Dosis Paracetamol Anak yang Tepat, Penting Diketahui Orang Tua
Sebelum memberikannya pada anak, Anda harus tahu dosis paracetamol anak terlebih dahulu. Dosis paracetamol anak ini penting diperhatikan agar terhindar dari efek samping obat ini.
Anda mungkin sudah tak asing lagi dengan obat paracetamol. Paracetamol merupakan obat yang masuk dalam golongan analgesik dan antipiretik, dan umumnya dikenal sebagai pereda nyeri dan penurun demam.
Tak hanya terkenal di Indonesia saja, obat ini juga banyak digunakan di seluruh dunia. Meskipun paracetamol sangat efektif dalam mengendalikan rasa sakit, obat ini tidak mengandung sifat anti-inflamasi.
Paracetamol dapat dikonsumsi baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Bagi anak-anak paracetamol berguna sebagai penghilang rasa sakit. Obat ini sering digunakan untuk mengobati sakit kepala, sakit perut, sakit telinga, hingga gejala pilek. Obat ini juga digunakan untuk menurunkan demam.
Untuk anak-anak, paracetamol tersedia dalam bentuk tablet atau sirup. Namun sebelum memberikannya pada anak, Anda harus tahu dosis paracetamol anak terlebih dahulu. Dosis paracetamol anak ini penting diperhatikan agar terhindar dari efek samping seperti kram perut, mual dan muntah, sembelit, hingga diare.
Bagaimana dosis paracetamol anak yang tepat? Berikut kami beri ulasannya.
Dosis Paracetamol Anak
Paracetamol adalah obat yang aman diberikan kepada bayi dan anak-anak untuk mengobati berbagai jenis nyeri, seperti sakit kepala, sakit gigi, dan sakit tenggorokan. Paracetamol juga digunakan untuk mengobati demam.
Untuk dosis paracetamol anak yang tepat, harus disesuaikan dengan berat badan dan kondisi dari sang anak. Dosis paracetamol anak atau bayi adalah 10–15 mg per kilogram berat badannya. Paracetamol juga tidak boleh diberikan lebih dari 4 kali sehari, dan pemberian obat minimal berjarak 4 sampai 6 jam.
Informasi dosis paracetamol anak yang biasa kita lihat pada kemasan obat biasanya ditakar berdasarkan usia. Namun, pemberian dosis paracetamol anak tepat menurut laman Alodokter adalah berdasarkan berat badan dari si anak.
Berikut adalah tabel yang menjelaskan bagaimana dosis paracetamol anak yang dianjurkan:
|
Berat Badan Anak |
Usia Anak |
Dosis |
|
|
Miligram (mg) |
Mililiter (ml) |
||
|
3–5 kg |
0−3 bulan |
40 |
1,25 |
|
5–8 kg |
4−11 bulan |
80 |
2,5 |
|
8–11 kg |
12−23 bulan |
120 |
3,75 |
|
11–16 kg |
2−3 tahun |
160 |
5 |
|
16–22 kg |
4−5 tahun |
240 |
7,5 |
|
22–27 kg |
6−8 tahun |
320 |
10 |
|
27–32 kg |
9−10 tahun |
400 |
12,5 |
|
33–43 kg |
11−12 tahun |
480 |
15 |
|
43 kg ke atas |
13 tahun ke atas |
640 |
20 |
Dosis paracetamol anak yang tertera dalam tabel di atas merupakan dosis untuk obat berbentuk sirup, dengan takaran 160 mg per 5 ml sirup. Penting untuk dicatat bahwa sangat disarankan untuk mengikuti anjuran dari dokter untuk pemberian paracetamol pada bayi yang berusia di bawah 3 bulan.
Paracetamol yang diberikan pada anak jarang menimbulkan efek samping jika Anda memberikannya dalam dosis yang tepat. Tapi, jika Anda khawatir dengan efek samping atau melihat sesuatu yang tidak biasa, bicarakan dengan apoteker atau dokter.
Dalam kasus yang jarang terjadi, mungkin akan menimbulkan reaksi alergi serius (anafilaksis) dari paracetamol untuk anak-anak.
Pemberian Obat
Selain memperhatikan dosis paracetamol yang tepat bagi anak, ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan sebelum memberikan paracetamol pada anak:
Kocok terlebih dahulu
Untuk anak, paracetamol yang diberikan biasanya berbentuk cair atau sirup. Oleh karena itu, disarankan untuk mengocok obat terlebih dahulu setidaknya selama 10 detik untuk memastikan obat tercampur rata.
Gunakan sendok takar khusus
Biasanya, Anda mungkin juga pernah melakukannya, orang tua menggunakan sendok teh atau sendok makan ketika memberikan obat paracetamol pada anak. Cara ini sebenarnya keliru. Karena untuk memastikan dosis yang tepat pada anak, perlu menggunakan sendok takar khusus yang biasanya juga disertakan dalam kemasan obat. Tak hanya untuk anak, sendok takar ini juga penting bagi orang dewasa yang hendak meminum obat agar dosis yang didapat sesuai dengan anjuran.
Parasetamol untuk anak juga tidak selalu cocok untuk semua anak. Untuk memastikan obat ini aman untuk anak Anda, tanyakan kepada dokter atau apoteker jika anak Anda:
- kecil untuk usia mereka, karena dosis yang lebih rendah mungkin lebih baik
- memiliki masalah hati atau ginjal
Cara Kerja Paracetamol
Produk paracetamol sendiri dikenal dengan berbagai nama merek. Paracetamol sudah sering digunakan dalam banyak produk pereda nyeri dan dalam formulasi batuk/pilek yang dirancang untuk orang dewasa dan anak-anak.
Para ilmuwan masih mempelajari bagaimana obat paracetamol bekerja. Dikutip dari nurofen.com.au, paracetamol diduga dapat mengurangi intensitas sinyal rasa sakit ke otak dan menurunkan demam. Tidak seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), paracetamol memiliki efek yang minimal dalam meredakan peradangan. Ini menjadi pertimbangan penting karena beberapa jenis nyeri tubuh (seperti nyeri osteoarthritis) disebabkan oleh peradangan.
Paracetamol umumnya ditoleransi dengan baik bila diminum sesuai dosis dan petunjuk, tetapi seperti semua penghilang rasa sakit yang dijual bebas, tidak boleh dikonsumsi lebih dari beberapa hari tanpa saran medis.