LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Doa Setelah Solat Witir Sesuai Hadis beserta Artinya, Ini Waktu Pelaksanaannya

Di bulan Ramadan, solat witir biasa dikerjakan sebanyak tiga rakaat setelah mengerjakan solat tarawih. Usai melaksanakan solat witir pun, masih ada doa setelah solat witir yang biasanya akan dibaca bersama-sama.

2022-04-02 12:08:00
Jabar
Advertisement

Selama Ramadan, umat Islam akan menghidupkan malam-malamnya dengan mendirikan solat tarawih yang biasa dilakukan secara berjamaah di masjid seusai mengerjakan solat isya. Setelah mengerjakan solat tarawih, kita juga akan mendirikan solat witir sebagai penutup.

Witir secara bahasa memiliki arti ganjil. Hal ini juga disampaikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis yang artinya,

BACA JUGA: Doa Setelah Sholat Witir Dalam Latin

Advertisement

“Sesungguhnya Allah itu witir (tunggal) dan menyukai yang witir (ganjil).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sesuai dengan artinya, witir adalah solat sunnah yang dikerjakan dengan jumlah rakaat yang ganjil, bisa satu, tiga, dan bilangan ganjil lainnya. Solat ini dikerjakan di antara solat isya dan masuknya waktu subuh, dan biasa dilakukan sebagai penutup ibadah solat malam.

Untuk hukumnya, mayoritas ulama berpendapat bahwa solat witir hukumnya adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang amat dianjurkan, namun tidak sampai menjadi ibadah wajib.

Advertisement

Di bulan Ramadan, solat witir biasa dikerjakan sebanyak tiga rakaat setelah mengerjakan solat tarawih. Usai melaksanakan solat witir pun, masih ada doa setelah solat witir yang biasanya akan dibaca bersama-sama.

Dalam artikel kali ini, kami akan menyampaikan bagaimana bacaan doa setelah solat witir yang perlu Anda hapalkan selama bulan Ramadan.

Doa Setelah Solat Witir

Melansir dari rumaysho.com, berikut bacaan doa setelah solat witir:

SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS

Artinya: Maha Suci Allah Yang Maha Merajai, lagi suci dari berbagai kejelekan (dibaca tiga kali).

Dalam membaca doa setelah solat witir di atas, dianjurkan untuk mengeraskan suara pada bacaan yang ketiga kali, sesuai dengan hadis riwayat An Nasai dan Ahmad.

Kemudian bacaan doa setelah solat witir dilanjutkan dengan melafalkan,

ROBBIL MALAIKATI WAR RUUH

Artinya: Allah itu Rabb malaikat dan Ruh—yaitu Jibril–)(HR. As-Sunan Al-Kubra Al-Baihaqi)

ALLOHUMMA INNII A’UUDZU BI RIDHOOKA MIN SAKHOTIK WA BI MU’AFAATIKA MIN ‘UQUUBATIK, WA A’UDZU BIKA MINKA LAA UH-SHI TSANAA-AN ‘ALAIK, ANTA KAMAA ATSNAITA ‘ALA NAFSIK

Artinya: Ya Allah, aku berlindung dengan keridaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan pemaafan-Mu dari hukuman-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah).

Itulah bacaan doa setelah solat witir dan artinya yang bisa Anda amalkan dan hapalkan selama bulan Ramadan.

Waktu Pelaksanaan Solat Witir

Menurut pendapat dari ulama Hambali dan pendapat yang mu’tamad dalam madzhab Syafi’i, waktu solat witir dimulai dari solat isya dan berakhir saat fajar terbit. Hal ini didasarkan pada dalil Abu Bashrah Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah telah menambahkan bagi kalian shalat yaitu shalat witir. Kerjakanlah shalat witir antara shalat Isya dan shalat Shubuh.” (HR. Ahmad).

Ibnu ‘Umar juga menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang cara shalat malam, beliau bersabda,

“Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu shubuh, hendaklah ia shalat satu rakaat sebagai witir (penutup) bagi shalat yang telah dilaksanakan sebelumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Solat Witir di Akhir Malam

Meski solat witir disebut sebagai penutup solat malam, bukan berarti dalam pengerjaannya harus di akhir malam. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun terkadang juga mengerjakan solat witir di awal atau pertengahan malam.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,

“Kadang-kadang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan witir di awal malam, pertengahannya, dan akhir malam. Sedangkan kebiasaan akhir beliau adalah beliau mengakhirkan witir hingga tiba waktu sahur.” (HR. Muslim).

Sedangkan solat witir yang dijadikan sebagai penutup solat malam, didasarkan pada hadis Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma,

“Jadikanlah akhir shalat malam kalian adalah shalat witir.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi jika Anda tidak yakin bisa bangun di akhir malam untuk solat witir, Anda bisa mengerjakannya sebelum tidur. Hal ini berdasarkan hadis Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa di antara kalian yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia witir dan baru kemudian tidur. Dan siapa yang yakin akan terbangun di akhir malam, hendaklah ia witir di akhir malam, karena bacaan di akhir malam dihadiri (oleh para Malaikat) dan hal itu adalah lebih utama.” (HR. Muslim).

(mdk/ank)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.