LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Curahan Pilu Putri Mendiang Guru Besar FKM UI, Ajak Masyarakat #dirumahaja

Lewat instagramnya @nonznonz, Leonita pun mengungkapkan curahan hatinya bagaimana Ia dan keluarga merasa berduka ditinggal sang ayah dan menceritakan betapa sedihnya pasien suspek Covid-19.

2020-03-24 09:26:00
Corona
Advertisement

Senin (23/3), Guru Besar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. DR.dr.Bambang Sutrisna, MHSc meninggal dunia pukul 08.30 WIB. Ia dikonfirmasi oleh RS Persahabatan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Leonita Triwachyuni, putri almarhum Guru Besar FKM UI tersebut juga menjelaskan melalui insta storie akun instagramnya, bahwa almarhum ayahnya meninngal tertular Covid-19 dari pasien yang ditanganinya.

Pasien tersebut merupakan suspek COVID-19 dengan hasil rontgen paru-paru yang sudah putih dan juga merupakan pasien pulang paksa dari rumah sakit karena berbagai alasan.

Advertisement

Lewat instagramnya @nonznonz, Leonita pun mengungkapkan curahan hatinya bagaimana Ia dan keluarga merasa berduka ditinggal sang ayah dan menceritakan betapa sedihnya pasien suspek Covid-19. Dan dalam unggahan tersebut, sang anak juga menekankan makna pentingnya tinggal #dirumahaja dalam kondisi pandemic global Covid-19 ini.

Makna #dirumahaja

Pada unggahan instastory, Leonita menekankan pentingnya #dirumahaja untuk masyarakat yang punya pilihan agar tetap tinggal di rumah dulu. Dan Ia juga menekankan bahwa pasien yang sudah di rumah sakit agar tidak pulang paksa.

Advertisement

"Hari ini makna #dirumahaja yang sebagian dari kalian abaikan dan jadikan lelucon menjadi air mata buat keluarga kami, ya memang ayah saya bisa dibilang bandel, disuruh jangan praktek dibilangnya kasian orang dari jauh.

Ternyata pasien yang dibilang kasian itu adalah suspek COVID dengan rontgen paru-paru uda putih semua. Pasien tersebut yang pulang paksa dari RS Bintaro karena ini dan itu. Lalu apa efeknya?

Ayah saya demam, sesak. Fyi ayah saya adalah orang yang gak pernah ngeluh, patah kaki aja masih jalan, batuk-batuk masih ngejar dari rumah. Jadi ketika mengeluh sesak, itu gak main-main.

Dibawa ke RS, sesak gak membaik, saturasi terus turun, RJP, intubasi dan meninggal. Saya tulis ini Cuma mau minta tolong, plis untuk yang punya pilihan, jangan bandel #dirumahaja dan yang uda di RS jangan bandel sampe pulang paksa." tulisnya pada story pertamanya.

2020 Merdeka.com (instagram : nonznonz)

Tekankan Jangan Menambah Penyebaran Virus

Lebih lanjut lagi, Leonita menjelaskan bahwa pasien suspek Covid harus menahan rasa sakit sendirian dan tidak bisa ditemeni oleh keluarga selama sakit. Dia juga menceritakan bahwa, mendiang sang ayah sempat menelpon minta tolong kepadanya dan menantunya.

Namun, keluarga tidak bisa menemani sang ayah saat sakit dan hanya bisa menelpon pihak rumah sakit. Karena ini Leonita menekankan untuk menghargai hidup dan keluarga yang dikasihi dengan tidak menambah penyebaran virus.

"Yang menyedihkan buat pasien suspek covid adalah meninggal sendirian, sesak sendirian. Mau minta tolong? Gak ada perawat berjaga, ruangan isolasi tertutup, keluarga gak bisa lihat.

Tahu apa yang papa lakukan pas sesak tadi malem? Telepon anak dan menantunya, minta tolong. Saya sampai menelpon rs untuk kasih tau, karena keluarga gak bisa masuk jadi selama kalian punya hidup yang kalian hargai, punya keluarga yang kalian kasihi yang masih hidup plis jangan menambah penyebaran virus." ungkapnya.

2020 Merdeka.com (instagram : nonznonz)

Tidak Beniat Menakut-nakutin

Leonita juga mengungkapkan, menceritakan hal ini bukan untuk menakut-nakutin. Melainkan, agar masyarakat sadar untuk tetap tinggal #dirumahaja bagi yang punya pilihan.

"Sungguh bukannya mau nakut-nakutin tapi kalian bayangkan kalau keluarga kalian sesak nafas dan telepon-telepon kalian sambil minta tolong karena sesak, gimana perasaan kalian?

Atau kalau kalian sendiri akhirnya tumbang karena covid dan diisolasi, sendirian.. sesak juga dinikmati sendirin. Gimana perasaan kalian? Marah? Jelas saya marah karena ada orang-orang egois macam kalian yang gak mau nurut dan bawa penyakit buat keluarga kita.

Jujur saya 2 minggu ini bahkan gak pulang, takut ketemu orang tua kenapa? Karena saya kerja di RS dan saya paham betul di rumah saya ada 2 orang berusia diatas 60 tahun yang harus dilindungi.Saya gak punya pilihan untuk #dirumahaja karena saya masih jaga. Saya gak dapat jatah swab dari RS karena terbatas, ya saya telan aja sendiri semuanya." jelasnya.

2020 Merdeka.com (instagram : nonznonz)

Foto Rumah Sakit

Putri almarhum guru besar FKM UI tersebut, juga membagikan foto rumah sakit tempat sang ayah dirawat. Bersama foto tersebut, dia mengungkapkan perasaan sedihnya karena tidak bisa melihat kondisi sang ayah saat sakit.

"Ini foto rumah sakit tempat papa dirawat, kami cuma bisa duduk di ruang tunggu karena papa kondisinya sangat buruk tadi pagi. Yang kondisinya msih baik? Tentu saja keluarga tunggu di luar. Bisa dilihat apa dari sini? Gak bisa liat apa-apa, aku gatau gimana menderitanya papaku selain dari telepon kemarin malam. Pintu disini juga berlapis-lapis jadi gak keliatan papa lagi apa, papa lagi diapain." tulisnya.

Tak hanya itu, Leonita juga mengungkapkan perasaan dukanya karena keluarga tidak bisa melihat wajah mendiang saat masuk isolasi, mengabadikan saat pemakaman, hingga jenazah dimandikan. Bahkan, memiliih pemakaman yang diinginkan juga tidak bisa.

"Foto dimakamkan? Foto jenazah dimandikan? Jelas gak ada. Semua gak bisa kami lakukan, bahkan sekedar memilih pemakaman yang diinginkan dan sudah dibeli papaku aja gak bisa disemayamkan dimana? Boro-boro disemayamkan, keluarga bahkan gak lihat wajah papaku masuk isolasi. Gak bisa juga nemenin saat papa sesak. Sekarang yang tersisa Cuma deretan bunga di depan rumah yang gak bisa bikin papa kembali" ungkapnya.

2020 Merdeka.com (instagram : nonznonz)

Berharap agar Orang Sadar Pentingnya #dirumahaja

Menutup curahan tersebut, Leonita menegaskan kembali kepada masyarakat untuk sadar bahwa #dirumahaja sangat penting dalam kondisi saat ini.

"Terima kasih banget buat teman-temen yang uda mendoakan. Aku jarang banget nulis kata-kata seperti ini karena buatku baper itu kurang baik untuk hidupku sebagai ppds. Tapi sungguh kali ini aku harap orang-orang bisa lebih sadar bahwa #dirumahaja lebih baik. Dan semoga gak ada lagi yang ngotot pulang paksa dari RS ketika sudah dinyatakan harus dirawat". tutupnya

2020 Merdeka.com (instagram : nonznonz)

(mdk/anf)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.