Cegah Corona, Ridwan Kamil Instruksikan Sekolah untuk Tunda Kegiatan di Luar
Ridwan Kamil menghimbau kepada sekolah-sekolah di Jawa Barat untuk menunda kegiatan massal di luar sekolah sebagai upaya preventif untuk mencegah semakin meluasnya Virus Corona.
Merebaknya Virus Corona beberapa waktu terakhir membuat Ridwan Kamil menghimbau pihak sekolah untuk membatasi segala bentuk kegiatan di luar seperti study tour dan lain-lain. Hal tersebut dimaksudkan agar para siswa dan guru bisa meminimalisir penyebaran virus yang menyeruak pada akhir 2019 lalu.
Dilansir dari Liputan6.com Ridwan Kamil mengingatkan kepada sekolah-sekolah di Jawa Barat untuk menghindari kegiatan massal di luar sekolah. Ia pun menjelaskan sebisa mungkin menghindari kegiatan tersebut selama 2 sampai 3 bulan kedepan. Himbauan tersebut terkait efek siaga satunya penyebaran Corona (COVID-19) di Jawa Barat.
"Ditunda, kegiatannya tidak dilaksanakan dalam 2-3 bulan ini tapi digeser ke semester depan," katanya seusai menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan dan Pencegahan Covid-19 dengan para Kepala Dinas Pendidikan se-Jawa Barat di Bandung, Ujar Ridwan Kamil pada Senin (09/3).
Meningkatkan Kewaspadaan
Ridwan Kamil pun menjelaskan bahwa, Pemprov Jabar melalui Dinas Pendidikan mengimbau agar seluruh sekolah meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan virus Corona.
"Saya mengkoordinasikan seluruh kepala dinas pendidikan dari 27 kota kabupaten di Jawa Barat," ujarnya.
Terkait keperluan informasi, kata dia, saat ini sudah ada pusat informasi resmi menyangkut Covid-19. Informasi terkait Corona tersebut selalu diungkap perkembangannya melalaui Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar).
Menerapkan Pola Hidup Sehat dan Pencegahan
Ridwan Kamil pun meminta agar para kepala dinas pendidikan di daerah memperkuat gerakan hidup sehat, memastikan guru dan siswa cuci tangan sebelum masuk kelas, memperbanyak tempat cuci tangan dengan antiseptiknya, dan memunculkan gerakan bersih-bersih di sekolah.
"Tidak boleh ada stigma-stigma yang keliru. Ada satu laporan hanya karena orang tuanya kerja di rumah sakit terus anaknya kena bully juga," ucapnya.
Lebih lanjut Ridwan Kamil mengatakan, Pemprov Jabar melalui Dinas Pendidikan juga sudah berencana memberlakukan prosedur khusus kepada orang tua atau anak yang bepergian ke luar negeri.
"Di Sumedang, jika ada orang tua atau anaknya bepergian ke luar negeri, maka tujuh hari melakukan karantina sendiri. Kalau tidak ada apa-apa bisa kembali lagi," ungkapnya.
Tidak Meliburkan Sekolah di Jawa Barat
Ridwan Kamil lebih jauh mengatakan hingga saat ini pemerintah Jabar belum ada rencana meliburkan sekolah.
"Tidak ada urgensi untuk meliburkan sekolah. Nanti pemerintah akan mengkaji, Tapi hari ini kami tidak ada rekomendasi untuk meliburkan sekolah," katanya.
Ridwan Kamil menegaskan, seluruh arahan kepada kepala dinas pendidikan di daerah bersifat imbauan. Nantinya, kepala dinas menyampaikan kepada unit-unit di masing-masing sekolah.
"Asal dia mau menjelaskan (tidak ada sanksi). Bisa mempertanggungjawabkan alasan-alasan rasional melakukan kegiatan apapun. Kita kan ingin waspada tapi rasional," ujar Ridwan Kamil.
Sumber : Liputan6.com