LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Cegah Wabah PMK, Peternak di Kuningan Semprot Kaki Sapi dengan Cairan Ini

Sejumlah peternak sapi perah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus memerangi penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Mereka turut berkolaborasi dengan sejumlah pihak, seperti petugas kesehatan hewan. Kini upaya penyembuhan dilakukan dengan menyemprotkan sebuah cairan ke hewan yang terpapar.

2022-06-23 11:29:00
Jabar
Advertisement

Sejumlah peternak sapi perah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus memerangi penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Mereka turut berkolaborasi dengan sejumlah pihak, seperti petugas kesehatan hewan. Kini upaya penyembuhan dilakukan dengan menyemprotkan sebuah cairan ke sapi yang terpapar.

Seperti dilansir dari ANTARA, Kamis (23/6), selain menyemprotkan cairan oleh peternak, upaya medis juga dilakukan dengan cara menyuntikkan vitamin ke sapi agar tidak tertular penyakit mulut dan kuku.

“Ketika ada PMK ini membuat kegiatan peternakan jadi ngedrop, terutama di susu” terang seorang peternak sapi perah di Cipari, Cigugur, Kabupaten Kuningan, Ade Wahyu.

Advertisement

Semprotkan Cairan Bernama Eco Enzyme

Ade menjelaskan, untuk cairan yang digunakan sendiri bernama Eco Ezyme yang terbuat dari hasil pengolahan bahan organik seperti limbah buah dan sayuran yang dijadikan satu. Kemudian cairan tersebut disemprotkan ke bagian kaki hewan ternak yang terindikasi penyakit PMK.

Setelah cairan Eco Enzyme disemprotkan, perlahan luka yang disebabkan PMK mulai mengering dan hewan tersebut sudah mulai bisa berdiri dengan tegap.

Advertisement

“Untuk pengaruhnya (setelah disemprot Eco Enzyme), untuk di kaki sapi sekarang mulai bagus, mengering dan mulai bisa berdiri dengan tegap” jelas Ade.

Ade mengatakan, adanya wabah PMK membuat usaha perahnya merugi lantaran hewan sapi tak bisa mengeluarkan susu.

“Saat ini pemulihannya masih bertahap, dan kerugiannya sangat besar” lanjutnya.

Upaya Penyembuhan Pakai Medis dan Non Medis

Sementara itu, petugas kesehatan hewan di Kabupaten Kuningan, Jhon Nais mengatakan jika upaya penyembuhan hewan ternak yang terjangkit PMK digunakan menggunakan sejumlah metode, baik medis maupun non medis.

Untuk medis sendiri digunakan mulai dari pemberian antibiotik hingga penyuntikan vitamin, sedangkan untuk non medis sejumlah peternak memberi hewan yang sakit dengan jamu tradisional hingga menyemprotkan cairan Eco Enzyme.

“Untuk upaya penyembuhannya sendiri itu macam-macam, jadi secara medisnya kita kasih antibiotik dan vitamin, dan dari peternak juga ada yang kasih jamu, kemudian juga disemprot menggunakan Eco Enzyme” terang Jhon.

659 Ekor Sapi Sudah Sembuh PMK

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Gerard Koudenburg

Berdasarkan data petugas kesehatan hewan, setiap harinya penyebaran PMK terbilang sangat cepat pada sapi perah

Kendati demikian hingga kini, di wilayah Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan terdapat sebanyak 659 ekor sapi perah yang sudah dinyatakan sembuh dari wabah penyakit mulut dan kuku

“Di satu sisi memang sudah ada yang mulai pemulihan, tinggal dilakukan perbaikan bagaimana kita bisa meningkatkan produksi susu” terang Jhon.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.