LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

DLH Sebut Sungai di Cirebon Jadi Penyumbang Utama Pencemaran Lingkungan, Ini Sebabnya

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Jawa Barat menyebut jika sungai yang berada di wilayahnya menjadi penyumbang terbesar pencemaran lingkungan hingga memengaruhi indeks kualitas udara.

2022-09-09 11:46:00
Jabar
Advertisement

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Jawa Barat menyebut jika sungai yang berada di wilayahnya menjadi penyumbang terbesar pencemaran lingkungan hingga memengaruhi indeks kualitas udara.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Cirebon Sujana, Kamis (8/9), indeks kualitas udara di Kota Cirebon, saat ini berada di angka 70,1, atau dalam kategori batas tengah.

"Penyumbang terbesar pencemaran lingkungan itu dari sungai," kata Sujana, dilansir dari ANTARA.

Advertisement

Sungai Jadi Penyebab Utama Pencemaran Lingkungan

Ilustrasi sampah di sungai ©2021 Merdeka.com/Pexels.com-catherine sheila

Advertisement

Sujana mengatakan, kategori indeks udara yang masih di posisi batas tengah itu perlu terus diturunkan.

Terdapat sejumlah faktor yang membuat kualitas lingkungan buruk, seperti pencemaran udara dari transportasi, pabrik, dan juga sungai yang berada di sekitar.

Dari situ, diketahui bahwa sungai menjadi penyumbang tertinggi pencemaran lingkungan karena keberadaannya yang menjadi tempat berkumpulnya limbah.

"Hal ini karena sungai memiliki permasalahan yang sangat pelik, seperti pencemaran limbah, baik rumah tangga maupun industri, dan sebagainya, sehingga membuat sungai menjadi salah satu faktor yang paling dominan," ujarnya.

Upaya Menekan Pencemaran Lingkungan

Menurut Sujana, setiap tahun pihaknya rutin melakukan pengukuran kualitas udara. Untuk tahun 2022, dilakukan di empat titik seperti area transportasi di sekitar stasiun, perumahan, industri, dan perkantoran.

Dari pengukuran itu nantinya akan diketahui sektor mana yang paling tinggi menyumbang pencemaran udara di Kota Cirebon.

Selain itu, Pemkot Cirebon juga sedang berupaya menambah ruang terbuka hijau (RTH), karena hingga saat ini masih di bawah 20 persen.

"RTH di Kota Cirebon masih kurang dari 20 persen, untuk itu perlu adanya penambahan RTH baru," katanya.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.