Cara Budidaya Ikan Nila yang Wajib Diketahui, Mudah dan Menguntungkan
Sebagai ikan yang populer dan banyak diminati di Indonesia, ikan nila banyak dibudidayakan. Semakin meningkatnya konsumsi ikan nila membuat permintaan terhadap ikan nilai semakin meningkat.
Ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh memanjang dan pipih ke samping dengan warna putih kehitaman. Ikan nila sendiri berasal dari Sungai Nil dan danau-danau di sekitarnya hingga tersebar ke negara-negara di lima benua yang beriklim tropis dan subtropis.
Ikan nila tidak dapat hidup di wilayah beriklim dingin. Ikan ini disukai banyak orang di berbagai negara. Hal ini tak lain karena dagingnya yang tebal dengan rasanya yang enak seperti daging ikan kakap merah.
Sebagai ikan yang populer dan banyak diminati di Indonesia, ikan nila banyak dibudidayakan. Semakin meningkatnya konsumsi ikan nila membuat permintaan terhadap ikan nilai semakin meningkat.
Hal ini bisa jadi peluang untuk ikut serta menuai keberuntungan dari budidaya ikan nila. Memelihara ikan nila tidak terlalu sulit, namun tetap saja jika ingin berhasil kamu perlu mencari tahu sebanyak mungkin mengenai cara budidaya ikan nila yang baik dan benar.
Berikut ini informasi mengenai cara budidaya ikan nila yang telah dirangkum merdeka.com dari academia.edu dan 99.co.
Persayaratan Lokasi
Sebelum mulai budidaya ikan nila, sebaiknya kamu melakukan observasi terhadap lokasi yang hendak dijadikan tempat budidaya. Pastikan lokasinya memenuhi syarat agar usaha budidaya berjalan dengan lancar.
Berikut ini syarat lokasi budidaya ikan nilai:
- Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat atau lempung dan tidak berporos. Sebab, jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang atau dinding kolam.
- Pastikan tingkat kemiringan tanah sudah sesuai yakni berkisar antara 3-5% untuk memudahkan proses pengairan kolam secara gravitasi.
- Ikan nila juga cocok dipelihara di dataran rendah sampai agak tinggi yakni 500 m dpl.
- Pastikan kualitas air harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun dan minyak lembah pabrik. Selain itu, debit air juga perlu diperhatikan pastikan dalam keadaan tenang 8-15 liter/detik/ha. Sebab ikan nilai tidak dapat berkembang dengan baik di air arus deras.
- Tingkat Keasaman air (pH) yang baik untuk memelihara ikan nila adalah 6-8,5.
- Suhu air yang optimal berkisar antara 25-30 derajat Celcius.
- Kadar gara air yang disukai antara 0-35 per mil.
Berikut cara budidaya ikan nila:
1. Pilih Lokasi
©2015 merdeka.com/angga yudha
Langkah pertama yang harus kamu lakukan sebagai cara budidaya ikan nila adalah memilih lokasi. Pastikan lokasi sesuai dengan kriteria yang sudah dijelaskan.
Pastikan juga kamu memilih tempat yang mudah dipantau setiap saat dan memiliki pengairan yang baik.
2. Pembuatan Media Budidaya Ikan Nila
Setelah selesai memilih lokasi yang tepat, cara budidaya ikan nila berikutnya adalah dengan membuat media untuk budidaya ikan nila. Jika kamu ingin memelihara ikan nila pada kolam terpal maka berikut ini langkahnya sebagai berikut:
- Galilah tanah kurang lebih 70 cm dan ratakan dasar tanah yang telah digali
- Gunakan batu bata di dasar galian untuk mempermudah pengecekan tinggi dan pengisian air. Susun batu bata secara merata.
- Buatlah tanggul agar terpal tetap kuat dan tidak mudah rusak.
- Taburkan sekam di dasar kolam secara merata. Setelahnya kamu bisa memasang terpal dan mengisinya dengan air .
- Jangan lupa untuk juga membuat sanitasi air agar dapat mempermudah proses pembersihan kolam terpal.
3. Pilih dan Sebar Bibit Ikan Nila
©2015 merdeka.com/angga yudha
Cara budidaya ikan nila selanjutnya adalah memilih dan menyebar bibit ikan nila di dalam kolam yang sudah dibuat. Pilihlah bibit yang berkualitas dengan kriteria seperti bibit berwarna belang dengan ukuran lebih dari 12 cm, geraknya sangat lincah dan fisiknya tidak memiliki cacat. Pastikan setiap bibit memiliki berat badan lebih dari 30 gram.
Setelah selesai memilih, langkah berikutnya adalah penyebaran bibit. Proses ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena sangat menentukan apakah bibit tersebut dapat tumbuh dengan baik atau tidak. Berikut ini cara menyebar bibit yang baik dan benar yaitu:
- Siapkan wadah seperti ember dan masukan air bersih hingga memenuhi setengah wadah.
- Masukan bibit ke dalam wadah dan tunggu kurang lebih selama 10 menit.,
- Penuhi ember dengan air kolam dan tunggu selama 5 menit, proses ini dilakukan agar ikan tidak stres. Kemudian sebarkan bibit secara perlahan ke dalam kolam.
4. Perawatan dan Panen
Langkah selanjutnya sebagai cara budidaya ikan nila adalah proses perawatan dan panen. Hal yang harus dilakukan dengan baik hingga masa panen tiba adalah memberi pakan secara teratur serta selalu menjaga kebersihan kolam. Ikan nila harus diberi makan setidaknya 2 atau 3 kali sehari. Pastikan kamu memilih pakan ikan dengan kandungan protein, protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin.
Selain itu, kamu juga bisa memberi makan ikan nila dengan siput sawah atau sayuran yang sudah dipotong kecil-kecil. Setelah 6 bulan, ikan nila akan mencapai berat idealnya yaitu sekitar 500 gram yang artinya ikan sudah siap untuk dipanen.