Cosplay Bandung Juara, Mencari Rezeki di Balik Kostum
Berdiri di bawah sinar terik matahari yang menyilaukan hingga diterpa angin malam menjadi hal yang biasa bagi para cosplayer. Sepanjang trotoar Jalan Asia Afrika Bandung ini menjadi tempat para Cosplay Bandung Juara mencari rezeki di balik kostum.
Berdiri di bawah sinar terik matahari yang menyilaukan hingga diterpa angin malam menjadi hal yang biasa bagi para cosplayer. Sepanjang trotoar Jalan Asia Afrika Bandung ini menjadi tempat para Cosplay Bandung Juara mencari rezeki di balik kostum.
Setiap harinya para cosplayer ini menggunakan kostum yang didesain sedemikian rupa. Mereka menampilkan kostum yang mereka buat hingga mendekati bentuk karakter aslinya. Aksi cosplay ini selalu berhasil menarik perhatian pengunjung di jalan kota Bandung ini. Mereka menemukan jalan hidupnya lewat seni kostum kreatif ini.
Pembina Cosplay Bandung Juara, Asrul Yusuf memang tak mendidik para anggotanya untuk hanya mejeng dan meminta belas kasihan. Tetapi tampil dengan karya agar menarik perhatian.
©2021 Merdeka.com/Fajri ANF
Dalam sehari para cosplayer bisa menghasilkan uang sebanyak Rp 200 ribu-Rp 500 ribu jika akhir pekan dan hari libur panjang. Tetapi berbeda dengan hari-hari biasa, mereka hanya mampu mengumpulkan uang sekitar Rp 100 ribu.
Selain di sepanjang Jalan Asia-Afrika, komunitas Cosplay Bandung Juara ini sering tampil untuk mengisi acara-acara tertentu, seperti sunatan, ulang tahun, dan acara di pusat perbelanjaan di Kota Bandung.
Untuk sekali acara dengan durasi tampil 2-3 jam, satu karakter bisa disewa dengan biaya Rp 500 ribu saja. Karakter yang biasa tampil adalah karakter jenis robot Transformer dan karakter pahlawan-pahlawan Marvel.
©2021 Merdeka.com/Fajri ANF
Bangunan gedung bekas Rumah Matahari menjadi basecamp komunitas Cosplay Bandung Juara. Rupanya tak hanya sebagai tempat berkumpul,mereka juga membuat kostum sesuai pesanan di bangunan ini.
Penjualan kostum karakter hasil karya komunitas Cosplay Bandung Juara ini sudah tersebar di Jawa Barat, Medan, dan Lampung, bahkan sampai menarik pembeli dari Singapura pada Februari 2020 lalu.
Untuk satu kostum dibanderol dengan harga Rp 5 juta sampai Rp 7 juta. Pengerjaan sekitar tiga minggu hingga satu bulan. Tergantung dengan tingkat kesulitannya.
©2021 Merdeka.com/Fajri ANF
Namun sayang, pandemi yang melanda membuat para cosplayer mengalami penurunan penghasilan. Mereka hanya menghasilkan sekitar Rp 50 ribu bahkan bisa kurang setiap harinya.
Penurunan ini dirasakan sejak adanya pembatasan aktivitas di luar rumah. Hal ini berdampak pada berkurangnya pengunjung dan jam kerja. Biasanya mereka bekerja selama hampir 12 jam, kini mereka hanya diberi jatah selama 3 jam saja dalam sehari dari mulai pukul 15.00 sampai pukul 18.00.
©2021 Merdeka.com/Fajri ANF
Cosplayer binaan Asrul inijuga mengalami penurunan keanggotaan secara drastis, yang sebelumnya keanggotaan mencapai 30 orang kini hanya 8 delapan orang saja. Dalam doa, para cosplayer Bandung Juara ini berharap pandemi ini cepat berakhir.
(mdk/Tys)