan, keduanya menggunakan modus pencurian dengan memberi umpan roti yang telah diberi potas.
"Dari hasil pemeriksaan di TKP, pelaku ini sudah menjalankan aksinya sebanyak dua sampai tiga kali," kata Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Arief Bastomi, dilansir dari YouTube Liputan6 SCTV.
Menjual Kambing yang Sudah Mati
©2022 Kanal YouTube Liputan6 SCTV / Merdeka.com
Arief melanjutkan, pelaku tersebut mulanya melemparkan sebuah roti yang telah diisi potas ke arah kandang. Setelah kambing incarannya mati, pelaku langsung beraksi untuk menjualnya ke penadah dalam kondisi bangkai.
Menurut polisi, saat kepergok, pelaku berjumlah tiga orang. Namun baru dua pelaku yang ditangkap, sedangkan satu tersangka lain masih dalam perburuan.
"Jadi setelah kambingnya meninggal itu, bangkainya langsung diambil kemudian diperjual belikan," lanjut Arief, dalam keterangan pers.
Telah Diincar Warga
Sementara itu, dilansir dari Instagram @infopurwakarta_ Kepala Desa Kutamanah, Asep Samsudin mengatakan jika kejadian tersebut ternyata sudah diketahui warga.
Asep mengungkapkan, jika warga di sana sempat memergoki para pelaku yang berjumlah tiga orang menebar benda mencurigakan yang diduga roti berisi potas. Usai kejadian, warga langsung melakukan pengintaian hingga akhirnya berhasil menangkap.
"Setelah menebar benda itu, pelaku kemudian pergi. Karena kejadian ini sudah berulang warga pun melakukan pengintaian. Warga yang sudah menunggunya segera melakukan penangkapan dan di bawa ke Kantor Desa," terang Asep.