Cegah Korupsi dari Hal Terkecil, Atalia Ridwan Kamil Ajak Para Istri Lakukan Hal Ini
Menurutnya, para perempuan memiliki peran besar di rumah untuk mengingatkan dan membentengi anggota keluarga, agar tidak tergiur melakukan korupsi.
Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat, Atalia Ridwan Kamil baru-baru ini menyatakan tindakan korupsi bisa dicegah dari hal terkecil di keluarga. Peran tersebut bisa dijalankan oleh siapapun termasuk para istri dan ibu rumah tangga.
Menurutnya, para perempuan memiliki peran besar di rumah untuk mengingatkan dan membentengi anggota keluarga, agar tidak tergiur melakukan korupsi.
“Perempuan tentunya sangat berperan sekali, apalagi sebagai ibu rumah tangga, dia punya suami. Kaum perempuan saya kira bisa menjadi benteng (pencegahan korupsi),” kata istri Ridwan Kamil itu saat menghadiri Talkshow Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (15/12/2020), dilansir dari laman resmi Pemprov Jabar.
Menjalankan Pola Hidup Sederhana
©2019 Merdeka.com
Dalam kesempatan itu, Atalia berpesan, pencegahan bisa dimulai dari pola hidup sederhana di rumah. Dari situ, lanjut Atalia, para istri bisa mengajak suaminya agar tidak melakukan tindakan di luar kemampuan.
“Jadi, perempuan itu menjadi benteng luar biasa ketika dia dengan gaya hidup yang sederhana, tidak berlebihan, maka dia akan mampu untuk mendorong suaminya tidak melakukan hal-hal yang di luar dari kemampuan dan kapasitasnya,” tambahnya.
Jalin Komunikasi yang Baik dengan Suami
Dengan melakukan komunikasi yang intens terhadap suami, menurut Atalia juga penting. Ia mencontohkan, ketika sang suami mendapatkan uang dengan jumlah yang cukup banyak, maka istri memiliki hak untuk menanyakan asal usul nafkah yang diterimanya tersebut.
"Bagaimana pun juga sebagai istri kita harus terus-menerus menyampaikan (antikorupsi), contohnya adalah ketika suami bawa pulang uang maka kita sampaikan, ini uang apa, kalau ini uang yang tidak jelas sumbernya saya tidak mau terima, misalkan seperti itu,” ujar Atalia.
Sebab Korupsi
Atalia menambahkan, terdapat tiga hal yang memicu terjadinya tindakan korupsi. Pertama adalah pembiaran, korupsi terjadi karena dibiarkan terus menerus. Kemudian, tekanan akan kebutuhan ekonomi, dan yang terakhir adalah pembenaran.
Untuk itu, dirinya mengajak kepada semua elemen masyarakat agar menjadikan antikorupsi sebagai budaya.
“Misalkan, gaji saya kecil tapi pekerjaan saya berat, berarti saya boleh ini mengambil sedikit saja atau saya sudah lama bekerja tapi kenapa gaji saya masih segini saja. Jadi, memang banyak sekali faktornya," kata Atalia.