LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Cerita Warga Astanaanyar Pasca Bom, Tak Berani Buka Toko hingga Butuh Trauma Healing

Ledakan itu terdengar keras, hingga menimbulkan kepanikan. Mamah Kia, jadi salah satu warga pemilik usaha toko mainan di sekitar kantor polisi Astanaanyar yang masih belum berani membuka tokonya secara penuh usai ledakan bom itu.

2022-12-09 09:01:00
Jabar
Advertisement

Bom bunuh diri yang meledak di halaman kantor Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12) lalu masih membekas di ingatan masyarakat sekitar. Akibatnya, beberapa warga di sana masih belum berani membuka toko hingga membutuhkan trauma healing.

Ledakan itu terdengar keras, hingga menimbulkan kepanikan. Mamah Kia, jadi salah satu warga pemilik usaha toko mainan Yadi Toys di sekitar kantor polisi Astanaanyar yang masih belum berani membuka tokonya secara penuh usai ledakan bom itu.

"Biasanya toko buka 08.00 WIB, toko lain juga jam segitu sudah buka. Tapi, barang-barangnya belum berani saya keluarkan ke depan, masih di dalam saja," ungkap Mamah Kia, dikutip dari laman Pemkot Bandung, Jumat (9/12).

Advertisement

Ledakan Membuat Langit-langit Toko Berjatuhan

Pemilik usaha toko mainan di sekitar tkp bom bunuh diri Polsek Astanaanyar ©2022 Dokumentasi Humas Pemkot Bandung/ Merdeka.com

Advertisement

Dituturkan, saat kejadian ledakan bom dari kantor polisi terdengar sangat keras. Kondisi itu membuat serpihan langit-langit tokonya berjatuhan. Seketika ia langsung melihat ke arah polsek, dan kondisinya sudah penuh kepulan asap.

"Saya kira itu suara ban meledak, tapi kok keluar asap. Baunya sampai sini kayak bau petasan. Saya kira sedang ada peragaan apa di Polsek. Ternyata polisi pada loncat berlarian teriak "Bom! Bom!, dan ini (langit-langit) sampai berceceran. Seumur-umur saya tidak pernah dengar suara seperti itu" katanya.

Diantar Pulang Polisi

Di sela-sela pemeriksaan dan sterilisasi polisi di TKP, Mamah Kia mengaku ingin pulang namun masih dilarang oleh petugas. Pasalnya saat itu tim penjinak hendak meledakkan bom kedua yang dibawa pelaku.

Walau demikian, ia akhirnya berhasil untuk pulang ke rumah setelah bom tersebut diledakkan. Namun ia tidak diperbolehkan naik sepeda motor, hingga akhirnya diantar oleh pihak kepolisian.

"Setelah itu dikabari kalau ada bom kedua yang akan diledakan. Saya jadi takut, akhirnya minta izin pulang ke polisi yang bertugas di depan. Akhirnya diperbolehkan sampai diantar juga keluar dari garis polisi yang dekat Istana Helmet. Motor ditinggal karena tidak boleh bawa, sudah digaris polisi kan," ucapnya

Tidak Ada Imbauan Menutup Toko

Bimbingan konseling warga sekitar tkp bom Polsek Astanaanyar ©2022 Dokumentasi Humas Pemkot Bandung/ Merdeka.com

Ditambahkannya, satu hari setelah kejadian, terpantau jika kondisi jalanan di sekitar kantor polisi sudah aman. Pihak kepolisian juga tidak memberikan imbauan terkait penutupan toko, serta sudah mulai membuka garis polisi yang sebelumnya dipasang untuk memblokir jalan.

Ia kemudian membuka tokonya satu jam dari jadwal biasa, dan masih belum mengeluarkan semua barang dagangannya. Beberapa toko juga disebut masih memilih untuk tutup.

"Tidak ada imbauan tutup. Tapi memang toko-toko sebagian ada yang baru buka satu pintu, ada yang belum buka juga, ada yang sudah buka full. Beda-beda," ujarnya.

Warga Alami Trauma Pasca Kejadian

Ledakan yang terjadi pada pukul 08.20 WIB itu juga membuat para pegawai kantor Camat Astanaanyar mengalami trauma. Camat Astanaanyar, Syukur Sabar mengungkapkan bahwa sejumlah aparat di tempatnya mengalami masalah di pendengarannya hingga dibutuhkan penanganan dokter.

"Lewat Kadinkes, kita minta bantuan dokter THT melalui Kepala RSUD Ujungberung karena ada aparat wilayah yang telinganya masih mendengung pasca bom kemarin," kata Syukur.

Kemudian trauma healing juga akan diberikan untuk membantu sejumlah warga yang mengalami trauma. Sebabnya serpihan tubuh pelaku dan bom terpental hingga ke halaman kantor kecamatan.

"Informasi dari Kapolsek, hari ini Polda akan menghadirkan juga tim trauma healing untuk warga masyarakat yang ada di sekitar sini. Lokasinya di masjid. Masyarakat yang hadir ke sana, dan Insyaallah dari psikolog akan hadir membantu karyawan kewilayahan menghilangkan rasa ketakutan atau trauma," bebernya.

Pelayanan Masyarakat Dipindah ke Belakang Kantor

Pelayanan di kantor Kecamatan Astanaanyar ©2022 Dokumentasi Humas Pemkot Bandung/ Merdeka.com

Syukur menambahkan, jika saat ini kantornya sudah membuka pelayanan dengan normal. Namun aksesnya dipindah ke belakang kantor, untuk menghindari singgungan dengan jalan raya yang beberapa masih dipasang garis polisi.

"Pelayanan tidak kita tutup hari ini. Pelayanan dipindah ke ruangan depan kantor camat dan ruang tunggunya dipindah ke halaman belakang, meski kita juga tidak tahu sampai kapan (pelayanan di halaman belakang kantor), hal ini akan menghindari kegiatan lalu lalang di depan kantor polsek" paparnya.

Saat ini salah seorang warga yang menjadi korban sudah dipulangkan dari unit kesehatan. Ia juga menambahkan bahwa layanan konseling dari tim ahli diadakan di Masjid Hidayatul Iman.

"Ada satu warga juga yang jadi korban ya. Bu Nur warga RT 02, RW 04. Katanya masih demam, mudah-mudahan bisa cepat pulih. Sudah pulang kemarin sore di rumah," ujarnya.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.