LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Doa Setelah Baca Alquran beserta Artinya Sesuai Sunah Nabi

Usai membaca kitab suci Alquran, kita juga bisa membaca doa setelah baca Alquran yang sesuai dengan hadis. Tapi sayangnya, bacaan doa setelah baca Alquran yang sesuai dengan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini masih jarang diamalkan oleh kaum muslimin.

2021-08-10 19:00:00
Jabar
Advertisement

Alquran adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan Allah SWT pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kitab ini menjadi kitab terakhir yang diturunkan sekaligus sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.

Membaca Alquran adalah salah satu amalan wajib bagi kaum muslimin. Kitab ini bukan sekadar digunakan dalam urusan ibadah saja, tapi juga menjadi petunjuk dan pemisah antara yang haq dan yang bathil dalam kehidupan orang beriman. Itulah sebabnya, kita sebagai umat Islam juga diharapkan dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran.

Membaca Alquran membawa banyak manfaat, terutama sebagai bekal di akhirat kelak. Salah satu hadis terkenal dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Advertisement

"Siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh yang semisal. Aku tidak katakan alif laam miim itu satu huruf. Namun alif itu satu huruf, laam itu satu huruf, dan miim itu satu huruf." (HR. Tirmidzi).

Usai membaca kitab suci Alquran, kita juga bisa membaca doa setelah baca Alquran yang sesuai dengan hadis. Tapi sayangnya, bacaan doa setelah baca Alquran yang sesuai dengan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini masih jarang diamalkan oleh kaum muslimin.

Dilansir dari rumaysho.com, kami akan menyampaikan sekaligus mengingatkan kembali bacaan doa setelah baca Alquran yang sesuai dengan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Advertisement

Doa Setelah Baca Alquran

Apa yang Anda ucapkan setelah selesai membaca Alquran? Kebanyakan orang mungkin akan melafadzkan bacaan 'shodaqallahul ‘azhim' setiap selesai membaca Alquran. Tapi, benarkah membaca ini setelah membaca Alquran sesuai dengan tuntunan dalam Islam?

Seorang mufti di Kerajaan Saudi Arabia di masa silam, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah pernah menjelaskan tentang masalah ini:

Banyak orang yang membiasakan mengucapkan ‘shodaqollahul ‘azhim’ ketika selesai membaca Al Qur’an Al Karim, padahal sebenarnya amalan ini tidak ada dasarnya. Tidak boleh membiasakan bacaan ini, bahkan kalau ditimbang-timbang dengan aturan syari’at amalan ini termasuk amalan tanpa tuntunan jika diyakini oleh yang membacanya bahwa aamalan tersebut sunah. Sehingga sepantasnya amalan itu tidak diteruskan (ditinggalkan).

Untuk doa setelah baca Alquran sebenarnya ada yang sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Doa setelah baca Alquran tersebut adalah,

Subhanakallahumma wa bihamdika laa ilaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik

Artinya: "Maha suci Engkau, ya Allah sambil memuji-Mu. Tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."

Doa setelah baca Alquran ini tertera dalam hadis dari ‘Aisyah, yang berkata,

"Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di suatu tempat atau membaca Al Qur’an ataupun melaksanakan salat kecuali beliau akhiri dengan membaca beberapa kalimat". Aku pun bertanya kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, "Wahai Rasulullah, tidaklah Anda duduk di suatu tempat, membaca Al Qur’an ataupun mengerjakan shalat melainkan Anda akhiri dengan beberapa kalimat?" beliau menjawab,

"Betul, barang siapa yang mengucapkan kebaikan maka dengan kalimat tersebut amal tadi akan dipatri dengan kebaikan. Barang siapa yang mengucapkan kejelekan maka kalimat tersebut berfungsi untuk menghapus dosa. Itulah ucapan Subhanakallahumma wa bihamdika laa ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik." (HR. An Nasai).

Bacaan "Shodaqallahul Azhim"

Jika membaca 'shodaqallahul 'azhim' setelah membaca Alquran berdasarkan ayat dari surat Ali Imran ayat 95, maka tidaklah tepat. Karena ayat tersebut adalah perintah Allah untuk menjelaskan tentang kebenaran dari kitab Allah yaitu taurat dan lainnya.

Dilansir dari laman konsultasisyariah.com, kalimat 'shodaqallahul 'azhim' juga dapat kita baca ketika melihat sebuah realita yang sesuai dengan keterangan yang ada di dalam Alquran. Ini sekaligus menjadi pengakuan hati akan kebenaran dari firman Allah SWT.

Hal ini pernah dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis dari Buraidah bin Hashib radhiyallahu ‘anhu, ketika dua cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al-Hasan dan Al-Husain, tiba-tiba datang ketika beliau sedang berkhutbah di atas mimbar. Keduanya berjalan tertatih-tatih memakai bajunya yang menawan. Melihat dua cucunya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam turun dari mimbarnya dan memotong khutbahnya, lalu beliau menggendong keduanya dan kembali ke mimbar, kemudian berkata,

“Maha benar Allah dalam firman-Nya (Shodaqallahu): ‘Sungguh harta-harta dan anak-anak kalian itu adalah fitnah (cobaan)’, aku melihat kedua anak ini tertatih-tatih dengan bajunya, akupun tidak sabar, hingga aku memotong khutbahku, lalu aku menggendong keduanya.” (HR. An-Nasai dan Abu Daud).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan kalimat 'shodaqallahu' karena membenarkan firman Allah SWT di surat at-Taghabun ayat 15, yang menjelaskan bahwa harta dan anak adalah fitnah. Tak terkecuali beliau sebagai salah satu hamba Allah. Melihat dua cucunya yang sangat menawan hati beliau, membuat beliau harus memotong khutbahnya agar bisa menggendong cucunya.

Adapun kalimat ‘shodaqollahul ‘azhim’ untuk mengakhirkan bacaan Alquran, tidak ada pendukungnya.

Satu hal lagi yang menguatkan adalah ketika Ibnu Mas’ud membacakan surat An Nisa’ di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai pada firman Allah,

“Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” (QS. An Nisa: 41).

Saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan, “Cukup, cukup.” Ibnu Mas’ud pun menoleh dan melihat nabi sedang menangis karena mengingat kedudukan mulia untuknya di hari kiamat yang disebutkan dalam ayat ini.

Jadi kesimpulannya, ucapan ‘shodaqollahul ‘azhim’ untuk mengakhirkan bacaan Alquran tidak ada tuntunannya dalam Islam. Namun jika dilakukan pada kondisi tertentu karena ada faktor yang menuntut, maka diperbolehkan.

Wallahu a’lam.

(mdk/ank)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.