LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Ciri Depresi pada Anak dan Penyebabnya, Orang Tua Wajib Tahu

Sama seperti yang terjadi pada orang dewasa, depresi yang dialami oleh anak-anak tidak boleh dianggap sepele. Namun sayangnya, depresi pada anak mungkin tidak terdeteksi karena orang tua seringkali kesulitan mengenali ciri depresi pada anak.

2023-02-01 10:32:00
Jabar
Advertisement

Depresi pada anak berbeda dengan anak yang sedang murung yang terkadang tampak cemberut atau kesal. Anak-anak juga sama seperti orang dewasa, yang memiliki saat-saat ketika mereka merasa sedih.

Fluktuasi emosi memang hal yang normal bagi anak-anak. Tetapi jika perasaan dan perilaku itu bertahan lebih dari dua minggu, bisa jadi kondisi tersebut merupakan tanda gangguan afektif seperti depresi.

Depresi memang bukan kondisi yang hanya dialami oleh orang dewasa. Anak-anak pun juga dapat mengembangkan depresi. Namun sayangnya, depresi pada anak mungkin tidak terdeteksi karena orang tua seringkali kesulitan mengenali ciri depresi pada anak.

Advertisement

Depresi di masa kanak-kanak adalah masalah kesehatan mental yang serius, namun tetap bisa diobati. Untuk itu, orang tua perlu mengenali ciri depresi pada anak agar kondisi anak dapat terobati.

Ciri Depresi pada Anak

Sama seperti yang terjadi pada orang dewasa, depresi yang dialami oleh anak-anak tidak boleh dianggap sepele. Karena dampaknya pun bisa seperti yang terjadi pada orang dewasa, seperti konsentrasi yang terganggu, hubungan sosial, hingga kualitas hidup yang terpengaruh.

Advertisement

Untuk itu, ciri depresi pada anak menjadi tanda yang harus bisa dikenali oleh setiap orang tua. Berikut adalah ciri depresi pada anak menurut laman kidshealth.org:

Suasana hati yang sedih

Ciri depresi pada anak yang pertama tampak dari suasana hatinya yang sedih dan buruk. Ketika depresi, si anak mungkin tampak sedih, kesepian, tidak bahagia, atau kesal. Perasaan ini bisa bertahan hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Si anak bahkan dapat lebih mudah menangis, atau lebih mudah mengamuk daripada sebelumnya.

Kritis terhadap diri sendiri

Ciri depresi pada anak yang kedua yaitu perilakunya yang lebih kritis terhadap diri sendiri. Anak-anak yang mengalami depresi mungkin akan banyak mengeluh. Mereka bisa mengatakan hal-hal yang mengkritik diri sendiri seperti, "Aku tidak bisa melakukan sesuatu dengan benar." "Aku tidak punya teman." ataupun "Aku memang tidak bisa melakukan apa-apa."

Tampak tidak bersemangat

Ciri depresi pada anak yang ketiga adalah mereka tampak tidak bersemangat. Depresi dapat menguras energi anak. Anak yang mengalami depresi mungkin jadi lebih jarang ke sekolah daripada sebelumnya. Bahkan melakukan tugas kecil pun bisa terasa berat. Anak-anak mungkin juga terlihat lelah, mudah menyerah, atau enggan untuk mencoba.

Tidak bisa menikmati kesenangan

Ciri depresi pada anak yang keempat yakni anak tidak bisa menikmati kesenangan. Anak-anak jadi sulit bersenang-senang dengan teman atau sulit menikmati waktu bermain seperti sebelumnya. Mereka mungkin merasa tidak ingin melakukan hal-hal yang biasa mereka nikmati.

Perubahan pola tidur dan makan

Ciri depresi pada anak yang kelima yaitu terjadi perubahan pola tidur dan makan. Anak-anak yang mengalami depresi mungkin tidak bisa tidur nyenyak atau tampak lelah meskipun mereka cukup tidur. Beberapa mungkin merasa tidak ingin makan. Dan yang lain mungkin makan secara berlebihan.

Mudah tersinggung

Ciri depresi pada anak yang berikutnya adalah mudah tersinggung. Anak-anak dengan depresi mungkin akan mudah tersinggung dan mudah marah, sehingga memengaruhi hubungan sosial mereka dengan orang lain.

Sakit dan nyeri

Ciri depresi pada anak yang terakhir yaitu merasa sakit dan nyeri. Beberapa anak mungkin akan mengalami sakit perut atau rasa sakit lainnya. Inilah yang mungkin menyebabkan anak tidak masuk sekolah karena kurang enak badan, padahal dirinya tidak sakit.

Penyebab Depresi pada Anak

Depresi pada anak mungkin merupakan akibat dari kombinasi berbagai faktor. Faktor-faktor risiko ini mungkin tidak menjelaskan gangguan mood, tetapi mungkin berperan dalam memengaruhi anak.

Berikut faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan anak mengalami depresi:

  • Kesehatan fisik. Anak-anak dengan kondisi medis kronis atau yang parah lebih cenderung mengalami depresi, termasuk obesitas.
  • Peristiwa yang menegangkan. Perubahan yang terjadi di rumah, di sekolah, atau dengan teman dapat meningkatkan risiko anak mengalami gejala depresi.
  • Lingkungan. Kehidupan rumah tangga yang kacau atau penuh tekanan dapat membuat seorang anak berisiko lebih besar mengalami gangguan suasana hati seperti depresi.
  • Sejarah keluarga. Anak-anak yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan mood atau depresi lebih mungkin mengalami depresi pada usia muda.
  • Ketidakseimbangan biokimia. Tingkat hormon dan bahan kimia tertentu yang tidak merata dapat memengaruhi cara kerja otak. Hal ini dapat meningkatkan risiko depresi.

Dampak Depresi pada Anak

Depresi pada anak-anak dapat muncul pada usia dini dan membutuhkan perhatian dan intervensi yang tepat untuk membantu mereka melewati masalah tersebut. Karena depresi pada anak dapat menimbulkan dampak yang serius pada kesehatan mental dan fisik.

Berikut adalah dampak depresi pada anak-anak yang harus diperhatikan:

  • Masalah dengan prestasi sekolah: Anak-anak dengan depresi memiliki kesulitan untuk berfokus dan menyelesaikan tugas sekolah, yang dapat memengaruhi prestasi sekolah mereka.
  • Masalah dengan hubungan sosial: Depresi pada anak-anak dapat memengaruhi hubungan mereka dengan teman dan keluarga. Mereka akan merasa terisolasi dan kurang bergairah dalam berinteraksi dengan orang lain.
  • Masalah dengan kondisi fisik: Depresi pada anak dapat memengaruhi kondisi fisik mereka, seperti kurang tidur, kurang nafsu makan, dan stres yang berlebihan.
  • Masalah dengan perilaku dan tingkah laku: Anak-anak dengan depresi menunjukkan perilaku agresif dan impulsif, yang dapat memengaruhi hubungan mereka dengan orang lain dan kesejahteraan mereka sendiri.
  • Masalah dengan perkembangan jiwa: Depresi pada anak-anak dapat memengaruhi perkembangan jiwa mereka, seperti perkembangan keyakinan dan identitas mereka. Mereka mungkin merasa tidak percaya diri dan merasa kurang berharga.
  • Risiko memiliki masalah kesehatan mental pada masa dewasa: Anak-anak dengan depresi yang tidak terdiagnosis dan tidak terobati dapat mengalami masalah kesehatan mental pada masa dewasa, seperti depresi berulang, kecemasan, dan masalah perilaku.
(mdk/ank)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.