LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Diburu Walau Mahal, Begini Kisah Jengkol Garut Kalahkan Pamor Daging Ayam di Pasaran

Bahkan di kota dodol, buah beraroma menyengat itu tidak pernah sepi peminat walau sering lenyap di pasaran. Pamornya sendiri dianggap mampu mengalahkan daging ayam, oleh kalangan penjual di sana.

2021-07-27 14:24:00
Jabar
Advertisement

Sebagai salah satu jenis penganan khas, jengkol memang telah lama menjadi incaran masyarakat di Jawa Barat salah satunya wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Bahkan di kota dodol, buah beraroma menyengat itu tidak pernah sepi peminat walau sering lenyap di pasaran. Oleh kalangan penjual, pamor jengkol dianggap mampu mengalahkan daging ayam.

"Biasanya kalau barang kosong sama sekali bisa sampai Rp80 ribu per kilogram," kata Enjang (50), salah satu pedagang komoditas pertanian di pasar induk Ciawitali Minggu (25/6/2021), mengutip Liputan6.

Advertisement

Harga Melampaui Daging Ayam

Ilustrasi jengkol ©2018 Merdeka.com

Advertisement

Walau sering dipandang sebelah mata, jengkol ternyata menjadi salah satu komoditas unggulan di Garut. Hal tersebut bisa dilihat dari tingginya kebutuhan warga mencari buah bernama latin Pithecellobium lobatum Benth atau A. Jiringan, Pithecellobium jiringa, dan Archindendron Paciflorum itu.

Enjang mengatakan, saat ini harga jengkol berada di angka Rp40-50 ribu per kilogram dan mengungguli ayam yang hanya berada di angka Rp25-30 ribu per kilogram. Menurutnya, jika pasokan dari sumber tersendat, harganya bisa melonjak hingga dua kali lipat.

"Saya sendiri kurang begitu paham (lonjakan harga), cuma memang jengkol dibutuhkan pembeli," ujarnya.

Minim Pasokan

Enjang mengatakan, selain masa berbuah yang terbilang singkat, mahalnya harga jengkol juga disebabkan minimnya pasokan dan seringkali tidak mendapat jatah untuk dijual.

"Panen jengkol tidak sama dengan pertanian lain, kadang melimpah kadang malah gagal panen karena serangan hama, padahal musim panennya setahun sekali. Jika pasokan tidak ada, kami kadang tidak mendapatkan jatah dan tidak menjualnya," kata dia.

Ia menambahkan, dengan kondisi yang demikian tak mengherankan jika harga di pasaran terbilang tinggi.

"Jika pasokan tidak ada, kami kadang tidak mendapatkan jatah dan tidak menjualnya," lanjut dia.

Peminatnya Tinggi

Jengkol merupakan salah satu komoditas dengan peminat yang terbilang tinggi ©2020 Merdeka.com

Seperti diketahui, cita rasa yang khas dan banyak digemari ini yang membuat jengkol banyak diburu masyarakat Indonesia. Meskipun harganya lebih mahal dari harga daging ayam, jengkol tetap menjadi primadona penikmat kuliner.

Pasalnya, diketahui jengkol mampu meningkatkan nafsu makan. Memiliki senyawa aktif yang bermanfaat bagi tubuh melalui kandungan glikosida, protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, vitamin A dan B1, minyak atsiri, saponin, alkaloid, terpenoid, flavonoid, hingga tanin.

Selain itu, buahnya pun mampu diolah menjadi berbagai jenis masakan seperti semur, balado hingga dijadikan lalapan mentah yang disantap bersama sambal.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.