Damkar Kabupaten Bogor Evakuasi 18 Anak Ular Kobra, Muncul di Dapur Warga Citeureup
Sementara itu, Ridwan selaku Komandan Regu Dua Rescue Damkar Kabupaten Bogor mengatakan jika awalnya seekor ular kobra kecil ditemukan di salah satu dapur rumah warga. Kemudian warga lain turut menemukan jenis serupa di sekitar area luar rumah.
Warga Kampung Tonggoh, Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diresahkan dengan munculnya sejumlah anak ular kobra di sekitar pemukiman mereka. Dari hasil evakuasi oleh Tim Rescue Damkar Kabupaten Bogor, telah ditemukan sebanyak 18 anak ular yang berkeliaran.
Berdasarkan video yang diunggah di akun @bogor24update, proses pencarian oleh tim dilakukan mulai dari pekarangan hingga ke dalam rumah warga.
"Total sekitar 18 ekor bayi ular kobra, yang diamankan oleh petugas @rescue_kab.bogor dari @damkarbogorkab di Desa Tonggoh, Citeureup, Bogor, Senin 3 Januari 2022." tulis akun tersebut yang dilansir Selasa (4/12).
Pertama Ditemukan di Dalam Dapur Seorang Warga
©2022 Instagram @bogor24update/Merdeka.com
Sementara itu, Ridwan selaku Komandan Regu Dua Rescue Damkar Kabupaten Bogor mengatakan jika awalnya seekor ular kobra kecil ditemukan di salah satu dapur rumah warga. Kemudian warga lain turut menemukan jenis serupa di sekitar area luar rumah.
Saat itu warga di sana merasa ketakutan lantaran khawatir terdapat induk yang bersembunyi. Atas dasar itu, warga Kampung Tonggoh pun berinisiatif melaporkan kejadian tersebut.
"Total ada 18 anak kobra yang diamankan, sedangkan induknya belum tertangkap. Di sekitar lokasi juga terdapat kulit ular dewasa" ungkapnya, dikutip dari ANTARA.
Dibawa ke Kantor Dinas Damkar
Ia menambahkan, usai proses evakuasi ular-ular tersebut langsung dibawa ke kantor Dinas Damkar di kawasan Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, dengan dimasukkan ke dalam botol air mineral.
Dari dugaan sementara, ular-ular tersebut masuk melalui saluran di sana, mengingat saat ini merupakan siklus bertelurnya ular berjenis kobra Jawa tersebut. Warga pun diminta waspada, dan membersihkan tempat-tempat yang dimungkinkan dimasuki ular.
Sebelumnya, petugas Damkar Kabupaten Bogor juga berhasil mengevakuasi ular berjenis sanca batik sepanjang 3,5 meter di Kampung Cikempong, Kelurahan Pakansari, Cibinong. Dilaporkan reptil bernama ilmiah Malayopython reticulatus itu ditemukan di area semak belukar.
Mencegah Ular Masuk Rumah
©2022 Instagram @bogor24update/Merdeka.com
Dilansir dari merdeka.com, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah ular memasuki rumah. Dilansir dari laman fieldecology dan clarionledger, sebisa mungkin pemilik rumah mulai mencegah dengan mengusir pemicunya yakni tikus.
Seperti diketahui, tikus merupakan hewan yang kerap menjadi mangsa dari hewan melata tersebut. Dengan mengusirnya dari rumah, kecil kemungkinan ular mencari mangsa hingga ke dalam bangunan rumah.
Kemudian rapikan barang yang menumpuk, hingga memangkas rerumputan yang tinggi. Disebutkan ular kurang berminat melintasi atau berdiam diri di area semak belukar yang pendek karena mengundang pemburunya seperti anjing, maupun elang untuk memangsa ular.
Kemudian penghuni bisa menutup celah, retakan atau lubang saluran sementara saat musim hujan. Ular merupakan hewan yang fleksibel, sehingga mudah masuk melalui celah-celah tersebut.
"Masyarakat bisa menutup paralon belakang pakai ban dalam bekas, saya pernah coba itu, jadi ketika airnya naik, ban bekas itu menutup paralon, sehingga ular gak bisa masuk," kata Kabid Kesiapsiagaan Diskar PB Kota Bandung, Yusuf Hidayat,