Doa Nabi Yunus dalam Perut Ikan, Bantu Keluar dari Segala Kesulitan
Setiap muslim selalu berdoa kepada Allah SWT agar selalu dilindungi dari godaan setan atau dari hal-hal yang membahayakannya. Salah satu doa yang baik telah dicontohkan Nabi Yunus saat menghadapi musibah berada di dalam perut ikan.
Alquran merupakan kitab suci yang terakhir diturunkan Allah SWT dengan perantaraan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW sebagai kunci dan kesimpulan dari isi semua kitab suci yang pernah diturunkan Allah kepada para nabi dan rasul yang diutus sebelum Nabi Muhammad SAW. Al Qur'an terdiri atas 6.236 ayat atau 114 surah.
BACA JUGA: La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin Doa Untuk Meminta Pertolongan
Al-Qur'an juga merupakan pedoman bagi manusia untuk dapat beribadah kepada Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya. Al-Qur'an adalah kitab suci yang wajib dibaca, dipahami, direnungkan, dan juga diterapkan dalam kehidupan keseharian dengan tidak menyimpangkan sedikitpun darinya, meremehkannya ataupun mengindahkannya demi sesuatu yang berlawanan dengannya. Al-Qur'an sebagai rujukan bagi setiap muslim dalam menghadapi musibah, cobaan, dan juga kesedihan.
BACA JUGA : Nama anak islami dan artinya untuk perkembangannya
Setiap muslim selalu berdoa kepada Allah SWT agar selalu dilindungi dari godaan setan atau dari hal-hal yang membahayakannya. Salah satu doa yang baik telah dicontohkan Nabi Yunus saat menghadapi musibah berada di dalam perut ikan. Adapun berikut ini merupakan informasi lengkapnya telah dirangkum merdeka.com melalui NU Online dan berbagai sumber lainnya.
Doa Nabi Yunus dalam Perut Ikan
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Laa ilaaha illa Anta, subhanaka innii kuntu minaz zalimim.
Artinya,
Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim” (QS Al-Anbiya’ 87).
Manfaat Doa Nabi Yunus
Kisah Nabi Yunus saat ditelan seekor ikan besar menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang, khususnya bagi umat Islam saat menghadapi musibah. Dikisahkan, Nabi Yunus berada dalam perut binatang laut selama 40 hari. Berkat kuasa dan kehendak Allah SWT, Nabi Yunus tetap bisa hidup dan keluar dalam keadaan selamat.
Saat berada dalam perut seekor ikan besar, Nabi Yunus tak lepas selalu berdoa kepada Allah SWT, memohon ketenangan hati dan keselamatan. Ketekunanya dalam berdoa dapat kita jadikan contoh terlebih saat kita dihadapkan pada sesuatu yang menakutkan.
Doa Nabi Yunus memiliki berbagai manfaat dan keutamaan, tak heran banyak ulama yang mengamalkan doa satu ini. Seperti halnya Syekh Sayyid Muhammad bin al-Alawy al-Maliky al-Hasani dalam kitab Abwab al-Faraj mengungkapkan para ulama dan wali ada yang membacanya 40 kali setelah sholat tanpa terputus sama sekali, bahkan ada yang membacanya 1000 kali setiap hari.
Di dalam doa tersebut, terdapat manfaat di antaranya sebagai berikut:
- Diampuni oleh Allah SWT. Doa Nabi Yunus ini berisi permintaan maaf kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang pernah diperbuatnya. Dengan sungguh-sungguh membaca doa ini, niscaya Allah SWT akan menerima pertaubatan umatnya.
- Keinginanya dikabulkan Allah SWT , dimana penjelasan tersebut tertuang dalam hadis riwayat At-Tirmidzi yang memiliki arti sebagai berikut: "Doa Dzun Nuun [Nabi Yunus] ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: 'Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin'. Sesungguhnya tidaklah seorang Muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.”
- Mendapat pahala orang yang mati syahid. Dalam hadis riwayat al-Hakim dari Sa’ad bin Abi Waqash disebutkan bahwa apabila seseorang membaca doa ini 40 kali saat sakit, lalu ia meninggal, maka dirinya akan mendapat pahala layaknya orang yang meninggal syahid.
Adab Berdoa yang Baik dan Benar
Setiap dari kita yang berdoa kepada Allah SWT tnetu ingin doanya terkabul. Maka dari itu, kita perlu menjaga adab-adab atau sejenis tata cara dalam berdoa.
Adapun secara garis besar adab berdoa yang baik agar terkabul adalah sebagai berikut:
- Memakan yang halal
- Meyakini ijabah doanya
- Menjaga hati agar tidak lalai saat berdoa
- Tidak meminta sesuatu yang mengandung dosa
- Tidak meminta sesuatu yang dapat memutuskan silaturahmi
- Tidak meminta sesuatu yang dapat menyia-nyiakan hak umat Islam
- Tidak meminta sesuatu yang mustahil secara umum
- Memanfaatkan waktu-waktu yang afdhal dalam berdoa, yaitu waktu sujud dan waktu jeda antara azan dan iqamah
- Wudhu dan shalat terlebih dahulu sebelum berdoa
- Menghadap kiblat dan mengangkat tangan saat berdoa
- Tobat dan mengakui dosa terlebih dahulu sebelum berdoa
- Ikhlas dalam berdoa
- Membuka doa dengan tahmid dan shalawat nabi
- Mengakhirinya dengan shalawat nabi
- Membaca shalawat nabi di tengah doa (mdk/nof)