Cara Unik Kades di Majalengka Usir Rentenir, Sediakan Pinjaman Beras Bagi Warga
Selama ini bank emok kerap membuat resah masyarakat lantaran menyediakan pinjaman dengan bunga yang tidak masuk akal. Menurut Kades Kawunghilir, mata rantai yang memberatkan ini harus diputus agar masyarakat tidak terjerat jebakan pinjaman.
Kepala Desa Kawunghilir, Yossa Novita di Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, punya cara unik untuk mengusir bank emok atau rentenir. Dirinya kini membuka layanan pinjaman beras tanpa bunga yang bisa digunakan oleh warga untuk meringankan perekonomian.
Disampaikan Yossa, selama ini bank emok kerap membuat resah masyarakat lantaran menyediakan pinjaman dengan bunga yang tidak masuk akal. Menurutnya, mata rantai yang memberatkan ini harus diputus agar masyarakat tidak terjerat jebakan pinjaman.
“Jangan sampai nanti warga saya pinjam lagi ke bank emok hanya untuk beli beras” kata Yossa, Rabu (19/1) mengutip dari ANTARA.
Warga Bisa Pinjam hingga 10 Kilogram
Kades Kawunghilir Majalengka, Yossa Novita ©2023 YouTube Majalengka Update/ Merdeka.com
Bertempat di kantor balai desa, warga bisa mendapatkan pinjaman beras dengan mudah dan tidak memberatkan, hingga maksimal 10 kilogram. Puluhan warga dari Kawunghilir berbondong-bondong datang untuk meminjam beras tersebut.
Di lokasi, sejumlah petugas sudah disiapkan oleh pihak desa untuk membantu warga mendapatkan jatah pinjaman beras.
Menurut Yossa, dirinya tidak ingin ada lagi warganya yang terjerat pinjaman bank emok hanya untuk sekadar membeli beras. Cara ini juga dipakai agar bank emok tidak kembali datang ke Kawunghilir.
Warga Hanya Perlu Membayar di Bawah Harga Pasaran
Inisiatif kades Kawunghilir ini tentu disambut baik oleh masyarakat yang terbantu di tengah kondisi ekonomi sulit saat ini. Terlebih para peminjam hanya perlu membayarnya dengan harga di bawah pasaran.
Salah satu warga Kawunghilir, Ayi mengaku senang bisa mendapat bantuan pinjaman beras dari kepala desanya. Ia juga mengaku sangat terbantu.
“Alhamdulillah dengan adanya pinjaman beras ini bisa terbantu sekali,” kata Ayi kepada wartawan.
Selain beras, warga yang membutuhkan juga bisa meminjam uang dengan jangka waktu pengembalian yang fleksibel sekitar satu bulan, atau saat masuk masa panen.
Yossa mencuri perhatian karena rela membantu warganya tanpa ada kepentingan apapun. Bahkan ia juga menyediakan bantuan tersebut langsung dari kantong pribadinya bukan dari dana desa.