Doa untuk Orang yang Menghina Kita, Tetap Tenangkan Diri
Mendapatkan hinaan memang tidak menyenangkan. Mendapatkan perlakuan buruk dan direndahkan tentu akan menguji kesabaran dan kontrol diri, sehingga bisa saja kita emosi hingga marah, bahkan menyimpan dendam. Akan lebih baik jika Anda membaca doa untuk orang yang menghina kita, agar merasa tenang dan tidak emosi.
Menghina atau merendahkan orang lain merupakan perbuatan buruk yang dilarang dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan mengkategorikan perbuatan tersebut sebagai dosa besar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Mencela seorang muslim adalah kefasikan (dosa besar), dan memerangi mereka adalah kekafiran.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Islam memang menganjurkan umatnya untuk menjaga lidah dan berkata yang baik, serta menghormati sesama manusia tanpa terkecuali. Selain itu, dalam Islam juga dianjurkan untuk selalu berbuat baik kepada sesama dan menghindari tindakan yang merugikan orang lain.
Lalu, bagaimana jika kita yang mendapatkan hinaan?
Mendapatkan hinaan memang tidak menyenangkan. Mendapatkan perlakuan buruk dan direndahkan tentu akan menguji kesabaran dan kontrol diri, sehingga bisa saja kita emosi hingga marah, bahkan menyimpan dendam.
Namun, jika kita mendapatkan hinaan dari seseorang, ada baiknya kita menahan diri dan tidak membalasnya. Dan akan lebih baik jika Anda membaca doa untuk orang yang menghina kita. Bacaan doa ini akan membuat diri kita merasa lebih tenang dan dapat meredam emosi akibat direndahkan. Artikel berikut ini akan mengajarkan bagaimana bacaan doa untuk orang yang menghina kita:
Doa untuk Orang yang Menghina Kita
Mendapatkan hinaan dari seseorang memang menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Tapi, jangan sampai kita terbawa emosi sampai membalas hinaan mereka. Karena sebagai umat Islam, ada amalan lain yang lebih bermanfaat ketika mendapat cemoohan orang lain, yaitu dengan membaca doa untuk orang yang menghina kita.
©2022 Merdeka.com/pixabay
Bacaan doa untuk orang yang menghina kita ini cukup mudal dihapalkan, tapi sedikit yang mengingatnya. Berikut bacaan doa untuk orang yang menghina kita dan artinya:
Allahummaghfir li qaumi fa innahum la ya’lamun.
Artinya: “Ya Allah ampunilah kaumku, (mereka berbuat demikian) karena mereka tidak mengetahui”.
Doa untuk orang yang menghina kita tersebut didasarkan pada hadis dari riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Dalam hadis lengkapnya dikisahkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan penghinaan dan dipukul hingga berdarah saat sedang berdakwah. Namun, sambil mengusap darahnya, beliau tak lantas membalas perlakuan dari penghinanya. Alih-alih membalas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam justru mendoakan orang yang menghinanya dengan bacaan doa untuk orang yang menghina kita di atas.
Selain membaca doa untuk orang yang menghina kita, Anda juga bisa menenangkan hati dengan melakukan amalan lain dengan cara bertasbih kepada Allah SWT.
Terkait dengan amalan ini, Allah SWT berfirman, yang artinya,
“Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.” (QS. Thaha: 130).
“Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya). Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai salat.” (QS. Qaaf: 39-40).
Dalil tentang Buruknya Menghina Orang Lain
Menghina dan merendahkan orang lain adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam. Bahkan Allah SWT berfirman dalam salah satu ayatnya yang berarti,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri (maksudnya, janganlah kamu mencela orang lain, pen.). Dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar (yang buruk). Seburuk-buruk panggilan ialah (penggilan) yang buruk (fasik) sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Hujuraat: 11).
Kemudian dalam riwayat dari sahabat ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau ditanya tentang ucapan seseorang kepada orang lain yang berbunyi, “Wahai orang fasiq!”; “Wahai orang jelek!”; maka beliau radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Itu perbuatan buruk, terdapat hukuman ta’zir [1], namun tidak ada hukuman hadd [2] untuknya.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi, dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
Jangankan mencela sesama manusia, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang kita untuk mencela binatang hingga angin.
Hal ini tergambar dalam riwayat dari sahabat Zaid bin Khalid radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Janganlah Engkau mencela ayam jantan, karena sesungguhnya ayam jantan itu yang membangunkan kalian shalat.” (HR. Abu Dawud, dinilai shahih oleh Al-Albani).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
”Janganlah kamu mencaci maki angin.” (HR. Tirmidzi, Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).